Reinkarnasi Dengan System

Reinkarnasi Dengan System
BAB 62. MENUJU KE KEKAISARAN ELF


__ADS_3

Sosok yang menyerupai seperti Roy itu lansung berubah menjadi partikel cahaya hitam transparan dengan bintang-bintang kecil menyelimuti nya...


"Ternyata kau Berhasil juga, Selamat kau mendapat ingatan pertamamu, aku akan menantikan ke hadiran mu kembali!" Gema suara itu kembali, Sebelum Roy di selimuti oleh cahaya tadi.


Roy yang mendengar suara Samar itu kembali, tidak terlalu memikirkan nya, dia sedang menikmati rasa hangat saat cahaya itu menyelimuti nya...


Tidak lama, berbagai ingatan tentang masa Lalu Dunia nya sekarang seperti reka adegan membanjiri kepala Roy.


"Ha?" Roy kebingungan saat di dalam ingatan nya sekarang, ada satu buah Tulisan dimana seperti, akan terjadi Hal yang besar di Dunia ini.


Setelah menggali informasi lebih dalam dengan apa yang berada di kepala nya sekarang, Roy mulai mengetahui apa itu.


"Ternyata bertepatan dengan selesai nya semua ini!".


"Hah... lebih baik aku mempercepat Proses nya saja agar gampang menyatukan semua penghuni Dunia ini"Gumam Roy dengan wajah datar nya.


Dengan mengulurkan tangan nya di kehampaan Roy kembali menyelimuti diri nya dengan cahaya hitam transparan, Karna dia tau cara keluar Dari tempat itu.


***


"Sudah 1 minggu aku menantikan tuan sadar kembali, tapi kenapa tidak ada tanda-tanda yang positif" Ujar Tomoe dengan mata hitam nya.


"Kakak, lebih baik kau tidur saja dahulu, biar aku yang menjaga tuan"Ujar Mio sambil memegang sebelah pundak Tomoe.


"Iya, kakak, kau istirahatlah dulu, aku sama kak Mio akan menjaga tuan disini"Ujar Luyina.


Dengan gelengan pelan...


"Tidak, apa-apa, aku Masih sanggup kok!"Ujar Tomoe dengan lemas.


Semua orang yang berada di dalam itu, lansung menghela nafas panjang sudah berapa kali mereka membujuk Tomoe, tapi dengan keras kepalanya selalu menolak ajakan mereka...


Sekitar 15 menit mereka melamun di ruangan itu.


Tiba-tiba...


"Zwing!" Cahaya terang berwana emas menyelimuti tubuh Roy dengan berputar-putar di area Roy berada.


"Hah...akhirnya bisa menghirup udara segar juga"Gumam Roy, lalu melirik sedikit ke arah kanan nya.


"Eih..kenapa kalian menatap ku seperti itu?" ujar Roy canggung sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal.


Tidak lama semua bawahan Roy itu mulai berhambur ke arah nya lalu memeluk Roy dengan perasaan yang campur aduk.


Roy yang mendapat perlakuan manis dari semua orang itu merasa tersentuh.


"Maaf kan aku, karena membuat kalian semua cemas"Gumam Roy dengan tulus.


Tanpa menjawab kata tuan mereka, dengan mengeratkan kembali pelukan nya, dengan begitu mereka membalas kata dari Roy itu.

__ADS_1


Suasana haru yang terjadi di ruangan bawah tanah itu tidak berlangsung lama.


Roy menjawab semua pertanyaan yang di lontarkan oleh orang-orang itu dengan sabar.


Setelah semua nya terjawab Roy menatap patriak klan Su yang berada tidak jauh dari dirinya sekarang.


Dengan berjalan kembali berdiri lalu berjalan santai, Roy mulai mendekat.


"Kakek, apa kita akan baik-baik saja?"Tanya Su Ford dengan keringat dingin.


"Kau, tenang saja Yang Mulia penguasa tidak akan melakukan itu"Ujar Su Muing dengan senyum tipis nya.


Setelah Roy bertatapan dengan mereka berdua.


"Terima kasih, terimakasih karna kalian mau berkorban demi aku, kalian rela turun ke dunia bawah, demi tugas itu, sekali lagi terima kasih" ujar Roy dengan tulus sambil membungkuk hormat.


Dengan cepat Su Muing langsung memegang pundak Roy.


"Tidak Yang Mulia penguasa, apa yang anda titah kan dahulu, suatu anugrah buat kami juga, aku bersyukur mendapat perintah Yang Mulia penguasa, saat itu, dengan begini aku beserta semua anggota klan, bisa lepas dari jeratan penguasa palsu itu" Ujar Su Muing dengan tulus.


