Reinkarnasi Dengan System

Reinkarnasi Dengan System
BAB 59. KEKAISAIRAN MATAHARI


__ADS_3

Setelah duduk di tempat yang sudah di sediakan...


"Wuw...tolong ambil gulungan nya!"Ujar Roy lalu Wuw, mengambil apa yang di perintah Kan oleh Roy.


Dengan langkah tegas, Wuw berjalan ke arah singgah sana...


Lalu berlutut sebelah kaki, memberikan gululang itu ke kaisar nya...


Dengan anggukan pelan, Kaisar mengambil gulungan itu lalu di buka nya, dan Wuw kembali ke tempat semula.


"Hah...menarik!"Gumam Lin Suayin.


Dengan helaan nafas panjang...


"Kekaisaran ilusi...ingin kekaisairan matahari...bergabung ke aliansi, yang di kepalai oleh kaisar ilusi...aliansi yang di mana saling Bahu membahu...Tidak membedakan derajat seseorang...Dan berprilaku adil ke semua penghuni nya...memperboleh Kan berbagai Ras menempati daerah kekuasaan nya tanpa terkecuali"Teriak Lin Suayin dengan tegas.


Semua orang yang mendengar deklarasi itu ada yang tidak terima dengan kata terakhir itu...Dan ada juga yang menerima nya...


Dengan anggukan pelan Roy mulai berdiri...


"Ada yang merasa keberatan, dengan isi Dari gulungan itu!"Ujar Roy dengan wajah datar nya.


"Hei..sejak kapan, manusia hidup berdampingan dengan Ras binatang itu!"Ujar salah satu petinggi.


Dengan gelengan pelan...Roy mengarahkan tangan nya di kehampaan lalu kabut berwarna putih, lansung memunculkan adegan seperti orang keramaian.


"Di sini, adalah daerah kekuasaan ku, kami semua Ras tanpa terkecuali hidup berdampingan di sana, kami tidak membedakan, mau dia manusia atau separuh manusia Dan bukan manusia, kami hidup dengan nyaman tanpa ada masalah sama sekali"


"Kalian bisa bayangkan sendiri, bagaimana kita hidup pasti membutuh Kan seorang-seorang untuk membantu, bagaimana pun kita hidup membutuh Kan orang lain"


"Mungkin kalian berfikir Ras yang berbeda Dari kalian memeliki sifat jahat atau sebagai nya, namun kalian tidak tau, sebenarnya mereka juga lah yang mendukung kalian Dari belakang untuk bergerak maju, namun satu kata Dari orang lain menjelekakan Nama mereka dengan Cepat semua nya terpengaruh"


"Kalian bisa lihat yang aku gunakan serta semua yang berada di sisi ku sekarang ini adalah hasil tangan mereka"


Dan Roy juga mengulurkan tangan nya di kehampaan lalu berbagai artefak, atau benda kerajinan tangan keluar di kehampaan.


Semua orang yang membantah lansung terdiam seribu bahasa saat melihat semua nya adalah kenyataan di depan mereka...


Lalu Roy menatap lekat kaisar itu, untuk memberi keputasan...


Dengan anggukan singkat...

__ADS_1


"Baiklah...Aku menerimanya"Ujar Lin Suayin dengan senyum mengambang Dan semua anggota klan Lin juga memasang wajah bahagia nya...


"Bagi kalian yang tidak menerima! keputusan ku, kalian bisa angkat kaki Dari kekaisaran tanpa terkecuali'Ujar Lin Suayin dengan tegas Dan tidak ada sama sekali tanggapan itu.


Setelah semua sesi selesai mereka mengadakan pesta di dalam aula, atas berdiri nya aliansi itu.


Di sudut ruangan...


"B-bukan nya, dia anak yang di nyatakan hilang itu?"Gumam Su Ford yang juga mengikuti pertemuan itu.


"Maksud mu?"Ujar Su Muing Karna mendengar gumamman Su Ford itu.


"I-itu kek! Anak yang pernah aku kabarkan dialah orang nya"Ujar Su Ford sambil menatap lekat Roy.


Dengan melirik sedikit ke atas di mana Roy berada...


"Berarti tidak salah lagi dialah orang nya, semua sudah tercatat di gulungan peninggalan leluhur kita!"Ujar Su Muing dengan mata berbinar.


