
Roy yang dari tadi cuman memperhatikan saja itu merasa kasihan,dengan menghela nafas pelan.
"System tolong gunakan baju manipulasi"gumam Roy.
"Huh,kalian beruntung bertemu dengan ku"gumam nya lalu dengan cepat melesat kearah di mana monyet sembah yang sudah 4 meter dari mereka itu.
"Tinggggg!"Suara benturan barier pertahanan dan kuku monyet itu,langsung membuat monyet melompat kebelakang 5m karna efek benturan itu.
Dengan menoleh kebelang Roy mengambil potion tingkat rendah lalu di lempar nya ke dua orang yang sedang melongo menatap nya itu.
"Minum itu sisa nya kau serahkan saja pada ku"kata Roy.
"T-terima kasih"ujar mereka bersamaan dan cuman anggukan pelan saja yang di balas oleh Roy.
Dengan mengangkat sedikit tangan nya Roy menciptakan jarum angin kecil-kecil yang banyak lalu di arahkan ke Monyet sambil mengerakkan tangan nya sedikit tiba-tiba semua jarum melesat bagai cahaya menuju di mana monyet itu.
Karna tidak sempat menghindar Monyet yang sudah terkunci pergerakan nya itu hanya bisa pasrah.
"Slas!"slas"slas!"jarum tadi mengenai hampir seluruh bagian tubuh monyet itu.
Merasa musuh yang di depannya belum mati Roy kembali mengangkat satu jari telunjuk nya lalu tiba-tiba cahaya biru menyala keluar dari ujung jari Roy.
Es seperti jarum runcing nan tajam yang Roy ciptakan langsung melesat ke arah kepala monyet sembah.
"Slass!"Jlepp!"kepala monyet sembah langsung berpisah dari tubuh nya lalu dengan jentikan jari Roy membakar tubuh Monyet itu lansung menjadi debu.
[Ding,selamat tuan mendapatkan 100 juta poin dari membunuh monyet sembah level 80]
Tidak jauh dari Roy seorang wanita yang lagi mengintip dari kejauhan itu terkejut bukan main anak yang kelihatan seumuran dengan nya itu dengan mudah mengalahkan monyet sembah dalam kedipan mata saja.
"Aku harus berhubungan baik dengan nya"Tekad nya lalu melangkah mendekati Roy.
"..."
2 Parajururit yang mesih melongo itu menatap seorang anak laki-laki yang melangkah kian mendekat dengan jubah hitam dan rambut perak yang di ikat kebelakang itu.
"Apa kalian baik-baik saja"kata Roy sambil mengulurkan tangan nya ke prajurit yang masih terduduk sambil melongo menatap nya itu.
Dengan cepat mereka sadar dari keterkejutan lalu menyambut uluran tangan Roy tadi.
__ADS_1
"Terima kasih karna menyematkan kami dan juga memberi kami obat tuan muda"ujar mereka berdua dengan menundukkan kepalanya.
"Ya,sama-sama oh iya kenapa kalian bisa sampai di serang oleh monster it_"ucapan Roy terputus saat ada seorang perempuan yang mulai mendekat dari arah belakan nya.
Dengan mata biru selaras dengan rambutnya,kulit putih,pakaian seperti seorang putri kerajaan dengan warna putih selut dan tinggi 157cm,umur kisaran 15 tahunan, mulai mendekat.
"Terima kasih karna sudah menolong kami penyelamat dan boleh kah aku tau siapa nama mu?"kata nya dengan anggun yang sudah berada tepat di belakang Roy.
Roy lansung membalikkan badan nya lalu melihat wanita cantik di depan nya itu tidak terkejut sama sekali mungkin kalau di bandingkan dengan Tomoe maupun Mio standar wajah nya masih jauh di bawah mereka.
"Dek!"Tampan sekali"gumam nya dalam hati saat melihat wajah Roy yang seperti di ukir sempurna itu.
Sambil memasang ekspresi datar.
"Ya sama-sama,dan nama ku Roy"ujar Roy dengan ekspresi datar nya.
"Perkenalkan juga nama ku Xiao Lin dan kedua orang yang kamu selamatkan adalah prajurit ku"ujarnya dengan mengangkat sedikit gaun nya dengan anggun.
