Reinkarnasi Ke Dunia Lain

Reinkarnasi Ke Dunia Lain
Pertarungan awal


__ADS_3

Dengan senang Ray membuka satu persatu kelapa yang telah ia petik. Ia meminum air kelapa yang ia petik dengan sangat rakus.


Diseberang danau yang cukup dekat dengan tempat Ray sekarang, ada sosok monster hitam yang sedang memantaunya dari tadi. Walaupun begitu Ray masih belum sadar akan sosok itu. Ia hanya fokus untuk menikmati makanan yang ia ambil.


“Hmp… haa… Terima kasih atas makanan nya.” Ucap Ray sembari membereskan kulit kelapa yang berserakan. Ray yang bangkit berdiri dan berjalan menuju danau untuk mencuci tangan dan juga mulutnya yang lengket akibat air dan daging kelapa yang ia makan.


“Akhirnya kenyang juga, untung disini ada buah kelapa yang tumbuh jadi aku bisa mengambilnya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana keadaanku jika belum memakan apapun. Mungkin saja aku akan mati ditempat ini.”


Sembari membasuh tangan dan wajahnya, Ray masih memikirkan tujuan selanjutnya kemana ia akan pergi. Akan tetapi sebelum itu, ia juga memikirkan jalan untuk pergi dari tempat ia sekarang tinggal.


Setiap Ray melihat sekelilingnya, ia merasa bahwa tiap sudut danau itu sangatlah persis seperti sebuah pantulan gambar.


‘Setelah mengamati tempat ini cukup lama, entah kenapa seperti sebuah kurungan. Ha! Kalau tidak salah namanya kubah, Karena ini sangat aneh, setiap sudut tempat ini sangatlah sama persis. Bahkan bagian yang ada di depanku sekarang sangat sama seperti bagian yang ada dibelakang ku sekarang ini.’ Batin Ray bermonolog.


Setelah Ray selesai membasuh bagian yang terasa lengket pada tubuhnya, ia pun beranjak keluar dari danau.


Secara tiba-tiba, Ray mendengar bunyi daun kering yang terinjak. Ia langsung menoleh kearah seberang danau.


‘Suara itu!, aku yakin itu suara daun yang terinjak. Bagaimana mungkin daun kering bisa bersuara sendiri jika tidak diinjak oleh sesuatu.’ Ray yang menyimpulkan dalam hati sambil menatap tajam ke depan.


Secara perlahan Ray memberanikan diri untuk berjalan kearah suara tadi. Setiap langkah yang Ray ambil semakin berat, ia mulai ketakutan dan mulai berfikir hal-hal negatif.


Ditengah langkah nya, ia berhenti dan memutuskan untuk tidak terlalu dekat dengan sumber suara. Karena Ray berfikir jika ia terlalu dekat, mungkin dirinya akan langsung tertangkap oleh sosok yang ada di balik semak-semak itu.

__ADS_1


‘Jika yang dibalik semak gelap itu adalah hantu, bagaimana aku bisa menghindarinya. Aku yang sekarang tidak tau apa kemampuan yang kumiliki.”


Ray yang ketakutan mengambil kayu yang tepat disampingnya dan menjadikannya senjata untuk bertahan dan melawan sosok yang ada dibalik semak tersebut.


“Hei… kamu yang ada di balik semak-semak, cepat keluar. Aku tau kamu bersembunyi dibalik itu. Mana mungkin suara daun kering yang terinjak tadi dibuat oleh angin.” Teriak Ray dengan keras dengan kedua tangannya memegang erat kayu yang ia ambil tadi.


Setalah cukup lama menunggu, Ray yang tidak tahan lagi melemparkan kayu yang ia pegang kearah semak-semak itu. Secara langsung, sosok yang tadi mengawasi Ray akhirnya keluar.


Keluarnya sosok itu dari semak membuat Ray terdiam dan ketakutan. Bukan karena Yang keluar itu adalah hantu maupun manusia.


“Tidak… tidak mungkin, i-itu itu kan monster.” Ucap Ray dengan nada terbata-bata.


Setelah melihat Sosok asli yang dibalik semak tersebut, Ray melangkah kebelakang secara perlahan sambil gemetaran. Pasalnya yang keluar itu adalah Seekor Nue yaitu monster dengan kepala kera besar, badan singa dan bagian ekornya yaitu seekor ular.


