Reinkarnasi Ke Dunia Lain

Reinkarnasi Ke Dunia Lain
Penderitaan diatas pohon


__ADS_3

Ray yang sudah sangat lemah akhirnya terduduk sembari memeluk batang pohon, secara perlahan ia mulai melepaskan batang pohon yang ia peluk sedari tadi. akan tetapi ketika ia mulai terjatuh kebawah, kedua kaki Ray masih mengerat dengan kuat di dahan pohon itu. dengan posisi tubuhnya yang sekarang tergantung dengan posisi kepala yang mengarah ke bawah.


Melihat Ray yang sudah tergantung di atas, monster itu berhenti menggoyangkan pohon dan melompat ke arah Ray untuk menariknya ke bawah. akan tetapi jarak antara monster dengan Ray yang tergantung di atas masih cukup jauh. Dengan posisi tubuh Ray yang sekarang, ia mulai tersadar.


"Ugh... dadaku terasa sakit, aku sangat kesulitan untuk bernafas." Ucapnya sambil membuka kedua matanya secara perlahan. Kesadaran Ray masih belum kembali sepenuhnya, pandangannya masih buram sehingga ia tidak tau bahwa keadaan nya sekarang sedang terancam.


“Ke-kenapa bumi ini terasa terbalik?. Aku merasa seluruh darah di tubuhku naik ke atas kepalaku ini.” Secara bertahap, kesadaran Ray mulai terkumpulkan. Sejenak ia merasakan kedua tangannya terangkat ke atas.


Dibalik keadaan Ray yang sekarang, monster yang masih di bawah terlihat berusaha untuk menarik Ray kebawah. Karena jarak yang masih cukup jauh, monster itu menggunakan ekornya yang cukup panjang untuk melilit tubuh Ray agar dapat ditarik kebawah. Akan tetapi sang monster tetap juga belum bisa menjangkau Ray.


Waktu terus berjalan dan belum ada hasil yang di peroleh oleh Ray. Keadaan antar kedua pihak masih sama dimana sang monster yang belum berhasil menangkap Ray untuk dijadikan santapan dan Ray yang belum menghabisi monster tersebut agar dapat membuka skill pertamanya.


Setelah cukup lama tergantung dan dengan kesadaran yang tadi belum pulih, Ray akhirnya mendapatkan seluruh kesadarannya kembali. Tubuh Ray yang tergantung mulai bergoyang akibat gerakan yang ia timbulkan.


Ray mengerakkan kepalanya untuk melihat kebawah. setelah berhasil, ia memandangi keadaan yang sedang terjadi dibawahnya itu. Seketika itu tubuh Ray membeku.


‘Mati, aku benar-benar akan mati sekarang!. Bagaimana tidak, monster sialan itu tepat dibawah kepalaku sekarang ini, batin Ray seraya kedua matanya terbelalak melihat betapa dekatnya ia sekarang dengan monster tersebut.


Melihat gerakan yang ditimbulkan oleh Ray tadi, monster tersebut mulai agresif memanjat untuk menerkam Ray yang bergelantungan di atas pohon. Kepanikan yang sangat besar secara langsung menyerang pikiran Ray saat ini.

__ADS_1


“Argh… jangan jangan jangan, aku tidak enak untuk dimakan.” Teriak Ray pada monster tersebut.


Ada satu hal yang Ray tidak ketahui dimana monster tersebut sangat sensitif terhadap suara dan akan membuatnya lebih agresif.


Mendengar suara teriakan Ray, monster itu mengaum cukup kuat dan menciptakan angin yang cukup kencang. Berkat angin tersebut, tubuh Ray yang tadi bergelantung akhirnya berputar ke atas sehingga posisinya kembali ke posisi semula.


“A-aku sekarang tidak bergelantung lagi. Hah ternyata Tuhan masih menyayangiku sehingga ia menciptakan angin yang tadi untuk menolongku yang sedang terancam punah.” Ucap Ray sembari melipat kedua telapak tangannya seperti sedang memanjatkan doa.