"Salam tuan"kata mereka berbarengan sambil menangkup kan satu tangan mereka di dada.
Yang di balas anggukan kecil oleh Roy itu.
2 prajurit tadi yang di tanya Roy dengan menatap satu sama lain lalu menggukkan kepala.
"Kami juga tidak tau tuan muda,tiba-tiba saat kami di perjalanan tadi pola sihir berwana ungu keluar dari kehampaan lalu keluarlah monyet sembah dan lansung menyerang kereta kuda kami hingga hancur karna pertempuran itu kami semakin terseret ke dalam hutan ini"ujar salah satu kesatria dan di anguki oleh mereka bertiga.
"Hmmmm menarik,apa itu skil pemanggilan ya?"gumam Roy dalam hati.
"Baiklah karna tidak ada lagi yang penting aku ingin melanjutkan perjalanan kembali"kata Roy lalu berbalik.
Tapi sebelum Roy melangkahkan kaki Xiao Lin menghentikan nya.
"I-itu tuan Roy, kemana tujuan mu sekarang?"kata Xiao Lin dengan gugup.
Roy yang di tegur berbalik menatap mereka kembali.
"Kerajaan Pedang Merah"Ujar Roy singkat.
3 orang yang mendengar itu lansung berbinar bahagia.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita satu jalan saja kebetulan kami juga satu arah dengan tuan"kata Xiao Lin lalu diangguki oleh kedua prajurit nya.
"Hmmm baiklah tidak apa,oh iya jangan panggil aku tuan panggil saja Roy"ujar Roy lalu melangkah kan kaki nya.
"Baik Roy"ujar Xiao Lin dengan wajah bahagia lalu mengikuti langkah Roy dari belakang di ikuti dua prajurit nya juga.
"Huhhh,kelihatan nya perjalanan ku akan sedikit lama"gumam Roy dalam hati lalu melanjutkan langkah nya lagi.
"..."
Di perjalanan hanya suara telapak kaki saja yang terdengar tidak ada yang berani membuka suara sama sekali Roy yang melihat dua prajurit itu seperti memperhatikan nya hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan saja.
"Sebelum kalian di serang itu memang kalian dari mana?"kata Roy yang memulai pembicaraan kembali.
"Huhh,kami dari desa daun, ingin mencari tabib yang pernah kami dengar di kota dulu"
"Tapi saat kami sampai di sana ternyata tabib nya pergi ke kekaisaran matahari,karna tidak mendapat apa yang kami cari,kami lansung pulang"ujar Xiao Lin sambil tertunduk lesu.
"Hehh,apa keluarga mu ada yang sakit ya?"ujar Roy merasa simpati yang dibalas anggukan kecil oleh Xiao Lin saja.
Dengan menghela nafas.
"Apa aku boleh tau siapa yang sakit di keluarga mu itu?"kata Roy sambil menatap serius wanita yang berada di sebelahnya itu.
Prajurit yang berada di belakang itu mendengar pertanyaan Roy ingin membantah tapi sebelum itu terjadi.
"Ayah ku dia terkena penyakit misterius seperti kulit nya yang mengering dan banyak luka-luka tumbuh di mana-mana tidak tau dari mana asal nya"ujar Xiao Lin karna merasa percaya terhadap Roy.
prajurit yang ingin membantah perkataan tadi lansung bungkam karna tuan putri mereka duluan membuka suara.
"Apa aku boleh melihat nya?,siapa tau aku bisa membantu"kata Roy dengan ekspresi datar.
Mendengar perkataan Roy itu seakan memberinya harapan.
"Apa kamu bisa mengobati Ayah ku?,kalau iya saat sampai nanti kita lansung ke rumah ku saja bagaimana!"Xiao Lin menanggapi ucapan Roy dengan antusias.
Karna tidak ada lagi jalan yang bisa dia ambil saat keadaan ayah nya kini kian memburuk,prajurit yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas saja ingin membantah karna yang di tawar nya masih kenalan baru mereka tapi karna tuan putri mereka yang bicara 2 prajurit itu hanya bisa menuruti saja.
"Baiklah aku akan membantu mu tapi sebisa aku saja"ujar Roy lalu menatap kedepan kembali.
__ADS_1
"..."