
‘Apa mungkin kemampuanku ditekan oleh barrier ini, tapi jika memang benar mengapa Roh itu berkata jika dirinya saat ini dapat menggunakan salah satu skil nya?. Apa mungkin juga aku tidak memiliki skil atau kemampuan khusus?.’ Saat ini didalam isi otak Ray hanya percaya atau tidak dengan argumen yang ia buat sendiri.
Penasaran Ray mulai memuncak, dirinya sangat ingin bertanya tentang tempat ia sekarang, dan mengapa ada barrier yang menutupi tempat ini sehingga membentuk kubah. akan tetapi semua pertanyaan itu hanya dapat disimpannya karena ia tau bukan waktu yang tepat untuk menanyakan hal seperti itu.
“Baiklah, sekarang bagaimana aku bisa mengalahkannya dengan kondisiku saat ini?” Tatapan Ray kembali ke mode serius.
‘Aku akan menyembuhkan kakak.’ Jawab Roh gadis kecil itu pada Ray.
Ray kembali memasang raut wajah datarnya, saat ini dirinya tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh sang Roh.
“Hei… sekarang aku tidak bercanda, aku serius. Lihatlah waktu, saat ini kita sudah menggunakan 12 menit waktu untuk berbicara, ditambah lagi dengan waktu dirimu menangis tadi. Waktu yang termakan sudah 20 menit untuk saat ini.” Ucap Ray yang saat ini dirinya tidak mau lagi utuk membuang waktunya.
‘Siapa yang bercanda, aku serius kakak!. Bukankah sudah kubilang aku sudah mendapatkan salah satu dari ketiga skilku?, dan sekarang aku akan menggunakan skil itu pada kakak.’ Jawab sang Roh pada Ray dengan suara jengkelnya.
“Mungkinkah skil yang kamu maksud adalah?...” belum melengkapi kalimatnya tersebut, Roh itu langsung memotongnya.
‘Skil yang bisa kugunakan saat ini yaitu skil penyembuh, skil ini disebut sebagai [Skil : Healing Re-generation]. Dimana ketika aku sudah menyembuhkan kakak, nanti tubuh kakak a-’
Ray memotong kembali kalimat sang Roh, dirinya tidak mau membuang waktunya yang berharga hanya untuk mendengarkan penjelasan tidak penting dari Roh itu.
“Baiklah, aku mengerti skilmu. Sekarang cepat sembuhkan aku, waktu kita sudah terbuang banyak.”
Mendengar kalimat judas Ray, Roh itu kembali cemberut. Dirinya merasa tidak dihargai oleh orang yang kini ia sayangi. Walau begitu, didalam hatinya, Roh itu juga merasa senang dengan semangat Ray yang kini kembali membara.
Tanpa berbicara lagi, di saat itu terlihat cahaya putih yang langsung terbang melesat ke arah Ray. Cahaya itu langusng saja masuk ke dalam tubuh Ray. Perlahan seluruh luka di tubuh Ray mulai menutup, yang membuat Ray kaget ialah luka di tangan kirinya. Luka itu juga ikut menutup cukup cepat, kedua mata Ray hanya dapat menyaksikannya dengan tatapan terkejut.
“Tidak mungkin!, luka separah ini dapat menutup cukup cepat.” Ucap Ray kagum dengan kemampuan milik Roh tersebut.
__ADS_1
Mendengar pujian Ray, Roh itu mendengus sombong.
‘He hem…, bagaimana, hebatkan?’ Tanya sang Roh dengan nada sombongnya.
“Kuakui, ini sangat hebat. Tapi… bagaimana bisa?”
Ray kembali menatap kagum ke arah Sang monster yang kini masih tetap diam mematung dihadapannya. Dengan pelan ia mulai bergerak untuk mengambil posisi duduk, kini tubuhnya sudah bisa digerakkan walau terkadang masih cukup terasa sakit ia rasakan.
‘Itu adalah skil utamaku, dimana skil itu bisa menutup segala luka, baik itu luka bakar seperti ditubuh kakak dan juga luka sayatan seperti ditangan kiri kakak. Luka itu semua akan sembuh secara permanen.’
