Reinkarnasi Ke Dunia Lain

Reinkarnasi Ke Dunia Lain
Pertarungan yang sebenarnya (8)


__ADS_3

“Sepertinya kata ‘Mudah’ yang kau ucapkan itu harus di hilangkan, kau sudah lihat seluruh pertarungan kami bukan?. Kali ini aku tau jika makhluk itu pasti memiliki skil unik lainnya, dan aku juga tidak tau kapan skil itu akan ditunjukkannya.” Ray kembali ke keadaan murungnya, karena dia tau tidak semudah itu mengalahkan sang monster.


Suasana seketika sunyi, hanya terdengar suara angin pelan berhembus saja. Ray melihat kedua tangannya, walau sudah pulih kembali, dirinya masih teringat akan serangan brutal yang diluncurkan monster itu kepadanya.


‘Kakak tenang saja, aku yakin sekarang pasti lebih mudah karena-’ belum sempat melengkapi kalimatnya, Ray langsung memotongnya dengan raut wajah kesal.


“Bagaimana bisa aku dengan mudah mengalahkannya, apa tadi kau melihat semua serangan yang di luncurkannya untuk membunuhku?. Baiklah!... sekarang akan aku beritahu satu kebenaran yang dari tadi belum kukatakan kepadamu. Aku ini orang lemah, bukan seperti manusia atau makhluk lainnya aku ini tidak memiliki s-”


‘Kakak tidak memiliki skil khusus bukan?’ Tanya Roh itu memotong ucapan panjang Ray.


Seketika Ray terkaget, tubuhnya membeku dengan kedua mata yang masih terpaku melihat kedua tanganya. Rasa cemas terlintas dibenak Ray, kini ia tidak bisa berkata apa-apa dan hanya pasrah dengan kebenaran yang Roh itu ucapkan.


‘Kakak tidak perlu takut soal itu, sebenarnya aku sudah tau dari awal. Semenjak kakak bertarung dengan Monster ini, kakak tidak mengeluarkan serangan sihir apapun. Awalnya aku tidak tau jika kakak tidak memiliki kemampuan khusus, tapi ketika Nue meluncurkan serangannya dan menunjukkan skil khususnya, kakak sama sekali tidak membalas dan bahkan hanya menghindar saja dan disitulah aku tau jika kakak tidak memiliki kemampuan khusus.’


Mendengarkan penjelasan Roh sang gadis kecil membuat Ray hanya terdiam. Semenjak ia kembali dari alam sadarnya, Ray bertekat agar tidak menangis lagi. Tapi tekat itu kini telah hancur sepenuhnya, air mata yang tak terbendung akhirnya terjatuh. Tangis itu sangat terlihat jelas oleh sang Roh, Pria yang didepannya sekarang menangis tanpa suara.


Laki-laki memang dilarang menangis dengan masalah berat yang ia alami, tapi bagi Ray tangisnya itu berbeda, karena dirinya menangis sebab tidak bisa berguna sama sekali.


“Aku.. aku adalah pria yang tidak berguna, dari tadi aku hanya berlagak sok kuat. Selama ini aku hanya menyalahkan keadaan, aku berpikir bahwa dunia ini yang terlalu kejam terhadapku. Tapi sekarang aku paham, akulah yang sebenarnya tidak mampu dan terlalu lemah.”


Kalimat itu terucap disertai dengan tangisnya, kini Ray hanya dapat membungkuk dengan tetesan air mata yang membasahi tanah kering dibawahnya.


Semuanya terasa sunyi, hanya terdengar isak tangis pria besar dengan belati ditangannya. Jika ada sosok nyata yang menemaninya, mungkin pria malang itu akan meminjam pundaknya dan menutupi kepedihan yang dirinya alami.


‘Ini semua bukan salah kakak, selama ini kakak sudah berusaha keras hanya saja…’

__ADS_1


“Hanya saja apa, nyatanya akulah yang salah. aku yang memang tidak berguna, jika aku kuat, mungkin aku sudah mengalahkan monster yang berada dihadapanku ini bukan?” Jelas Ray dengan isak tangisnya.


‘Hanya saja dunia ini memang terlalu kejam!... bukan kakak saja yang menderita. Dulu penderitaanku lebih sakit dari pada yang kakak alami, aku.. aku seperti ini karena sebuah tregadi, hanya saja aku belum bisa menceritakannya kepada kakak.’


