Reinkarnasi Dengan System

Reinkarnasi Dengan System
BAB 58. MENUJU KEKAISAIRAN MATAHARI


__ADS_3

Kota Ilusi, Siang Hari...


"Komoe, hati-hati jangan memanjat tinggi-tinggi"Ujar Roy sedikit Berteriak Dari bawah, karna Komoe bermain di area panjat tebing yang di buatkan di area Taman bermain itu.


"Ini Kan sudah pakai pengaman, papa tenang Saja di bawah sana, Komoe tidak Akan jatuh kok, udah biasa"Ujar nya dengan senyum.


"Hais! sifat nya dengan Tomoe hampir sama sekali"Gumam Roy sambil tepuk jidat.


Sambil mengawasi Dari bawah, Roy juga bermain dengan anak-anak yang berkeliaran di area itu, mereka juga tidak canggung/takut dengan keberadaan penguasa itu di Sana, karna Roy juga sering bermain dengan Komoe di Sana, itu Pula yang membuat mereka senang dengan keberadaan Roy.


Tidak lama...


"Ctah!"... Tali pengaman yang di gunukan Oleh Komoe putus.


"Bahaya!"Dengan panik Roy lansung membuat sayap Dari elemen nya lalu Terbang di mana Komoe itu.


"A......"Teriak nya tapi tidak lama lansung terdiam.


"Huh untung sempat!"Ujar Roy yang sudah memeluk Loli kecil itu lalu turun perlahan.


"Y-yang Mulia, maaf, tali yang nona gunakan tidak sengaja tadi, bersinggungan dengan senjata Ku"Ujar nya sambil bersujud di bawah kaki Roy.


Dengan gelengan Pelan...


"Sudah papa bilang, jangan manjat tinggi-tinggi, kalau tidak Ada papa tadi, Bagai mana!"Ujar Roy sambil melihat di mana Komoe menunduk itu.


"K-komoe Minta maaf...."Ujar nya dengan Terisak sedikit.


Dengan melirik sedikit ke arah penjaga Taman itu...


"Hah...baiklah, Lain kali Kau harus hati-hati meletakkan senjata di tubuh mu itu, Kalau dapat jangan membawa senjata tajam di area seperti ini, terkecuali Kau lagi bertugas, hah...baiklah Kau bisa melanjutkan kerja mu"Ujar Roy dengan gelengan kepala.


"B-baik Yang Mulia, terimakasih pengampunan nya"Ujar nya lalu bangkit berdiri.


Setelah itu Roy mengajak Komoe untuk pulang, dengan wajah yang cemberut Komoe tetap mengikuti langkah Roy itu menuju Istana.


Tidak lama Roy berjalan, dia lansung menuju Ruang kerjanya dan Komoe ke Kamar nya...


"Ckret!'


"Aku datang"Kata Roy lalu masuk.

__ADS_1


Luyina, Mio, maupun Tomoe yang memang lagi latihan dengan hadiah yang Roy berikan itu, nuansa ruang kerja nya terasa sepi sekali sekarang ini...


"Hah...tidak Ada mereka di sini, sepi sekali rasanya!"Dengan lemas Roy tetap berjalan ke meja yang sudah penuh dengan kertas itu, lalu mengerjakan nya Satu persatu.


***


Di area latihan Khusus...


"Haha, Kau lihat itu! Aku sudah menguasai nya 10%" Ujar Tomoe sambil berdecak pinggang.


"Cih! 10%? Lihat ini"lalu Mio mulai memperagakan isi buku yang dasar, tiba-tiba kelopak bunga Mawar muncul di kehampaan, tidak lama tercipta pedang di kehampaan sebangak 12 pedang.


Dengan mengangkat sedikit Alis nya tanpa berbicara Mio seperti meremehkan...


"Kau...!"Ujar Tomoe dengan mendengus kesal lalu melanjutkan latihan nya.


Luyina yang memang tidak mau ikut-ikutan dengan perdebatan mereka hanya diam Saja, sambil duduk memahami isi buku yang berada di ingatan nya sekarang.


Tidak lama setelah mengerti sedikit, Luyina mulai memperagakan nya juga...


"pusaran bilah angin"Gumam Luyina, Pedang yang di genggam Oleh Luyina berdengung lalu dia menebas Kan nya di kehampaan.


