
“Ctang…” Bunyi ujung tombak Ray yang terpantul akibat kerasnya Kristal sang monster.
‘Ha…!, tidak mungkin.’ Batin Ray sembari tubuhnya yang masih terserat melewati monster itu.
Setelah cukup jauh ia terseret, Ray bangkit dengan bahu kanannya yang mengalami luka. “Bagaimana bisa tombak yang aku buat tidak bisa memecahkan Kristal itu.” Ucapnya dengan tangan kiri yang memegang bahu kanan.
Melihat sang monster yang telah berhenti dan membalikkan badan kearahnya, Ray langsung bangkit berdiri dan mulai berlari lagi menghindari monster yang juga ikut berlari mengejarnya dari belakang.
‘Sial!, mengapa jadi begini. Aku kira Kristal yang berada tepat di dadanya itu merupakan Kristal yang mudah untuk dihancurkan, ternyata semuanya salah.” Sembari berlari dengan raut wajah kecewa.
‘Untuk sekarang aku harus menghindarinya dan memanjat ke atas pohon, dilihat-lihat makhluk itu tidak terlalu pintar dalam hal memanjat.’
Karena pertarungan jarak dekat tidak bisa dimenangkan oleh Ray, ia memilih untuk melanjutkannya dengan pertarungan jarak jauh.
Ray berlari dengan sangat kencang, karena memiliki tubuh yang cukup ramping, ia dapat berlari secepat kuda. Sembari berlari menuju pohon tempatnya bersembunyi, Ray menyempatkan untuk memutar tombak yang didepan menjadi kebelakang agar memudahkan Ray untuk memanjat dengan cepat.
‘Itu dia, pohon penyelamatku.’ Ucapnya memuji pohon besar yang sekarang tepat didepannya.
Dengan sekuat tenaga Ray melompat kearah pohon dan dengan cepat pula kedua tangannya langsung memegang dahan kayu teratas. Pada awalnya Ray berhasil memegang dahan kayu tersebut, akan tetapi karena hentakan yang cukup kuat, ia merasakan nyeri yang luar biasa pada bahu kanannya yang mengakibatkan tangan kanan Ray tidak bisa menggenggam dahan kayu itu lagi.
“Argh!.” Lengking suara Ray akibat rasa sakit pada bahunya.
‘Ah,mengapa aku harus cedera di waktu yang tidak tepat.’ Batin Ray dengan wajah kesakitan.
Dengan keadaan dimana ia bergantung menggunakan satu tangannya, Ray menyempatkan diri untuk melihat kearah monster yang sedang berlari kearahnya.
‘Sialan!, makhluk menjijikan itu sudah hampir sampai. Sekarang aku harus berusaha untuk mengangkat tubuh ini ke atas.’ Dengan sekuat tenaga, ia menarik tubuhnya untuk lebih tinggi ke atas pohon. Disaat permukaan atas dahan kayu sudah mencapai dadanya, Ray menggunakan lengan kanannya yang masih terasa sakit untuk membantunya naik ke atas.
“Argh!, aku merasa lengan kananku ingin patah.” Ucapnya dengan nada kesakitan.
__ADS_1
Sesampainya di atas, Ray langsung memegang erat pohon itu karena disaat bersamaan dengannya yang telah naik, monster itu juga tiba di bawah pohon tempat Ray berlindung.
Tanpa memberikan Ray kesempatan untuk beristirahat, monster itu langsung saja mengangkat kedua kaki depannya dan meletakkannya di batang pohon lalu menggoyangkan pohon itu dengan sangat kuat.
“A-aku harus bertahan, aku yakin ada waktu dimana makhluk sialan itu akan berhenti menggoyangkan pohon ini.” ucapnya dengan nada berantakan.
Dengan tubuh yang terombang-ambing seperti dihempas oleh kuatnya arus laut, Ray masih tetap tegar berdiri kokoh di atas pohon. karena sudah pernah mengalami kejadian yang sama seperti ini, Ray akhirnya mendapatkan kemampuan penyeimbangan tubuh.
‘Walaupun ini bukan sebuah skill khusus, aku tetap bersyukur mendapatkannya.’ Ucap Ray bangga dalam hati.
Melihat bahwa usaha sang monster tidak bisa menumbangkan Ray di atas sana, monster tersebut berhenti menggoyangkan pohon itu dan meletakkan kaki depannya kembali ketanah.
