Reinkarnasi Ke Dunia Lain

Reinkarnasi Ke Dunia Lain
Pertarungan yang sebenarnya (1)


__ADS_3

Ray melihat ke arah Nue yang masih bertransformasi dengan senyuman liciknya, bagi Ray tidak akan ada lagi kata untuk menyerah. Dirinya yang sekarang adalah seorang pria yang akan mewujudkan seluruh harapan yang telah di percayakan kepadanya.


Ray menggeser kaki kanannya itu kedepan dengan postur tubuh tegak dan tombak yang mengarah tepat ke arah monster didepannya. Angin berhembus dari arah timur ke barat yang diakibatkan oleh efek Coriolis bumi sehingga penampilan Ray saat ini begitu memukau.


Dengan tatapan tajam yang dimiliki Ray, membuat dirinya dapat dengan mudah mengamati bagian yang perlu diserang agar mudah untuk dikalahkan.


‘Walau tubuhnya masih dalam pertumbuhan, kemampuan yang dimilikinya sudah begitu kuat!. Bahkan jika dibandingkan, dirinya dapat menghancurkan tempat ini dengan sangat mudah. Aku tidak mengerti mengapa monster itu tidak mau menghancurkan tempat ini, dan untuk apa dia mau bersusah payah harus berubah dengan utuh jika kemampuan sihirnya sudah cukup untuk membunuhku!.” Simpul Ray dalam batin.


Seketika Ray terpaku pada satu bagian tubuh Nue yang masih belum sempurna. ‘Dari seluruh bagian tubuhnya, hanya bagian sayap saja yang belum sempurna.’ Batin Ray.


Awalnya dirinya tidak terlalu peduli dengan pertumbuhan sayap monster tersebut, akan tetapi ia merasa ada hal aneh pada pertumbuhan sayap sang monster.


‘Aku merasa energi sihir berkumpul dibagian sayap itu, entah ini benar atau tidak sepertinya sayapnya sedang menyerap energi sihir yang berada didalam tempat ini!.’ Batin Ray menyimpulkan


Ray memfokuskan pandanganya pada satu titik, cukup sulit baginya melihat kebenaran yang sedang ia pikirkan. Walau masih belum memiliki sebuah skil khusus, dirinya tetap bertekat untuk terus berjuang jika memang kemenangan untuk dirinya adalah 0%.


“Aku tidak bisa melihatnya, tapi firasatku berkata bahwa aku harus menghancurkan sayapnya.” Ucap Ray.


Dengan tekat yang kuat, Ray melompat dari atas pohon dan mendarat tepat dibawah tanpa terluka.


‘Aku sudah mulai terbiasa dengan tubuh ini, dan juga kemampuan bertahan tubuh ini cukup tinggi. Dari ketinggian pohon ini kemungkinan besar jika seseorang terjun kebawah mungkin akan mendapatkan cedera yang cukup serius. Hah … sudahlah, bukan saatnya aku memikirkan hal sepele itu, sekarang aku harus fokus untuk bertarung melawan monster ini.’ Batin Ray sembari menegakkan posisi tubuhnya dan mencabut tombaknya yang tertancap.


Dirinya melangkah mendekat ke arah sang monster, karena membutuhkan energi dan waktu untuk berevolusi, kini monster itu tidak menyadari jika Ray berada cukup dekat dengannya.


“Baiklah … mari kita mulai!”


Setelah mengucapkan kalimat singkat itu, Ray memutar tombaknya dan berlari kencang menghadang sang monster.

__ADS_1


Suara langkah kakinya tidak terdengar akibat angin yang berhembus mengelilingi tubuh monster tersebut.


Tepat berhadapan dengan sang monster, Ray dengan cepat berbelok ke arah belakang dan mengincar sayap kanan sang monster. Dirinya kini tersenyum ketika kesempatan besar itu datang padanya.”


Setelah tepat berada di bagian belakang sayap yang ia incar, Ray melompat tinggi dan mengayunkan tombak yang ia genggam dengan sekuat tenaga.


“Terputuslah!...” Teriaknya dengan kencang.


Ujung tombak itu tepat mengenai batang sayap sang monster, akibat gesekan yang keras menyebabkan ujung tombak mengeluarkan percikan api. “AGRH…” Teriak Ray.


“Crack … Ctass…” Bunyi sayap Nue yang telah terlepas dari tubuh utamanya.


Tak disangka Ray berhasil memotong sayap kanan sang bencana. “Berhasil!...” Ucapnya bahagia.