"Slas!"slas!"slas!" bilah angin itu memotong-motong boneka itu menjadi beberapa bagian, setelah semua nya hancur, Luyina menjentikan jari nya lalu pusaran itu menghilang di kehampaan.


Mio dan Tomoe melihat itu lansung ternganga.


"Luyina! apa Kau sudah memahami isi buku nya?"Ujar Tomoe dan di angguki Pelan Oleh Luyina.


Seketika mereka terjungkal kebelakang...


"Seperti nya Kita memiliki saingan Baru kak"Ujar Mio sambil menatap Tomoe.


"Ya, Kau benar, Aku tidak boleh kalah Dari nya!"Lalu Tomoe mulai berlatih lebih keras kembali di ikuti Oleh Mio itu.


Luyina yang melihat kakak-kakak nya seperti bersemangat kembali dia juga ikut latihan kembali tanpa memperdulikan dua orang itu yang bersaing satu sama lain...


***


satu hari berlalu...


"Apa kalian sudah selesai?" Ujar Roy sambil merapikan Baju khas bangsawan nya itu, dengan jubah panjang putih, garis emas, Dan banyak hiasan kecil bergantung di jubah, rambut di ikat kuda, menambah ketampanan Roy yang sekarang.

__ADS_1


Dan di balas anggukan singkat oleh semua bawahan Roy itu, sekarang Roy membawa, Luyina, Tomoe, Mio, Komoe, Dan Dua penjaga nya Wiw Dan Wuw.


Para wanita sudah berpakaian rapi dengan gaun indah panjang senanda dengan warna jubah Roy, Dan penjaga nya memakai zirah kebangsawanan khas Dunia ilusi itu.


Setelah itu Roy melangkah ke luar istana yang sudah di sediakan gerbong kuda khas Dunia ilusi itu, dengan mengulurkan tangan nya di kehampaan Tomoe menyelimuti kedua kereta kuda lalu hilang di kehampaan.


Di depan area masuk kekaisairan...


Dua kereta gerbong itu keluar Dari dalam kabut lalu mendekati area masuk kekaisairan.


Penjaga gerbang yang melihat 2 gerbong kuda, yang mewah Dan asing itu mulai melangkah maju...


Dengan mengeluarkan sedikit kepala nya Tomoe melihat Dua penjaga itu, lalu mereka menunduk hormat, tanpa banyak bicara mulai membukakan gerbang untuk mereka lewat itu...


"Howah...Mama, apa disini ada Taman bermain juga?"Ujar Komoe dengan mata berbinar sambil melirik kiri Dan kanan.


Karna mereka beda gerbong yang dimana Roy hanya sendiri Dan mereka semua berada di gerbong yang di belakang nya, di kendarai oleh Wiw itu.


Dengan sabar Tomoe menjelaskan apa saja yang dilihat oleh Komoe itu, Dan di balas anggukan antusias oleh Komoe.


Setelah semua nya di jelaskan dengan wajah yang cemberut...


"Humb..tidak ada Taman bermain disini, Komoe tidak suka!"Ujar nya dengan mengembangkan ke Dua pipi nya.


Semua bawahan Roy yang melihat tingkah Komoe, lansung tertawa...


"Haha...Yang penting Komoe, harus menjaga sikap saja, saat kita berada di istana itu nanti"Ujar Mio sambil menunjuk di mana Istana yang mulai kelihatan itu.


Tidak lama semua gerbong kuda mendekati area pintu tembok masuk Area istana itu.


"Tak!"Tak!"Tak!"Tak!" Dengan langkah yang anggun Dan tegas Roy Turun Dari kereta nya yang di bukakan oleh Wuw itu Dan di ikuti oleh bawahan nya yang keluar juga Dari gerbong mereka.


Dengan menggaguk singkat ke penjaga pintu masuk itu, Roy yang di kawal oleh Wuw, melangkah memasuki area istana di ikuti oleh bawahan nya.


Yang di setiap jalan mereka lalui berbaris prajurit dengan rapi nya seperti menyambut ke datangan mereka itu.


Di dalam aula pertemuan istana yang sedang Ramai-ramainya, semua orang yang berada disana mulai berkeringat dingin saat laporan tentang orang yang mereka tunggu sudah berada di istana.


Tidak lama Dari luar pintu ada Rombongan orang dengan perawakan tegas, mulai melangkah masuk tanpa memperdulikan mereka yang menatap nya.


"..."

__ADS_1


__ADS_2