"Baiklah aku mengerti sekarang, lebih baik kita berbicara di tempat yang sedikit nyaman"Ujar Roy lalu mengikuti langkah Su Muing itu, di ikuti oleh semua bawahan nya.


***


Tidak lama mereka berjalan Su Muing menuntun Roy beserta rombongan nya ke suatu ruang pertemuan.


Setelah mengambil tempat masing-masing yang di mana Roy duduk di tempat paling depan yang hanya berisikan satu meja dan satu tempat duduk.


"Sepertinya aku akan melakukan, perjalan panjang kembali"Ujar Roy sambil menatap semua orang yang berada di bawah nya.


"Dunia Iblis, sepertinya akan terbuka tidak lama lagi, aku berniat mempercepat proses penyatuan 2 kaisar kembali, meski aku belum sepenuh nya yakin kalau kaisar Matahari akan mengikuti kita"


"Aku tau kalian pasti heran dengan apa yang aku katakan, tapi satu yang pasti para iblis tidak akan lama lagi keluar dari sarang nya" Ujar Roy dengan serius.


Semua orang yang mendengar langsung dibuat terkejut.


Dengan helaan nafas...


"Ya kalian tau kan, maksud ku?"Ujar Roy menatap semua orang itu.


Dengan anggukan oleh semua orang...


"Ya, kami akan membantu yang mulia"Ujar semua orang itu.


Selama 1 hari penuh mereka, merencanakan untuk kedepan nya.


Setelah semua nya selesai, Roy beserta rombongan mulai kembali ke dunia ilusi dengan perasaan puas.


Ruang latihan khusus, istana ilusi...

__ADS_1


"Hah, sepertinya aku harus berlatih lebih keras, kenapa rasanya tubuh ku lama-lama seperti kaku saja" Gumam Roy dalam hati lalu dia mengambil satu pedang yang terletak tidak jauh itu.


***


Keesokan harinya...


"Luyina apa kau sudah siap?"Ujar Roy yang tepat berada di depan pintu kamar itu.


"Sudah tuan, apa kita berangkat sekarang?"Ujar Luyina sambil melangkah dari kamar nya itu.


Dengan anggukan pelan Roy menyelimuti mereka berdua dengan kabut tipis lalu menghilang di kehampaan.


Sebelum nya malam hari...


"Luyina apa kau mengingat keluarga mu berada di mana?" Ujar Roy dengan serius saat berada di ruangan makan itu.


"Tidak tuan, aku hanya mengingat aku pernah tinggal di kekaisaran elf, itu saja"Ujar Luyina dengan santai, sambil melanjutkan kembali makan nya.


Mio dan Tomoe yang mendengar itu mulai memusatkan perhatian nya di mana Roy berada.


"Apa tuan akan pergi ke kekaisaran elf tanpa mengajak kami"Ujar mereka bersamaan.


"Hah..seperti dugaan ku"Ujar Roy dalam hati.


"Ya, kalian benar, aku memang berniat pergi ke sana, sekalian menepati janji ku dengan luyina"


"Berhubungan aku kesana, kalian juga pasti tau tujuan ku apa, mungkin aku hanya akan berangkat berdua dengan luyina saja dahulu, tapi bukan berarti kalian tidak ikut juga" Ujar Roy dengan serius.


"Maksud tuan?"Ujar mereka kebingungan.


Dengan senyum tipis nya..


"Kalian tau, kekaisaran elf, hampir satu jalan dengan kekaisaran rembulan bukan?"


"Aku ingin kalian, pergi ke kaisaran bulan, untuk mengajukan aliansi yang sudah kita bangun itu, untung kalau mereka mempunyai masalah internal seperti kekaisaran matahari dahulu, dengan membantu mereka kembali mungkin kita mendapat sedikit peluang"


"Tapi aku berharap, kalian bisa mengatasi nya"Ujar Roy dengan serius.


Mereka yang mendapat perintah dari Roy itu, sedikit merasa bahagia.


"Huh...itu kan sama saja, kita tetap terpisah juga tuan"Ujar Tomoe dengan cemberut.


"Aku akan melaksanakan perintah kedua dari tuan dengan benar"Ujar Mio dengan bahagia.


Tomoe yang melihat tingkah Mio hanya menepuk kening nya pelan.


"Bukan nya membantu, malah sebalik nya"Gumam Tomoe.


"Baiklah Tuan, aku dan Mio akan melaksanakan perintah yang tuan berikan"Ujar nya dengan lemas.

__ADS_1


Dengan senyum yang mengambang Roy mengiyakan ucapan dari Tomoe lalu melanjutkan aktifitas nya di malam itu...


Kembali ke masa sekarang...


__ADS_2