Reinkarnasi Dengan System

Reinkarnasi Dengan System
BAB 46. GULUNGAN ANCAMAN


__ADS_3

POV Shi Mo.....


Selama dua tahun ini aku terus saja menyuplai semua bahan pangan maupun artefak dari dunia ilusi.


Aku tidak mengira bahwa anak yang dulu sering di kucilkan itu bisa melambung sampai setinggi ini.


Dengan menuruti permintaannya itu, bukan dunia nya saja yang makin terkenal di perbincangkan orang, nama ku juga ikut melambung di buat nya entah takdir apa yang mempertemukan kami dan aku sangat berterima kasih saja dengan takdir yang terukir itu.


Kerajaan pedang merah....


Paviliun Ilusi Tingkat ke dua...


Memiliki 5 tingkat di setiap tingkat nya mereka menjual barang-barang yang semakin tinggi semakin naik harganya dan tentunya dengan kualitas yang mewakili setiap tingkatan.


"Huh,dulu aku berangan-angan keluarga ku akan di kenal banyak orang,dan ternyata dari itu semua ternyata terwujud juga"Kata Shi Mo yang lagi duduk di meja bundar dekat dengan meja kerja nya itu.


"Ya aku juga tidak menyangka dengan mengikuti mu saudara, nama ku juga di kenal banyak orang"


"Hmm,yang pasti nya aku sangat berterima kasih dengan pengusa muda itu"Ujar Gu Yinji tepat di sebalah Shi Mo sambil menyesap teh nya.


Dengan menghela nafas...


"Apa di kekaisaran matahari masalah hari itu sudah tuntas?" Tanya Shi Mo yang mulai mengalih kan topik itu.


Dengan gelengan pelan...


"Aku juga tidak tau nampak nya mereka belum bergerak lagi"


"Saran ku! Lebih baik kita laporkan saja ke Pada yang Mulia kalau di biarkan nanti mereka berfikir kita takut"Ujar Gu Yinji dengan wajah serius.


"Sebenarnya aku ingin sekali melaporkan masalah itu tapi dengan keadaan kita sekarang aku takut nya akan menimbulkan masalah yang besar"Ujar Shi Mo dengan menghela nafas.


Tidak lama....


"Swusssssss!"


"Bukkkkkkkk!"


"A-apa itu!"ujar mereka secara bersamaan saat melihat ada sebuah gulungan berwana hitam terlempar dari luar jendala itu.


Dengan bangkit berdiri mereka melihat keluar tapi tidak menemukan ada tanda-tanda mencurikan karna saking banyak nya pengunjung.


Lalu kembali lagi di mana gulungan itu berada...


"Lihat saja apa isinya aku curiga itu perbuatan kelompok itu kembali"Ujar Gu Yinji sambil melirik lekat di mana gulungan itu berada.


Dengan anggukan pelan Shi Mo mulai mendekati di mana gulungan itu berada.

__ADS_1


Saat dia memegang tiba-tiba...


Dengan terlonjak kaget.


"Blussss!"asap keluar dari gulungan itu lalu terbuka sendiri.


*TUNGGU SEBENTAR LAGI DAN TERIMALAH KEHANCURAN PAVILIUN KALIAN!* kata yang tertulis di gulungan itu.


"Baji***! berani sekali mereka mengancam kita"Kata Shi Mo dengan senyum kecil di wajah nya.


"Apa kita yang akan bergerak duluan?"Ujar Gu Yinji tidak kalah menyeramkan nya.


"Kelihatan nya mereka tidak sabar bermain dengan kita"Ujar Shi Mo lalu melangkah keluar paviliun di ikuti oleh Gu Yinji dari belakang.


"Xu miun kau jaga dulu paviliun ini,kami ada urusan sebentar"Kata Shi Mo memerintah orang kepercayaan nya itu.


"Baik tuan,percayakan saja pada ku"Ujar Xu miun dengan tegas dan di balas anggukan singkat oleh Shi Mo.


Dengan langkah yang lebar Shi Mo dan Gu Yinji mulai menaiki kereta kuda Dengan lambang pedang putih dan kabut putih melingkari setengah nya itu dan melenggang pergi begitu saja,yang tidak memperhatikan daerah sekitar mereka yang menatap nya.


Setengah hari berlalu...


Kereta kuda yang berisikan 2 orang dan 1 orang yang membawa kereta mulai memasuki hutan kematian itu.


Setelah sampai....