Kesenangan itu hanya sementara dirasakan Ray, setelah sayap sang monster terputus tiba-tiba terjadi ledakan yang cukup keras di area pangkal sayap yang terputus tadi. Tidak seperti ledakan biasanya yang mengeluarkan api, ledakan ini hanya mendorong tubuh Ray menjauh dari sang monster.


“Ugh… Apa yang terjadi.” Ucapnya sembari bangkit berdiri. Ia melihat bahwa sang monster telah menghentikan evolusinya.


“Grargh…” teriak kencang Nue yang membuat tanah bergetar dan diikuti angin kencang yang menghempas seluruh benda yang berada didekatnya.


“Akhirnya kamu sadar juga.” Senyum licik Ray tersirat jelas ketika melihat sang monster sadar kembali.


Tubuh sang monster tiga kali lebih besar dari tubuh awalnya, walau begitu Ray tetap tidak merasa takut untuk melawanya.


Nue yaitu sang monster memutarkan tubuhnya dan menghadap Ray, keduanya saling memandang satu sama lain. Akibat evolusi yang gagal mengakibatkan tubuh sang monster terlihat kehilangan keseimbangan, walaupun begitu dimata Ray, monster itu tetap mengalami perubahan besar. Energi sihirnya melonjak meningkat dan bahkan level ketahanan tubuhnya juga ikut meningkat.


“Walau begitu, aku akan tetap menghabisimu.” Ucap Ray sembari memutar tombak yang ia genggam.

__ADS_1


Diatas mereka awan mulai berkumpul dan menutupi matahari, wilayah itu terlihat sunyi dan cukup gelap. Bagi mereka berdua, keadaan disaat ini sudah cukup menggambarkan pertarungan sengit yang akan terjadi.


Ray mengambil langkah pertama untuk lebih dekat dengan sang monster, dan sang monster juga ikut berjalan menghampiri Ray.


“Baiklah, mari kita mulai.” Setelah mengucapkan kalimat itu, Ray langsung mengambil langkah lari menerjang sang monster.


Kecepatan Ray meningkat drastis setelah apa yang ia alami didunia bawah sadarnya, kembalinya serpihan jiwa Ray yang hilang membuat dirinya melupakan seluruh keputus asaan yang pernah dialaminya. Ray yang sekarang bukanlah Ray yang mudah menyerah, melainkan Ray yang akan mengubah semua takdir yang telah dipercayakan kepadanya.


Melihat Ray datang menerjangnya, Nue memberikan serangan kepada Ray dengan menembakkan listrik dari tanduknya.


Melihat serangan itu, Ray langsung menghindar. “Akhirnya kamu mengeluarkan serangan jarak jauh juga.” Ujar Ray. Setelah itu Ray kembali berlari lurus dan menghindari seluruh serangan yang diarahkan kedirinya.


Terkadang tiap serangan yang datang menghadangnya juga mengenai Ray, terutama radiasi medan listrik ketika telah menyentuh tanah langsung meledak dan menyambar mengenai tubuh Ray.


Walau begitu tekat Ray tetap tidak padam, setelah tepat berhadapan dengan sang monster, Ray tidak langsung menyerang inti tubuh sang monster.


Melihat Ray yang sekarang berada tepat dihadapannya, Nue melepaskan serangan kedepan. Dengan cepat serangan itu mendarat ditempat Ray berpijak dan menghasilkan ledakan yang cukup besar. Akibat ledakan itu, tercipta asap hitam yang menutupi pandangan Nue.


Secara perlahan asap mulai menghilang dan Nue langsung melihat serangan yang diluncurkannya tadi kepada Ray. tidak ada apa-apa dihadapannya selain lubang akibat ledakan tadi.


“Satu lagi… terputus lah!.” Terdengar teriakan Ray dari arah belakang Nue. Dengan satu dorongan kuat, Ray melompat tinggi. Sekuat tenaga kedua tangannya menggenggam erat batang tombak dan dengan tenaga yang kuat juga dirinya mengayunkan tombak itu ke arah sayap kiri sang monster.


Hantaman yang begitu dahsyat menghasilkan percikan api diantara ujung tombak Ray dengan sayap sang monster. Sekali lagi sayap itu terputus disertai dengan tombak yang Ray gunakan juga ikut patah.


‘Berhasil!...’ batin Ray.


Terputusnya sayap sang monster mengakibatkan ledakan yang sama dan membuat tubuh Ray terpental cukup jauh.

__ADS_1


__ADS_2