
“Tidak akan ada orang yang bisa mempermainkan kebaikan yang begitu tulus.” Bantah Ray.
“Dasar kamu … terserahlah, yang penting suatu saat kamu akan tau jika sudah mengalaminya.” Ucap Ray kecil sembari mendekat ke arah Ray dewasa.
Terlihat kedua jiwa itu berdiri dibawah bintang yang berderat banyak di atas langit malam, aurora yang seharusnya muncul di atas lautan dan berkibar dibenua antartika dapat dilihat di tempat mereka berada saat ini. Keindahan yang tidak dapat tertandingi, dan juga kenyamanan yang sulit untuk dimiliki dapat di rasakan di tempat itu juga.
Surga?, bukan … itu bukan sebuah surga, melainkan tempat untuk mereka yang telah tiada, tempat untuk jiwa mereka yang telah di tuntun dan tempat bagi mereka yang sudah terpilih saja dapat berada di tempat itu.
Sebuah langkah kaki saja dapat memberikan suara yang begitu indah. Bukan sebuah petikan nada tunggal yang terdengar, melainkan sebuah instrumen musik lengkap yang dapat menenangkan jiwa.
“Ada satu hal yang belum kumengerti tentang kabut yang kamu maksud tadi.” Tanya Ray dewasa sembari ikut mendekat ke arah Ray kecil yang juga mendekat ke arahnya.
“Hm… emang ada apa dengan kabut itu?.” Ucap Ray kecil yang juga ikut bertanya hal yang sama.
“Tadi kamu mengatakan ‘kabut durjana’. Aku belum mengerti tentang kabut durjana, dan mengapa kamu harus menghindarinya?” Tanya Ray dewasa kebingungan.
Mendengarkan pertanyaan itu, Ray kecil hanya dapat tersenyum dan berdiri berhadapan dengan Ray dewasa. Ia menyesuaikan posisinya agar sejajar dengan Ray.
“Baiklah, aku akan menjelaskannya. Bagaimana jika kujelaskan sambil kita berjalan saja.” Ajak Ray kecil terhadap Ray dewasa.
“Hah … hm.” Angguk Ray disertai berjalan pelan bersama dengan diri kecilnya itu.
“Baiklah, pertama aku akan menjelaskan apa itu kabut durjana. Kabut durjana sering juga dipanggil dengan nama kabut kematian, yang dimana kabut ini dapat memakan atau menelan jiwa dan roh seseorang.” Jelas Ray kecil.
Mendengar jawaban dari Ray kecil, Ray dewasa sedikit mengerti tentang kabut itu. ia menyentuh dagunya seakan-akan terlihat seperti orang pintar, setelah itu dirinya kembali melihat ke arah Ray kecil.
Pandangan Ray dewasa langsung dipahami oleh Ray kecil, kemudian ia melanjutkan ceritanya tentang kabut durjana.
“Jika kabut itu berhasil menelan jiwa dan roh seseorang, maka jiwa yang ditelan itu tidak akan dapat bereinkarnasi lagi. Yah … dapat bilang terhapus secara permanen.”
__ADS_1
“Bukankah semua orang begitu?, jika mereka sudah mati maka jiwa dan roh mereka akan ikut mati juga.” Simpul Ray dewasa.
“Tidak!. Jika manusia mati, jiwa dan roh mereka masih tetap hidup sehingga mereka dapat menuju surga. Bukan hanya manusia saja, bahkan hewan tertentu juga sama seperti itu.” Jawab Ray kecil dari kesimpulan Ray dewasa tadi.
Mendengar penjelasan lengkap dari Ray kecil, Ray dewasa mengetuk tangan kirinya menandakan bahwa ia sudah memahaminya. “Sekarang aku sudah memahaminya, berarti setiap orang yang sudah mati masih tetap memiliki tempat baru.” Ucap Ray dewasa.
“Yah … bisa dibilang begitu. Sekarang aku akan menjawab pertanyaan yang kedua yaitu mengapa aku harus lari dari kabut durjana.”
Sembari berjalan bersama, Ray dewasa kembali memasang raut wajah antusiasnya untuk mendengar penjelasan selanjutnya dari Ray kecil.
“Mungkin kamu belum tau tentang diriku. Sebelum menjelaskan pertanyaanmu tadi, aku akan memberitaukan siapa diriku ini.”
Perubahan raut wajah Ray berubah drastis, ia terlihat sedikit murung mendengarkan ucapan Ray kecil.