"Kalau tidak salah, aku pernah berpesan ke bawahan nya kalau mereka aku undang untuk mampir ke kediaman kita, Ford'er lebih baik kau pulang terdahulu, siapkan penyambutan kedatangan penguasa itu nanti"Ujar Su Muing, lalu di angguki singkat oleh Su Ford.


***


2 jam berlalu semua pengenalan Dan pesta kecil itu berangsur-rangsur selesai...


"K-kakak t-tidak usah kawatir, aku Masih bisa 2 gelas lagi kok, sebelum pulang~"Ujar Mio yang sudah mabuk itu.


Dengan gelengan pelan Roy mendekati di mana Mio yang di pegang oleh Tomoe itu.


"Kay.."Gumam Roy lalu menyentuh kening Mio, tiba-tiba mabuk yang di alami nya lansung menghilang begitu saja.


"Hah...Lebih baik, kau pulang terdahulu, lihat pakaian mu itu!"Ujar Roy sambil menggeleng pelan.


Mio yang sudah tidak mabuk lagi melihat keadaan dirinya sendiri, lansung malu..


"B-baik Tuan!"Ujar nya lalu hilang di kehampaan dengan wajah yang memerah.


Dengan melirik kiri Dan kanan...


"Di mana Komoe? kenapa Dari tadi aku tidak melihat keberadan nya?"Ujar Roy kebingungan.


"Dia asik dengan teman barunya...Tu disana, bersama Luyina"Ujar Tomoe menunjuk salah satu meja yang di tempati oleh Fu Ziani, Lin Xin Dan bawahan Roy itu.

__ADS_1


Dengan senyum tipis nya...


"Anak itu! Cepat sekali berbaur"Ujar Roy dengan senyum mengambang.


Setelah semua nya selesai, Roy beserta Rombongan Mulai berpamitan dengan semua orang Karna Masih memiliki urusan...


"Baiklah semua nya, terima kasih atas sambutan Dan juga pesta yang kalian sediakan, aku pamit undur diri dulu, semoga apa yang kita rencanakan, akan terwujud di masa depan"Ujar Roy lalu mengangguk singkat.


Tidak jauh Dari Roy...


"Lin Xin, Komoe pulang dulu, kapan-kapan kamu ke rumah Komoe juga ya, nanti Komoe ajak bermain di sana"Ujar Komoe dengan Tingkah lucu nya.


"Hem...N-nanti aku berkunjung ke rumah mu"Ujar Lin dengan pipi bersumu merah.


Fu Ziani yang melihat tingkah anak nya, memasang senyum tipis...


"Ya Komoe, nanti Xin'er akan bermain ke Sana kok"Ujar Fu Ziani dengan menyenggol sedikit tubuh Lin Xin.


"Hem-Hem Komoe Tunggu ke datangan nya"Ujar nya lalu melangkah mengikuti Roy itu.


***


"Apa kau tau, dimana kediaman Klan Su itu?"Ujar Roy yang sudah berada di gerbong Dan sekarang dia satu gerbong dengan semua bawahan nya itu.


Dan di balas anggukan singkat Oleh Tomoe...


Di perjalanan...Klan Su berada di bagian selatan kota yang hanya memakan waktu sekitar 10 menit perjalanan, terpaksa jadi 1 jam, Karna Roy sering berhenti membeli apa saja yang Komoe minta, Komoe menagih janji nya waktu di kerajaan pedang merah itu yang belum Roy tepati.


"Apa itu tidak memberatkan tuan sama sekali?"Ujar Tomoe sambil melihat belanjaan Komoe itu.


"Tidak! kalau Komoe merasa senang, dengan apa yang dia inginkan, aku akan membelikan nya"Ujar Roy dengan senyum mengambang.


"T-tuan, mungkin kamar Komoe, akan penuh oleh semua barang-barang itu saja nanti"Ujar Luyina sambil menunjuk gerbong yang di kendarai Wiw penuh dengan belanjaan saja, sampai menumpuk ke atas.


"Papa terima kasih!" Ujar Komoe lalu memeluk Roy itu.


"Ya, yang penting Komoe senang"Ujar Roy membalas pelukan Komoe.


Luyina Dan Tomoe yang melihat itu lansung diam...


Tidak lama mereka berjalan mulai tampak dimana kediaman Klan Su itu berada...

__ADS_1


"..."


__ADS_2