
Malam hari...
"Pantas saja aku merasa perasaan yang aneh dari tadi!"Gumam Roy dalam hati.
Saat Roy melihat di atas kepala Xiao Huan yang terbaring di kasur itu ada sebuah Jiwa Iblis yang di kendalikan lewat benang mana yang dimana dia menghisap energi kehidupan dan juga darah pria itu secara bertahap,cuma yang punya skil khusus saja bisa melihat nya.
"Kau! nampak nya kalian sudah keterlaluan sekali!"kata Roy.
Lalu Roy mulai mendekat ke arah Jiwa iblis itu,saat sampai di depan Jiwa iblis yang menghisap energi kehidupan Xiao Huan itu.
Dengan menggulung jubahnya Roy mulai mengangkat tangan nya tiba-tiba.
"Ktepakkk!"
"Bukkkkkk!"
"Swusssss!"
Roy lansung memukul kepala Jiwa iblis itu tiba-tiba dia terbanting lalu menghilang bagai di telan bumi dan benang mana yang mengendalikan nya putus begitu saja.
Klan Tian.....
"Uhughhhhhh!"Tian Shi tiba-tiba mengeluarkan seteguk darah dari mulut nya.
"Tidak mungkin! apa yang terjadi dengan kutukan nya kenapa aku tidak bisa merasakan kembali tubuh pria sialan itu"Kata Tian Shi dengan wajah kebingungan.
Lalu dia seperti mengambil sesuatu di dalam jubah nya,tidak lama Tian Shi terlonjak kaget.
"Siapaaaaa! yang berani membunuh Jiwa Iblis ku,Bajin***!"Raung marah Tian Shi saat melihat boneka iblis nya terbagi menjadi beberapa bagian lalu beranjak pergi dari ruangan rahasia nya itu.
"..."
Xiao Lin dan ibunya yang melihat Roy memukul kehampaan itu hanya bisa di buat bingung oleh nya.
"Apa yang barusan dia lakukan?"Tanya Ibu Xiao Lin keheranan.
"Aku juga tidak tau Bu yang penting kita percayakan saja semua nya pada Roy hanya dia satu-satunya harapan kita"Ujar Xiao Lin yang lagi menatap Roy yang mulai mengulurkan tangan nya itu.
"Restorasi"Gumam Roy lalu menempatkan kedua tangan nya 2cm di atas dada pria tadi.
__ADS_1
Tiba-tiba cahaya terang berwana hijau transparan keluar dari kedua telapak tangan Roy lalu menyelimuti seluruh tubuh Xiao Huan yang terbaring itu.
Tidak lama luka-luka yang di sekujur tubuh nya tertutup perlahan-lahan lalu kulit baru pelahan tumbuh makin lama makin menutup semua luka Xiao Huan itu.
10 menit kemudian Roy mulai mengangkat tangannya sambil mengelap keringat yang membanjiri tubuh nya itu.
"Huhh!,Ternyata skil itu memerlukan banyak mana juga saat di gunakan"gumam Roy.
Tidak jauh dari Roy,Xiao Lin dan juga Ibunya yang melihat itu menganga di buat nya,sudah berapa tabib yang mereka sewa tidak pernah membuahkan hasil sedikit pun,malah penyakit Xiao Huan semakin parah lalu tiba-tiba datang seorang anak dengan sekali sentuh saja luka penguasa Kerajaan Pedang Merah itu sembuh dengan hitungan menit saja.
"Sudah selesai kalian bisa kesini mengecek keadaan nya"kata Roy yang mulai melangkah menjauhi tempat tidur itu.
"Terima kasih banyak penyelamat,Roy"Ujar mereka secara bersamaan dan hanya di balas anggukan oleh Roy itu.
Dengan langkah pelan mereka mulai mendekati Ranjang dengan langkah yang gemetar.
Setelah sampai di tepian ranjang.
"S-suami ku apakah kamu bisa mendengar ku?,hiks! hiks! hiks!"Gumam pelan permaisuri sambil memegang pergelangan tangan sebelah kanan Xiao Huan itu.