Mendengarnya, tangis Ray secara perlahan mulai berhenti. Mata yang tertutup itu langsung terbuka, dengan cepat Ray langsung mengarahkan pandangannya ke arah sang monster. walau masih basah, dirinya tetap tegas menatap ke arah depan. Sesekali dirinya menyeka air mata yang membasahi kedua mata dan pipinya.


‘Ha ha ha… apa sekarang kakak sudah membaik?. Baiklah mari kita habisi bersama monster ini.’


Ray tau jika kallimat itu hanya sebagai alasan agar Ray dapat melupakan apa yang tadi Roh itu ucapkan kepadanya.


“Tadi kamu bilang ‘TRAGEDI’ bukan?, aku ingin mendengarnya.” Ucap Ray.


‘Ha ha ha… Tragedi apa?, aku tidak pernah mengatakan tragedi. Mungkin kakak hanya salah dengar saja, ah.. iya, lebih baik kita menghabisi makhluk ini saja. sekarang aku akan membantu dengan maks-’


‘Aku…’ Roh itu langsung menggantung kalimatnya setelah melihat tatapan dengan penuh serius milik Ray, dirinya kini hanya dapat mengernyitkan bibirnya.


“Tidak apa-apa, sekarang aku sudah merasa baikan. Kamu bisa menjelaskan tragedi yang telah menimpamu.” Bujuk Ray dengan sedikit senyuman dibibirnya.


‘Hah… baiklah, aku akan menceritakan tragedi yang telah menimpaku. Tapi… aku akan menceritakannya setelah kakak mengalahkan monster ini, jika berhasil aku akan menceritakan semuanya dengan lengkap dan juga memberi kakak hadiah.’


Seketika Ray kembali ke keadaan baiknya setelah mendengar tawaran dari Roh tersebut. Tangan kanannya dikepalkan dan diarahkan tegas kedepan sang monster “Baiklah!, aku memegang janjimu. Tapi… jika kau membohongiku, aku tidak akan tinggal diam.”


Roh itu tertawa kecil dengan tingkah Ray saat ini, dirinya juga menunjukkan semangat yang sama dengan melontarkan kalimat tegas ‘Baiklah!, aku berjanji.’


__ADS_1


keduanya kini menunjukkan semangat yang membara, kesepakatan diantara mereka telah menunjukkan sisi perjuangan yang sebenarnya.


“Baiklah… sekarang lepaskan monster itu, aku akan melawannya dan berusaha agar bisa menang.”


‘Sebelum itu, ada yang ingin kukatakan. Kakak jangan terlalu kaku dan tegang, sekarang monster ini sudah berbeda dengan monster yang kakak hadapi tadi.’


Mendengar penjelasan singkat sang Roh, Ray membesarkan bola matanya dan sedikit memiringkan kepalanya.


Melihat sikap Ray, Roh itu langsung mengerti jika Ray belum paham maksud yang ia ucapkan tadi.


‘Maksudku kakak jangan terlalu takut, karena sekarang monster ini tidak bisa lagi mengeluarkan skil khususnya. Sekarang aku sudah bisa menekan kemampuan monster ini, walaupun masih ada satu skil yang belum bisa kutekan sepenuhnya. Tapi! Kakak tidak perlu khawatir karena skil itu bisa dihindari dengan mudah.’


Saking senangnya didalam diri Ray kebahagiaan serasa melonjak-lonjak, Ray seperti mendengar sesuatu yang begitu mustahil untuk dilakukan. Tapi… karena Roh itu yang langsung mengatakannya, Ray sangat mempercayai semua perkataan yang ia ucapkan.


“Aku belum percaya yang kamu bicarakan itu benar atau tidak, tapi aku akan berusaha agar dapat menghabisinya” ucap Ray.


Wajah pria itu terlihat jelas sedang bahagia dengan apa yang baru saja ia dengar, tapi tetap saja terkadang Ray merasa bahwa akan ada kesulitan yang dirinya alami nanti di medan tempur.


‘Astaga… sampai kapan kakak akan terus keras kepala. Ehem…’ sang Roh juga menutupi tawanya karena dirinya tau jika Ray juga merasa senang dengan bantuannya.


Dengan kesiapan yang cukup sempurna, Ray mengatur kuda-kuda penyerangan yang sempurna.


“Baiklah, lakukan sekarang!”


Mendengar perintah Ray, Roh itu melepas kemampuan penekan dari dalam tubuh sang monster.

__ADS_1


__ADS_2