Reinkarnasi Ke Dunia Lain

Reinkarnasi Ke Dunia Lain
Kembali menyatu


__ADS_3

“Ta-tapi kenapa, kenapa aku harus kembali ke tempat itu. apa tidak ada tempat lain selain tempat itu untukku berada?.” Tanya Ray dewasa yang kesekian kalinya.


“Tidak … itu adalah tempatmu sekarang. Kamu adalah orang yang telah terpilih. Berbeda dari orang mati lainnya, dirimu telah diberikan kehidupan untuk yang kedua kalinya.” Jawab Ray kecil kembali.


Dengan wajah takut dan menolak untuk pergi melewati portal itu, Ray hanya bisa kembali kekeadaan terpuruknya. Tubuh itu hanya bisa duduk dan menengkup kepala menggunakan kedua tangannya.


Dengan pelan, Ray kecil memeluk tubuh besar dirinya itu. Ia mengelus punggung yang telah lelah tegar akibat kejamnya keadaan.


“Tidak apa-apa, sekarang kamu tidak sendiri lagi. Ada aku yang akan terus bersamamu.”


“Aku tidak mau mendengarnya lagi, sudah cukup sekali saja aku dibohongi oleh kalimat yang sama. aku muak … aku muak … aku muak!.” Teriak Ray kencang.


Mendengar teriakannya, Ray kecil tau jika dirinya tidak pernah dibohongi. Tapi, Ray kecil tidak ingin mengatakan kebenarannya secara langsung, karena ia ingin dirinya yang dewasa inilah yang harus mengetahuinya sendiri.


“Jika kamu tidak percaya, angkat wajahmu dan lihat aku.”


Mendengar ucapan Ray kecil, Ray mengangkat wajahnya dan melihat tubuh kecil dihadapannya itu.


“Aku tidak berbohong, karena sudah saatnya aku kembali kedalam tubuhmu. Kamu sudah tau kalau aku adalah bagian dari dirimu, maka dari itu sekarang sudah saatnya aku menyatu denganmu. Aku hanya perlu izin darimu agar aku dapat masuk kedalam dirimu lagi.” Ucap Ray kecil.


“Benarkah? …” Tanya Ray dewasa.


“Benar!, sekarang kamu hanya perlu berdiri.” Pinta Ray kecil pada dirinya.


Ray yang tadi terduduk kini kembali berdiri menghadap Ray kecil. Ia menyeka airmata yang membasahi pelupuk mata dan pipinya itu.


“Sekarang kamu hanya perlu menggenggam tangan kananku lalu tutup matamu.” Pinta Ray kecil.


Ray dewasa mengangguk dan melakukan apa yang Ray kecil ucapkan kepadanya. Kedua tangan itu saling menggenggam. Tidak butuh waktu lama, kedua tubuh itu secara bersamaan mengeluarkan cahaya putih. Angin lembut mengelilingi keduanya, dan dengan bersamaan keduanya membukakan mata dan melepaskan genggaman tangan tadi.

__ADS_1


“Mengapa tubuhku mengeluarkan cahaya putih, dan juga tubuhmu sama bercahayanya denganku.” Tanya Ray dewasa penasaran.


“Akhirnya, kontraknya berhasil.” Ucap Ray kecil sambil tersenyum.


“Kontrak?.” Tanya Ray dewasa kembali.


“Benar … kontrak antara diriku dengan jiwamu. Jika kontraknya berhasil maka keduanya akan mengeluarkan aura yang sama, sekarang hanya tinggal menunggu saja hingga aku masuk kedalam tubuhmu.


Keduanya hanya dapat saling menunggu hingga salah satu dari mereka menghilang, tak tahan dengan caranya perpisahan itu, Ray dewasa mengambil beberapa langkah kedepan dan langsung saja memeluk tubuh kecil dirinya. Tak kuasa airmata Ray dewasa kembali terbendung hingga akhirnya terjatuh, ia menangis sambil memeluk tubuh kecil yang begitu hangat.


“Apa aku harus berjuang untuk kehidupan keduaku ini?, apa tidak ada cara lain untukku menghindarinya.” Tanya Ray dewasa disertai dengan tangisnya.


“Hei … bukankah kamu yang memilih untuk hidup kembali, dan juga dirimu sudah memiliki janji bukan?. Jangan pernah mengkhianati janjimu, karna yang aku tau diriku yang dewasa adalah orang yang selalu menepati janjinya. Dan satu lagi, gunakan kehidupanmu yang kedua ini menjadi caramu untuk mengubah sebuah takdir.”