Berkat kejadian yang menurut Ray sebuah pertolongan dari Tuhan, ia mengambil sikap berlutut dan memandang keatas seraya air matanya bercucuran keluar.


secara tiba-tiba cahaya yang cukup terang menerangi sekujur tubuh Ray seperti sebuah berkat yang turun dari langit. Akan tetapi itu hanya cahaya matahari biasa dimana dedaunan yang menutupi seluruh bagian dalam pohon berguguran akibat goyangan yang dibuat oleh monster tadi. Sehingga cahaya matahari yang masuk terlihat seperti sebuah cahaya illahi.


Melihat keadaan yang cukup tenang di atas pohon, monster tersebut kembali melilitkan ekornya dan menggoyang pohon itu kembali. Ray yang tenang berlutut seperti sedang diberkati secara langsung ikut bergoyang sehingga keseimbangannya ambruk. Ia kembali memeluk pohon itu lagi.


Mendengar suara teriakan Ray, monster itu menggoyangkan pohon itu semakin keras. Ray yang di atas terlihat seperti sebuah kain bergoyang yang tersangkut di pohon.


“Jangan membuatku mual kembali monster jelek. aku tidak mau bergelantungan seperti tadi, itu membuatku pusing.”


Setelah cukup lama menggoyangkan pohon itu, sang monster melepaskan lilitan ekornya pada batang pohon untuk menghentikan guncangan yang dibuatnya.

__ADS_1


Secara perlahan, monster itu berjalan menjauhi posisi Ray dan menuju kearah danau. “huh… akhirnya berhenti juga.” Ucap Ray yang kembali terlihat lemas.


“Kenapa dia berhenti?, apa jangan jangan monster itu sudah kelelahan menggangguku. Aku tidak menyangka, pohon sebesar ini dapat ia gerakkan. Aku mengakuinya sebagai monster kelas bencana.”


Setelah menghela nafas panjang, Ray menoleh kebawah untuk melihat keadaan yang sedang terjadi. Ia melihat bahwa monster tersebut tidak ada di bawah pohon.


“kemana monster sialan itu pergi, setelah membuatku seperti ini dia langsung melarikan diri. Aku tidak akan mengampuninya, aku akan menghabisi monster sialan itu.” Umpat Ray sembari mengeluarkan seluruh dendam amarah yang ia sudah tahan dari tadi.


“Eh tunggu sebentar, itu bukannya jejak kaki milik monster jelek tadi yah?. Arah jejak itu menuju ke danau.” Ucap Ray sembari melihat mengikuti arah jalan jejak monster tersebut.


Pandangan Ray terhenti pada lokasi pemberhentian sang monster. Ia melihat monster itu tepat di pinggir danau sedang minum.


‘ternyata monster sebesar dan sekuat itu butuh minum juga yah?. Aku kira dia tidak memerlukan minum. Ah bodoh, mana ada makhluk hidup yang tidak memerlukan minum. Lagi pula dia tergolong kedalam makhluk hidup juga.’ ungkap batin Ray sembari tangan kanan Ray memegangi kepalanya.


Melihat pemandangan yang ada di depannya, Ray mengamati pergerakan monster tersebut dari atas pohon. Karena terlahir di dunia yang berbeda dengan dunia pertamanya, Ray mendapatkan keunggulan dengan tubuh baru itu. Dimana Ray dapat melihat dengan jarak yang cukup jauh dan juga jelas sehingga mengamati monster itu dari kejauhan bukan masalah bagi Ray.


“Bukan hanya kepalanya saja yang minum, ekor monster itu juga dapat meminum air itu. Ternyata benar ekornya dapat hidup. Mungkin saja dalam satu tubuh terdapat 3 jenis hewan, benar benar monster yang cukup aneh.” Ucap Ray yang sedari tadi memperhatikan monster itu.


Merasa bahwa monster itu akan kembali, Ray berjalan ke bagian dahan pohon paling ujung dimana ia menyimpan alat yang akan digunakan untuk melawan monster tersebut.

__ADS_1


“Baiklah untuk peralatan menyerang, aku akan ambil dan meletakkannya di sampingku agar aku lebih mudah memberikan serangan beruntun.”


Setelah sampai di ujung dahan pohon tempat Ray menyembunyikan seluruh tombak buatannya, ia langsung panik karena seluruh tombak itu sudah hilang dan tidak ada satupun yang tersisa.


__ADS_2