"Ya sudah lama sekali,tumben kalian pulang ada keperluan kah?"Tanya Wuw dengan penasaran.


"hmmm,ada yang ingin aku sampaikan ke Yang Mulia"Ujar Shi Mo dengan serius.


Wiw dan Wuw yang melihat ekspresi serius dari Shi Mo lansung saja membuka pintu dunia ilusi itu.


"Baiklah! Lebih baik kalian cepat bergerak kalau itu masalah yang penting!"Ujar Wiw.


Dengan anggukan pelan Shi Mo,lalu menyuruh kembali maju itu.


Lalu tiba-tiba mulai tampak lah pemandangan indah yang tertata di depan nya Kota yang bernuansa modern dengan banyak nya orang berlalu lalang itu.


"Huh,Ternyata sudah sejauh ini perkembangan nya"Ujar Shi Mo menatap indahnya kota itu.


"Aku juga tidak mengira akan semegah ini kota yang sudah menjadi kampung halaman kita"Ujar nya tidak henti-hentinya memuji dunia ilusi.


15 Menit mereka berjalan banyak ras-ras yang menundukkan kepalanya saat melihat kedatangan Shi Mo dan Gu Yinji itu karna mereka termasuk petinggi di kekaisaran itu juga.


"Tap!"Tap!"Tap!"Tap!"Suara langkah kaki mereka menuruni kereta kuda.


"Salam Tuan"Ujar penjaga pintu masuk istana itu dan di balas anggukan pelan oleh Shi Mo dan Gu Yinji.

__ADS_1


Lalu mereka mulai membuka pintu gerbang berwana emas itu yang mengelilingi semua istana dengan tembok tebal berwana putih dengan ukiran indah berwana emas menjulang 20 Meter ke atas.


Dengan langkah santai Shi Mo dan Gu Yinji menyapa juga setiap ras yang mereka temui.


Tidak lama mereka berjalan di lorong istana itu Shi Mo mulai mengetuk pintu kerja nya Roy.


"Tok!"Tok!"Tok!"Tok!"


"Yang Mulia apa kami bisa masuk"Ujar Shi Mo dari luar.


Mio dan Luyina yang lagi menyelesaikan semua kertas itu lansung berhenti lalu Mio mulai melangkah maju.


"Ckretttt!"


"Ehhh,Shi Mo- Gu Yinji sudah lama tidak bertemu"Kata Mio lalu menyuruh mereka masuk itu.


"Ya Nona Mio lama tidak bertemu"Ujar mereka secara bersamaan lalu melangkah ke tempat duduk tidak jauh dari sana.


Setelah semua nya duduk Mio mengambil teko teh lalu menuangkan ke gelas yang berada di meja.


"Tumben kalian pulang apa kalian merindukan Rumah juga?"Ujar Mio dengan sedikit mengejek karna mereka sangat jarang sekali pulang itu.


"I-itu masalah nya kami di sibukkan oleh pekerjaan disana karna itu kami jarang pulang"Ujar mereka dengan gugup.


"Huh,baiklah kalau memang kalian ingin pulang silahkan istirahat lah duluan aku ingin melanjutkan pekerjaan"Ujar Mio yang ingin kembali berdiri itu tapi sebelum itu.


"Nona sebenarnya kedatangan kami ingin menyampaikan pesan"Ujar Shi Mo dengan wajah serius.


"Tapi Yang Mulia berada di mana?"Lanjut nya lagi.


"Tuan sedang keluar sebentar,kelihatan nya kalian terkena masalah juga ya?"Ujar Mio dengan kembali duduk itu.


"Benar tapi lebih baik kita bicarakan masalah ini dengan Yang Mulia!"Ujar Shi Mo kembali.


"Huh,baiklah!"Kata Mio lalu mulai memfokuskan suara nya lewat telepati itu.


"..."


Roy yang sedang menyamar itu dia lagi berkeliling di kota ilusi nya sambil menyantap berbagai makanan yang dia lalui, tiba-tiba.


"Tuan Kelihatan nya kita ada masalah,Shi Mo dan Gu Yinji ingin menyampaikan sesuatu,Dan kami sekarang berada di ruang kerja tuan"Kata Mio lewat telepati itu.


Dengan keterkejutan...


"Hmmm,Menarik! nampaknya akan ada permainan baru"Gumam Roy lalu memutar haluan nya kembali dengan senyum tipis tanpa menjawab perkataan Mio.


"..."

__ADS_1


__ADS_2