Mendengar penjelasan sang Roh, Ray hanya dapat terdiam kagum. Dirinya tidak tau jika di dunia ini ada kemampuan seperti itu.
“Apa semua orang memiliki kemampuan seperti itu?” Tanya Ray penasaran.
‘Tidak!, hanya beberapa orang saja yang memiliki skil khusus seperti itu. walaupun banyak saat ini orang yang memiliki sihir penyembuh, itu hanyalah sihir penyembuh biasa. Mereka hanya bisa menyembuhkan luka ringan saja seperti luka bakar dan sayatan kecil, hanya saja luka itu akan meninggalkan bekas dan rasa sakitnya masih akan terasa.’ Jelas Roh itu untuk meyakinkan Ray tentang skil khusus miliknya.
Mendengar penjelasan panjang Roh tersebut, Ray tidak sadar jika seluruh luka ditubuhnya sudah sembuh. Bahkan luka yang cukup parah di tangan kirinya juga sudah sembuh, darah yang tadi mengalir cukup deras kini sudah terhenti. Rasa sakit yang ia rasakan juga sudah hilang sepenuhnya.
“Wah…”
‘Bagaimana kak!, aku hebatkan?’
Tanpa banyak alasan Ray sangat kagum dengan kemampuan yang Roh itu miliki, raut wajah Ray kini terlihat begitu senang.
“Baiklah, sekarang saatnya aku akan menghabisi monster itu. jadi apa kamu memiliki rencana agar aku dapat dengan mudah menghabisinya?” Tanya Ray kepada sang Roh yang berada didalam tubuh monster itu.
‘Kakak mungkin sudah tau bukan inti jiwa dari Roh ini?’
__ADS_1
Mendengar pertanyaan mudah Roh itu, tanpa berbicara Ray hanya mengangkat tangan kanannya dan menunjuk ke arah kristal merah yang terletak tepat di dada sang monster.
‘Benar!, jika kakak menghancurkannya maka semuanya akan berakhir, aku juga akan terbebas dari tubuh ini.’ Ucap Roh itu pada Ray.
“Baiklah… sekarang aku akan menghabisinya, tugasmu hanya membuat sang monster diam seperti itu hingga aku menghancurkan Kristal merah di dadanya.”
‘Tunggu!, semuanya tidak semudah yang kakak ucapkan’
Seketika Raut wajah Ray berubah datar. “Apa maksudmu?.” Tanya Ray atas ucapan Roh itu tadi kepadanya.
‘Coba kakak lempar sesuatu ke arah monster ini.’
Melihat batu kecil dibawahnya, Ray mengambilnya dan melemparkan batu itu tepat ke arah sang monster.
“Ctang!”
Bunyi pantulan terdengar cukup jelas dari batu yang Ray lemparkan, dirinya sekarang tau maksud kalimat yang diucapkan Roh tadi.
‘Ketika tadi aku sudah bisa untuk menghentikan sang monster, monster ini juga sudah lebih dulu menyadarinya dan langsung mengaktifkan [Skil: Barrier] milikku.’
Mendengar penjelasan sang Roh, Ray hanya dapat menatap cemas ke arah Nue. Dirinya sekarang paham jika tidak mudah untuk menghabisi makhluk mistis seperti itu.
“Jadi?, bagaimana caraku agar dapat mengalahkannya!.” Ray kembali bertanya, kini dirinya sudah siap jika memang harus berduel panas dengan sang monster.
‘Kakak harus mengalahkannya denga cara menghadapinya secara langsung, karena dengan cara itu skil Barrier milikku akan hilang dari pertahanannya saat ini.’
“berarti skil milikmu ini tidak bisa Nue gunakan dengan sepenuhnnya?, apa itu maksudmu.” Jelas Ray dengan nada bertanya.
__ADS_1
‘Kakak benar, dia hanya dapat menggunakannya sekali saja dan kesempatan itu telah habis. Jika kakak melawannya maka dia tidak akan memiliki perlindungan sama sekali, yang berarti kakak bisa dengan mudah untuk menghancurkan intinya.’
Ray kembali menghela nafas panjang, dirinya tau seberapa sulit untuk menghadapi makhluk itu jika melawannya seperti biasa.