
“Argh… baiklah aku memaafkanmu. Sekarang aku sudah percaya dengan bantuanmu, memang benar monster itu sedang berhenti dan tidak bisa bergerak.” Ucap Ray sembari menunjukkan raut wajah kesal bercampur malu.
“Shift… shift…”
Mendengarkan kalimat ucapan Ray, Roh gadis kecil itu menghentikan tangisnya. Kini perasaan dan hatinya yang hancur sudah mulai tahap pemulihan.
“Baiklah, sekarang bagaimana dengannya?.” Tanya Ray dengan posisi masih berbaring di atas tanah, dirinya masih tidak bisa banyak bergerak dan sulit untuk bangkit berdiri.
‘Hah?... dengan siapa?.’ Tanya Roh itu kembali pada Ray.
Seketika Raut wajah pria itu langsung berkerut, dirinya merasa kesal dengan pertanyaan aneh Roh itu kepadanya.
“DENGAN SIAPA APANYA!... DASAR BODOH!... astaga ya tuhan mengapa aku bertemu makhluk bodoh seperti ini.” Teriak Ray yang merasa sangat kesal dengan kebodohon Roh itu.
‘Shift… shift… Hua… a… hua!…’
Roh itu kembali menangis dan kini suara tangisannya lebih keras dari yang tadi. Ray merasa masalah ini akan bertambah panjang, Raut wajah pria itu kini terlihat pasrah dengan semua kebodohan yang ia alami saat ini.
Setelah 3 menit berlalu suara tangis itu akhirnya reda, Ray yang terbaring terlihat menampilkan raut wajah kosong dan hampa. Dirinya bertahan selama 3 menit penuh mendengar jeritan aneh yang tidak ia sukai, menurutnya suara Roh itu memekakkan telinga Ray.
“Bailah, sekarang kamu sudah puas dengan tangisanmu?.” Tanya Ray kembali dengan nada datarnya.
Tanpa disadarinya, pertanyaan itu malah membuat Roh gadis itu menangis lagi. Bahkan suara yang ia dengar semakin keras dan semakin memekakkan telinganya.
‘HUA… HUA… AAA!...’
Karena kedua tangannya tidak bisa digerakkan lagi, kini Ray harus menerima imbasnya yaitu mendengar suara tangis itu untuk beberapa saat kedepan.
5 menit pun berlalu dengan cepat, Ray kini telah terlihat seperti orang mati. Wajah putihnya menunjukkan penderitaan yang cukup berat baginya. Bagaimana tidak, 8 menitnya sia-sia begitu saja hanya untuk mendengarkan tangisan Roh gadis itu.
__ADS_1
‘Kakak bangun!... kenapa kakak malah tidur. Hei… bangun kakak!.’ Panggil Roh gadis itu pada Ray.
“Hah?... siapa?” Ray merasa suara panggilan Roh gadis kecil itu terasa seperti panggilan malaikat kepadanya, pandangannya juga terasa seperti putih semua. Ray merasa bahwa dirinya sudah disurga, akan tetapi semakin lebar ia mambuka mata, semakin jelas bahwa dirinya belum berada disurga dan masih terbaring ditanah dengan tubuh terlukanya.
‘Apa kakak baik-baik saja.’ Tanya Roh itu pada Ray tanpa rasa bersalah.
Mendengarkan pertanyaan itu, Ray menarik dan menghela nafas panjang. Dirinya kini sadar akan kenyataan bahwa tidak ada orang yang tidak memiliki ketolol-an.
“Ternyata semua sama aja” Ucap Ray dengan raut wajah datar.
‘Semuanya sama aja?, itu siapa kak?.’ Tanya Roh itu kembali dengan polosnya kepada Ray.
“Argh… SUDAH!, aku… itu… yang… Argh!, aku jadi bingung sendiri. Kenapa kamu sangat bodoh!, hu.. hu.. hu.. aku ngak kuat ya tuhan. Aku merasa lebih kesusahan jika berbicara pada wanita dari pada bertarung dengan monster itu.” Ucap Ray sembari menggerutu tak karuan, kini air mata keluar dari pelupuk matanya.
‘Kakak menangis?’ Tanya Roh itu untuk kesekian kalinya pada Ray.
Mendengar pertanyaan yang penuh dengan kepolosan membuat Ray menutup matanya, kini air mata dapat leluasa turun.
Melihat perilaku Ray, Roh itu hanya dapat menatap heran.
