
Roy yang baru melangkah ke luar perpustakaan itu menatap ras-ras yang lagi menyapa penghuni baru mereka dengan ramah dan para manusia itu dengan cepat juga berbaur dengan ras-ras yang ada.
Melihat itu semua membuat hati Roy sangat senang dengan begini mungkin kedepannya tidak akan ada masalah internal yang akan terjadi kedepannya pikir Roy.
"Apakah aku harus menemui mereka ya?"pikir Roy dengan senyum kecil.
"Kayyy"gumam Roy lalu melangkah maju di saat orang yang tengah di carinya tidak jauh berada dari dirinya.
dengan langkah santai seperti biasa ras-ras yang melihat Roy selalu menyapa nya dan Roy juga selalu menyapa kembali dengan ramah.
Tidak lama berjalan sampai lah Roy dimana kamp tempat orang yang sedang di carinya itu.
"Hehehe aku akan menghukum kalian dulu barulah hati ku terasa sedikit senang"kata Roy dengan senyum tipis lalu langsung saja masuk ke dalam kamp itu.
"..."
Shi Ani dan Shi Gen yang sedang berbicara tentang dunia baru mereka di kagetkan dengan kedatangan Roy yang
tiba-tiba itu.
"R_Roy!"gumam mereka serempak dengan keringat dingin.
"Ehh! Hay,aku kira kalian juga melupakan aku ternyata masih ingat rupanya"ujar Roy sambil melambaikan tangan nya karna kedua bersaudara itu sedang mematung.
Tiba-tiba Shi Ani dan Shi Gen langsung bersujud di kaki Roy,Roy yang mendapat perlakuan seperti itu langsung terlonjak kaget.
"Apa yang kalian lakukan ini"kaget Roy sambil menatap 2 bersaudara yang sedang menangis itu.
"I_itu Roy maaf kan kami,Maaf kan kami,kami nggak akan mengulanginya lagi"kata Shi Ani.
"I_iya Roy hari itu kami hanya di suruh sama Tian Ken,kami nggak ada maksud apa-apa sebenarnya hari itu"lanjut Shi Gen.
__ADS_1
Roy yang mendengar penuturan mereka merasa sedikit tersentuh mungkin karna mereka masih kecil mangkanya gampang di ajak-ajak meski itu perbuatan yang kurang benar sekalipun pikir Roy.
Sambil menghela nafas Roy memegang ke dua bahu Shi bersaudara itu lalu menduduk kan mereka kembali.
"Hmmm,apa kalian sudah menyadari apa yang kalian perbuat hari itu?"kata Roy dengan wajah yang serius.
"Sudah!"gumam mereka bersamaan sambil tertunduk dan mengeluarkan air mata itu.
"huhhh,Baiklah aku memaafkan kesalahan kalian yang lampau itu tapi kalau terdengar lagi oleh ku aku sendiri yang akan mencari kalian nanti dan kalian sudah tau kan apa yang akan aku perbuat kalau memang ada nya?"Roy sengaja menggantung ucapan nya agar mereka mengerti sendiri apa yang di maksud Roy itu.
Dengan anggukan cepat mereka mengiyakan ucapan Roy itu lalu menatap lekat pria yang berada tepat di depan mereka.
"Karna kalian aku maaf kan bukan berarti aku tidak akan memberi kalian hukuman"kata Roy lalu menyunggingkan sedikit bibir nya sambil menatap lekat kedua Shi bersaudara itu.
"..."
Di hamparan rerumputan yang luas 15 × 10 meter itu,duduk dua orang yang lagi memperhatikan Shi bersaudara yang lagi berlari-lari mengelilingi lapangan Rumput itu.
"Papa kenapa mereka berlari-lari seperti itu dan kelihatan nya mereka kelelahan"kata komoe sambil menatap lekat dua bersaudara yang lagi di hukum itu.