“Ba-bagaimana bisa aku tidak menyadari kehadirannya disini. Bahkan monster ini bisa tidak bergerak begitu lama agar tidak diketahui olehku.”


Secara perlahan Monster itu mendekati Ray seperti ingin menghabisinya. Ray yang berkeringat dingin dan takut langsung berdiri lalu berlari.


“Persetan…! mengapa jadi seperti ini, kenapa aku dihidupkan kembali ditempat seperti ini. Kumohon jangan kejar aku makhluk brengsek, aku bukan santapan yang lezat.” Teriak Ray keras sambil ketakutan.


Ia berlari dengan sangat cepat untuk menghindari monster tersebut. Semakin cepat Ray berlari, semakin cepat pula monster itu mengejar Ray.


“TIDAK TIDAK TIDAK…! aku tidak mau mati disini. Kumohon monster jelek berhenti lah mengejarku.”

__ADS_1


Setelah cukup lama dikejar oleh Monster itu, Ray berlari ke pohon tinggi yang cukup dekat dengan posisinya. Ia melompat kebatang pohon itu dan memanjatnya hingga kebagian paling atas.


Setelah sampai di puncak pohon, Ray memandang kebawah melihat monster besar itu dari jarak yang cukup jauh.


“Akhirnya aku bisa menghindarinya, dasar makhluk jelek, kotor, beraninya sama yang lemah.” Ucap Ray menghina monster yang berada tepat dibawahnya.


‘Untung dia tidak bisa memanjat, kalau seandainya ia ahli dalam memanjat, mungkin aku sudah mati di terkam dan dijadikan makan malamnya.’ Gumam dalam hati.


Ray yang sudah kelelahan karena baru selesai kejar-kejaran dengan monster tersebut, langsung membaringkan tubuhnya didahan pohon yang cukup besar sehingga dapat beristirahat dengan tenang.


‘Disetiap komik dan novel yang kubaca ataupun film fantasi yang aku saksikan di tv, biasanya para Reinkarnator akan diberikan kemampuan yang luar biasa untuk bertahan hidup. Tapi… tapi kenapa aku tidak memilikinya sama sekali.’ Batin Ray bersungut dan mengeluh akan keadaan yang ia alami saat ini.


“Dasar, aku ditipu oleh orang yang telah menghidupkanku kembali. Baik itu malaikat atau dewa sekalipun aku sangat membencinya, apakah mereka pikir hidupku ini sebuah permainan yang dijadikan tontonan.”


Setelah Ray menyatakan kebenciannya, ia langsung diam dan mulai merenungkan sesuatu. Wajah Ray yang tadi panik secara tiba tiba berubah menjadi muram.


“Kenapa aku selalu dipermainkan. Di kehidupanku dulu, aku selalu dipermainkan, dikucilkan dan juga di jahili. Apakah nasibku yang sekarang akan sama seperti kehidupanku dulu. Aku pikir, aku memang dilahirkan agar jadi bahan tontonan dan bahan jahilan.” Secara perlahan, air mata Ray mulai terbendung.


“Hmm, padahal ketika aku bertemu dengan sosok misterius itu, aku kira semua yang ia katakan akan menjadi kenyataan. Bahkan ia berkata aku akan hidup bahagia di dunia baru ini, nyatanya tidak. Memang takdir itu tidak bisa diubah, karena takdir telah tertulis didalam diri ini yaitu aku adalah manusia yang paling menyedihkan.” Setelah mengucapkannya dengan senyuman tipis, air mata yang sudah tidak bisa ditahan lagi akhirnya menetes


Ray mengangkat tangan kanannya dan menyentuh pipinya yang basah akibat air mata yang melintas untuk terjatuh.


“Dasar Ray bodoh, untuk apa menangis coba, karena yang salah itu adalah aku sendiri. Aku yang setuju untuk hidup kembali, aku yang setuju untuk menerima tugas mengubah dunia ini, dan nyatanya aku dihidupkan untuk menerima kesengsaraan ini.” Ray menyimpulkan keadaan yang sekarang menimpanya.

__ADS_1


“Hah… apa aku menyerah saja dan memberikan diriku dimangsa oleh monster yang dibawah itu. Karena berusahapun akan sia-sia dengan keadaanku yang sekarang.”


Keputus asaan menyelimuti pikiran Ray, ia memandang kebawah dan melihat bahwa monster itu masih menunggunya.


__ADS_2