‘Apa aku melakukan kesalahan?, sepertinya tidak. Tapi kenapa kakak terlihat menangis?, apa jangan-jangan dia senang karena aku sekarang dapat berguna baginya?. Kya… sebentar lagi aku akan di puji oleh kakak.’ Ucap Roh itu dalam batinnya.
Secara tiba-tiba Ray membuka mata dan langsung menatap datar ke arah sang monster. melihat tatapannya membuat Roh kembali heran.
‘Kenapa kakak menatapku dengan tatapan seperti itu?, apa kakak mendengar suara hatiku ini?, atau mungkin kakak begitu senang hingga raut kebahagiaan tidak dapat tertuliskan di wajahnya. Kya.. aku jadi malu.’ Ucap Roh itu kembali dalam hatinya.
‘Memang benar, kebodohannya tidak bisa diselamatkan lagi. Bagaiman bisa dia mengatakan itu adalah suara hatinya, sudah jelas saat ini aku bisa mendengar apa yang diucapkannya dengan jalas.’ Gumam Ray sembari menatap datar ke arah sang monster.
‘Hmm… kakak, apa aku sekarang berguna bagi kakak?.’ Dengan nada imut, Roh itu bertanya pada Ray.
__ADS_1
“Kamu bertanya?.” Tanya Ray kembali untuk memastikan sesuatu.
‘Iya kak, aku bertanya apa aku sekarang berguna bagi kakak?.’ Jawab Roh itu memperjelas pertanyaannya kembali.
‘Heh… ternyata benar, suara hati dengan cara dia berbicara padaku sama saja. Jadi dimana letak dia sedang berbicara didalam hati jika aku bisa mendengarnya. Huh… memang kebodohan yang dimilikinya sudah di luar batas.’ Gumam Ray.
‘Kakak?’ Panggil Roh itu dengan nada bertanya.
Kini Ray hanya bisa menerima pasrah akan kebodohan yang Roh itu miliki, sekarang Ray ingin fokus dengan monster yang berada dihadapannya.
“Baiklah, kuakui sekarang bantuanmu cukup berguna bagiku.”
Mendengar jawaban yang diharapkan, Roh itu terkekeh sombong. Kini seorang Ray tidak lagi marah kepadanya dan itu adalah hal terpenting dan paling utama yang ingin Roh itu ketahui.
“Tapi ada satu masalah yang menimpaku sekarang, bagaimana bisa aku mengalahkan monster itu jika aku hanya bisa terbaring dengan luka di sekujur tubuhku?.”
Mendengar penjelasan Ray, Roh itu tidak terlalu khawatir dengan masalah yang Ray ucapkan.
‘Kakak jangan khawatir, aku sekarang sudah bisa megaktifkan skil ku.’ Saut Roh itu dengan nada lembut.
Seketika Ray terkejut mendengar Roh itu menyebutkan skil. “Aku ingin menanyakan satu hal padamu. Apa setiap orang di dunia ini memiliki sebuah skil dalam dirinya?.”
Mendengar pertanyaan Ray, Roh itu tertawa lepas. ‘Kenapa kakak bertanya hal konyol seperti itu, bahkan anak yang berumur 5 tahun saja sudah tau jawaban pertanyaan kakak tadi.’
Seketika wajah Ray merubah merah merona, dia merasa cukup malu. Tapi walaupun begitu raut wajah yang ditunjukkannya bukanlah raut wajah orang dengan sebuah pertanyaan permainan, kedua mata itu menunjukkan keseriusan yang cukup mendalam.
Melihat tatapan Ray kepadanya, Roh itu seketika menghentikan tawanya.
‘Ah… maaf, aku pikir itu sebuah lolucon. Baiklah, biar kujelaskan yang aku tau tentang skil. Setiap makhluk hidup di dunia ini memiliki sebuah skil khusus, skil itu ada setelah mereka terlahir. Akan tetapi ada juga beberapa orang atau makhluk lain yang memiliki keistimewaan, dimana mereka dapat menambah skilnya sehingga memungkinkan mereka mempunya lebih dari 1 skil. Dan untuk aku sendiri, aku adalah salah satu yang termasuk istimewa karena memiliki 3 skil khusus. Tapi untuk saat ini aku hanya dapat menggunakan 1 skil saja, sedangkan 2 skil lagi telah ditelan oleh monster ini.’
__ADS_1
Dari penjelasan Roh itu, Ray tau jika kemampuannya tidak dapat muncul karena tempat dia sekarang berada.