Merasa bahwa sang monster sudah kelelahan, Ray yang masih memegang erat pohon itu memberanikan diri untuk melihat kebawah pohon. Bukan rasa senang yang akan Ray dapat, melainkan rasa panik yang menyelimuti pikirannya.
Bagaimana tidak monster itu berhenti bukan karena kelelahan, melainkan ia melihat bahwa sang monster mulai menggali pada batang pohon yang dimana berniat untuk menumbangkan pohon tempat Ray berlindung.
‘Tidak, tidak, tidak…!, dia akan menumbangkan pohon ini. Sekarang aku harus bagaimana, dengan keadaanku yang sekarang, lari pun aku tidak akan bisa.’ Menggerutu dalam hati.
“A-apa ini?.” Tanya Ray kebingungan.
{Gunakan ramuan ini dengan meminumnya, maka sakit dan luka yang ada di tubuhmu akan sembuh.} Ucap suara perempuan yang berdengung di pikiran Ray.
“Kamu perempuan misterius yang waktu itu bukan?.”
{Benar, ini aku yang sudah membangkitkanmu kembali.}
“Mengapa disaat seperti ini kamu mau menolongku, bukannya kamu senang melihatku sengsara dan terus tersiksa hah?.” Tanya Ray dengan nada membentak.
{Bukan seperti itu Ray Frinson, aku mempunyai alasan mengapa aku tidak dapat muncul disaat kau terbangun dan tidak membantumu hingga akhir untuk melawan monster yang disebut dengan Nue itu.} Jawab suara misterius itu pada Ray.
__ADS_1
“Jadi mengapa kamu tidak membantuku dari awal, apa bagimu aku hanya alat untuk dipermainkan.”
{Tidak, kamu adalah manusia yang spesial Ray. Kamu bukan alat melainkan harapan yang akan mengubah dunia ini.}
“Jika aku adalah harapan, mengapa aku diperlakukan seperti ini?.” Tanya Ray kembali dengan air mata yang mulai terbendung.
{Ini semua bukanlah rencanaku, melainkan takdir. Tapi aku yakin dengan semua rasa sakit yang kau alami, kamu akan bertumbuh menjadi seseorang yang kuat Ray.}
“Baiklah, untuk sekarang aku tidak tau harus percaya atau tidak. Tapi ada satu pertanyaan lagi yang belum kamu jawab. Mengapa kamu tidak pernah menunjukkan sosokmu yang sebenarnya padaku?.”
Mendengar pertanyaan Ray yang terakhir, membuat gadis misterius itu terdiam sejenak. Akan tetapi melihat raut wajahnya yang bersungguh-sungguh ingin mendengarkan jawaban darinya, sang gadis misterius itupun menceritakan kenyataan yang sebenarnya pada Ray.
{Aku yang sekarang adalah sebuah Roh yang tidak dapat dilihat. Mungkin kamu tidak percaya, tapi dulu aku juga memiliki wujud nyata. Karena tubuh asliku telah dihancurkan oleh seseorang, aku hanya bisa bangkit dengan wujud roh lemah seperti sekarang ini.}
Mendengar penjelasan dari suara misterius itu, Ray terdiam dan tidak berani menanyakan siapa orang yang telah menghancurkannya.
{Baiklah, semua pertanyaanmu sudah kujawab. Sekarang aku hanya akan mengatakan tetaplah maju Ray, jangan mudah untuk menyerah. Aku yakin di perjalananmu nanti, kamu akan menemukan teman yang akan selalu menyayangimu dan tidak akan pernah meninggalkanmu!.}
Mendengar dorongan dari suara misterius itu, Ray mengangkat wajahnya dan menunjukkan senyuman tipisnya.
“Terimakasih sudah menjawab semua pertanyaanku, dan sekarang seperti yang kamu bilang aku hanya tinggal meminum ramuan ini, dengan begitu semua luka dan rasa sakit akan hilang.”
{Benar.} Saut suara misterius itu.
“Jadi setelah ini kamu akan pergi kemana?”
{Aku akan hancur untuk selamanya.}
Mendengar jawaban singkat dari suara misterius itu membuat Ray terkejut.
__ADS_1
“Apa!, kamu akan hancur?. Ta-tapi kenapa?.”