"Ayah ayo bangun Xiao Lin kangen ayah hiks!"Kata Xiao Lin sambil terisak juga.
"L-Lu Yun , L-Lin'er,k-kenpa kalian menangis?"tanya nya terbata-bata lalu dengan cepat mereka berhambur memeluk pria itu.
Roy yang melihat dari belakang sedikit terharu lalu dengan mengaktifkan jubah manipulasi Roy mulai melangkah menjauhi mereka agar momen keluarga itu tidak terganggu.
"Cihhh,bikin iri saja"gumam nya pelan lalu melesat pergi.
"..."
Setelah pelukan singkat itu Xiao Lin juga Lu Yun mulai berbalik ingin berterima kasih sekali lagi bagi penyelamat tulang punggung mereka itu.
"Roy terima kasih banya-"ucapan Xiao Lin terputus saat dia mengahadap kebelakang tidak menemui keberadaan Roy sama sekali.
"Kemana dia pergi?"gumam mereka serempak dengan kebingungan.
"Siapa yang kalian cari?"ujar Xiao Huan penasaran karna melihat tingkah istri dan juga anak nya yang sedang melihat sekeliling ruangan itu.
"I-itu yang menyembuhkan mu sudah tidak berada disini entah kemana dia pergi?,Xiao Lin coba cari dia terus bawa kemari Ibu ingin bicara dengan dia"Kata Lu Yun yang di balas anggukan singkat Oleh Xiao Lin lalu melangkah pergi keluar ruangan itu.
__ADS_1
"Siapa yang kalian cari dan siapa namanya?"kata Xiao Huan yang masih di Landa kebingungan itu.
"Nama nya Roy kalau tidak salah tinggi nya 165,memiliki rambut perak,dan kira-kira umurnya tidak jauh dari Lin'er dia yang menyelamat kan mu dari kematian"ujar Lu Yun panjang lebar.
"Huh!,siapa pun dia kita berhutang Budi banyak dengan nya"kata Xiao Huan yang di balas anggukan pelan oleh Lu Yun itu.
Setelah di suruh ibunya Xiao Lin lansung mencari keberadaan Roy tapi setelah mengelilingi semua ruangan namun nihil hasil nya tetap sama tidak menemukan sama sekali keberadaan Roy.
"Kemana dia pergi kenapa nggak pamit dulu kepada ku?"kata Xiao Lin yang memasang raut wajah sedih lalu melangkah kembali menuju kamar ayah nya tadi.
"..."
Klan Tian.....
Di aula pertemuan para tetua tiba-tiba mereka mengadakan rapat mendadak karna di panggil oleh Tian Shi.
"Kenapa kita di kumpulkan malam-malam begini Patriak?"kata salah satu penatua di sana dan dibalas anggukan oleh tetua lainnya.
Dengan menghela nafas.
"Kutukan yang aku buat itu sudah di patahkan oleh seseorang,aku sama sekali tidak tau siapa orang nya karna aliran mana orang mematahkan itu seperti tidak ada sama sekali, mangkanya aku tidak bisa melacak siapa orang nya"Ujar Tian Shi dengan wajah serius.
Para tetua yang mendengar itu terlonjak kaget baru kali ini kutukan Patriak mereka di patahkan dengan mudah nya oleh orang lain.
"S-siapa orang itu kenapa dia mengganggu rencana kita yang sudah hampir tercapai itu"
"Kalau begini menguasai kerajaan pedang merah akan terhenti kembali,padahal tinggal sedikit lagi rencana kita berhasil"ujar salah satu tetua yang berada tepat di depan sebelah kanan Tian Shi.
"Aku juga tidak tau yang pasti orang yang melakukan nya bukan orang sembarangan"ujar Tian Shi.
Perbincangan mengenai masalah itu berlangsung sekitar 2 jam,karna belum ada jawaban yang pasti mereka ketahui siapa pelaku nya.
Karna tidak ada pembahasan lagi akhirnya mereka membubarkan diri juga ke kediaman masing-masing.
Tapi sebelum itu terjadi...
"Duarrrrrrrrrrrr!"
"..."
__ADS_1