“Mengubah takdir?, bagaimana bisa aku mengubah sebuah takdir yang telah tertulis. Tapi … karena ini adalah permintaanmu maka akan aku lakukan jika itu harus merenggut kembali nyawaku.” Ucap Ray dengan suara yang begitu lembut.


“Sudah waktunya.” Ucap Ray kecil sembari menunjukkan senyum manisnya.


“Hm …” Balas Ray dewasa yang juga ikut tersenyum kepada diri kecilnya itu.


Dengan perlahan tubuh Ray kecil membias menjadi sebuah kumpulan cahaya putih dan mulai memasuki tubuh Ray dewasa. Terasa hangat bagi Ray ketika cahaya itu mulai diserap oleh tubuhnya, ia merasakan kekosongan yang selama ini hilang telah kembali lagi. Kedua tangannya mengepal dan menyentuh dadanya, terlihat ia tersenyum sambil menangis pasrah akan hilangnya diri kecilnya itu.



Berdiri sendiri dibawah jajaran bintang-bintang yang menerangi kegelapan, begitulah yang terlihat pada Ray sekarang. Aurora yang tadinya diam diatas, secara perlahan bergerak seolah-olah sedang menari untuk menghibur Ray yang masih terlihat bersedih.


“Indah … tempat ini begitu nyaman untuk menyendiri, tapi aku juga tau jika hanya hidup sendiri disini. Suatu saat hati akan merasa kesepian jika terlalu lama sendiri, begitulah yang kau rasakan selama ini. Maafkan aku yang telah membuangmu dari dalam diriku.”


Tubuh besar itu kembali berdiri, ia menatap kearah portal yang berada tidak jauh dari dirinya saat ini. Walau terasa berat baginya untuk melangkahkan kakinya, tapi kaki itu juga dilangkahkannya dengan perlahan sambil tersenyum.

__ADS_1


Awalnya memang terasa begitu berat, setelah beberapa langkah ia berjalan, berat itu terasa mulai menghilang.


‘Aku akan memenangkan pertarungan ini … aku akan mengubah semua takdir pahit itu. tidak ada kata untuk menyerah bagiku saat ini, walau jalan yang kutempuh akan begitu sulit tapi aku akan tetap berusaha untuk mengakhiri penderitaan itu.’ ucap Ray dalam batinnya.


Karena sudah merasa ringan, Ray dengan enteng bisa berlari cepat ke arah portal didepannya. Selama berlari, senyuman itu tak pernah pudar, terlihat jika sekarang dirinya tidak merasakan rasa sakit didalam hatinya.


‘Aku akan menggapai semua yang kuinginkan...’ Seru Ray dalam batinnya sembari melompat kedalam portal.


Tubuh itu masuk kedalam portal dan menghilang dengan cepat, portal itu juga ikut menghilang bersamaan dengan Ray.



“Hah…!” Ray sekarang berdiri diatas dahan kayu yang disinggahinya. Dirinya melihat bencana yang sedang bangkit dihadapannya itu. tidak merasa takut lagi, Ray yang sekarang terlihat cukup tenang melihat bencana itu.


“Akhirnya aku sudah kembali lagi, terasa sudah begitu lama aku meninggalkan dunia ini. Tapi entah kenapa tidak ada yang berubah.” Ucap Ray yang masih diam berdiri didepan sang bencana.


Ia menyempatkan diri untuk melihat sekelilingnya untuk memastikan yang dipikirannya sekarang, tidak lupa juga dirinya melirik kedua tanganya.


“Ternyata dugaanku benar, ketika jiwaku berpindah ternyata waktu ditempat ini berhenti.” Ujar Ray pada dirinya sendiri.


Auman yang cukup keras terdengar dari sang bencana. Melihat itu, Ray menodongkan tombak yang ia genggam di tangan kanannya dan mengarahkannya ke arah Nue yang sedang bertransformasi.


“Hei kamu … roh yang terperangkap didalam tubuh sang bencana, apa tidak apa-apa jika aku membunuh monster jelek ini.” Tanya Ray.


Mendengar apa yang di ucapkan Ray membuat Roh dalam tubuh Nue itu senang. sudah ribuan tahun mereka terperangkap didalam sana, walau sudah berusaha tapi tetap tidak bisa untuk keluar.


“Tidak apa-apa kakak, jika monster ini terbunuh maka kami dapat terbebaskan.” Jawab Roh itu pada Ray.


“Baiklah … mari kita mulai pertarungan yang sebenarnya!.” Ucap Ray sembari menurunkan tombaknya itu.

__ADS_1


__ADS_2