Mendengar kata Roy Komoe menatap lekat Roy yang tepat berada di sebelah nya itu.
"Apa papa tega buat menghukum Komoe kalau nanti nakal juga?"kata komoe dengan mata besar berair nya lalu bertingkah imut di depan Roy.
"I_itu nama nya nakal tetap harus di hukum"jawab Roy antara iya dan tidak karna melihat tingkah lucu Komoe itu.
Di tengah lapangan Sih Ani dan juga Shi Gen yang hampir mengelilingi lapangan ke 100 kali dan itu juga hukuman yang terakhir mereka dengan nafas yang satu-satu tapi panjang.
"S_serrrrrrrrrrrrrrrrrratusssss!"kata Shi gen langsung terkulai lemas di hamparan rumput itu.
"S_sseeerrrrrrrrrrrrrtussss!"kata Shi Ani yang takkalah kelelahannya langsung terduduk juga sambil mengatur ritme nafas yang tidak beraturan.
__ADS_1
Roy yang melihat itu terwa melihat mereka yang seperti mau meninggal besok itu.
"Hahahaha baru itu saja seperti orang mau mati saja"kata Roy mengejek mereka sambil tertawa.
"Papa kamu jahat sekali kenapa di ketawain coba papa yang berada di posisi mereka gimana"ujar Komoe dengan ekspresi garang tapi imut di lihat itu.
Roy yang melihat tingkah Komoe langsung menggeleng kan kepala,lalu bangkit berdiri menghampiri dimana Shi bersaudara berada di ikuti oleh Komoe dari belakang.
"Baiklah hukuman kalian sudah selesai lalu pakai lah ini"kata Roy lalu melempar kan 4 gelang pemberat 5 kg dan 4 gelang kaki 5 kg juga.
"Itu hukuman yang kedua dari ku jangan pernah di lepas sampai kalian terbiasa atau hukuman nya akan bertambah berat"kata Roy dengan mengancam.
2 bersaudara itu tidak mengetahui sama sekali apa yang di berikan oleh Roy itu lalu dengan cepat mereka mengambil bagian masing-masing.
"Berat juga"gumam Shi bersaudara itu.
"Baiklah hari ini sudahi dulu besok lanjut kembali hukuman yang akan aku berikan dan ingat jangan pernah melepas benda yang berada di kaki dan juga tangan kalian itu"kata Roy lalu melangkah pergi meninggal kan 3 orang di belakang nya termasuk itu Komoe yang bergidik ngeri kalau seandainya dia di hukum juga.
"Lebih baik kalian berhati-hati jangan bikin papa marah kembali atau kalian akan di hukum lagi"kata komoe lalu ikut meninggal kan Shi bersaudara dengan langkah kecil nya.
"..."
"Kenapa rasa nya aku ingin mati saja dari pada menerima hukuman yang kita jalani besok"kata Shi Gen sambil berdiri dengan kaki yang bergetar.
"Hmmmm,kakak benar tapi karna Roy tampan aku tetap harus menjalaninya"Ujar Shi Ani dengan polos nya lalu juga ikut bangkit berdiri.
Shi Gen yang mendengar itu hanya bisa nepuk jidat saja,lalu mereka mulai melangkah menuju kamp yang mereka tempati saat Meraka sampai di kamp bukan nya mandi mereka langsung terkapar lalu terlelap begitu saja di lantai.
Roy yang sudah berada di rumah itu terkekeh pelan saat melihat tingkah Shi bersaudara itu dengan cara mengaktifkan skil Kay nya Roy bisa mengetahui pergerakan apa saja yang mereka lakukan.
"Hahaha rasakan itu pembalasan ku mungkin kedepannya kalian lebih tersiksa lagi dengan latihan yang akan aku berikan kembali"Kata Roy dengan seringai tipis.
__ADS_1
Lalu kembali menonton anime kesukaan nya itu di kaca perekam yang tomoe buat.
"..."