“Aku adalah roh positif dari tubuhmu. Mungkin kamu masih belum mengerti. Sebelumnya aku ingin bertanya, kapan terakhir kali kamu merasakan bahwa dunia itu sangat menarik bagimu!.” Ucap Ray kecil sembari menoleh ke arah Ray dewasa.
“Tanpa kukatakanpun, kamu pasti sudah tau!”Balas Ray dewasa atas apa yang diucapkan Ray kecil.
“Kamu benar … tanpa kamu beritau aku juga sudah tau kapan, tapi aku mau kamu sendiri yang mengatakannya.” Tantang Ray kecil.
“upmh … dunia mulai terasa hampa dan begitu tidak adil setelah Kibou meninggal.” Ucap Ray sembari menggigit bibir.
“Disaat itu inti roh positif terpisah dari tubuhmu, lalu roh yang terpisah berusaha untuk kembali masuk kedalam tubuhmu. Akan tetapi roh itu tidak berhasil masuk kembali dan malah terserat ke tempat ini.”
Mendengarnya, Ray langsung mengerti sekarang. Ia hanya menunggu kalimat itu keluar dari mulut Ray kecil.
Dengan senyuman manis dari Ray kecil menyadarkan diri Ray dewasa akan apa yang selama ini telah mengubah dirinya. Kedua pihak saling memandang satu sama lain dengan raut wajah yang berbeda.
“Roh itu adalah aku.” Ucap Ray kecil disertai dengan senyum yang begitu tulus.
__ADS_1
“Ta-tapi kenapa?, kenapa selama ini aku terkadang bisa merasakan kebahagiaan. Bukan hanya itu saja, terkadang aku juga merasakan rasa nyaman yang begitu dalam.” Jelas Ray dewasa.
“Itu semua hanya sebuah kepingan dari diriku saja, ketika aku berusaha masuk kembali, roh negatif tidak memperbolehkanku masuk dan bahkan hampir seluruh posisiku dalam dirimu sudah dikuasai olehnya. Hanya seperempat bagian saja yang dapat diriku isi dan itupun hanya diisi oleh kepingan roh positif.” Jelas Ray kecil kembali.
“Lalu dari mana kamu dapat tubuh itu?.”
“Tubuh ini aku dapat dari senyummu yang paling tulus, apa kamu ingat ketika kamu bercanda tawa dengan ayah, ibu dan seni!. Diwaktu itu, aku merekamnya karena senyuman dan wajah itu tidak boleh hilang. Karena itu aku mengcopinya, dan terciptalah aku yang seperti sekarang ini.”
Melihat senyuman yang terlukis di wajah Ray kecil, mengingatkan Ray dewasa kembali pada masa itu. ia hanya bisa tersenyum mengingat kenangan hangat bersama kedua orangtua dan adiknya.
“Hah … sekarang aku paham, maaf karena aku sudah melupakan kenangan itu.” Ucap Ray dewasa dengan raut wajah sedihnya.
Tidak terasa jika mereka berdua sudah cukup lama berjalan, bahkan tepat dihadapan mereka saat ini terdapat sebuah lingkaran cahaya putih.
“Mungkin ini sudah saatnya.” Ucap Ray kecil.
Mendengar kalimat itu, Ray dewasa bingung. Ia tidak tau apa maksud dari kalimat pendek yang Ray kecil ucapkan terhadapnya.
Dengan perlahan, Ray kecil menunjuk kedepan ke arah portal putih yang berada tidak jauh dari posisi mereka.
“I-itu?.” Tanya Ray.
“Itu adalah portal yang akan membawamu kembali kekejadian itu!.” Jawab Ray kecil.
“Jangan bilang kalau aku akan kembali ke tempat dimana kabut durjana itu berada.”
“Bukan … Huh … baiklah aku akan memberitaumu. Semua kejadian tentang kabut durjana itu adalah sebuah ilusi jiwa, yang dimana jiwamu terbawa ke dimensi lain dengan alur yang sama di kehidupanmu yang sebelumnya. Jadi walaupun itu hanya sebuah ilusi semata, tapi jika kabut durjana berhasil menelanmu maka kamu tidak akan bisa kembali lagi kedalam tubuh aslimu.” Jelas Ray kecil.
“Jadi maksud ‘kembali kekejadian itu’ adalah kembali ketempat dimana aku dan monster Nue itu sedang bertarung?.” Tanya Ray kembali dengan raut wajah takut.
__ADS_1
“Benar … kamu akan kembali ketempat itu!.” balas Ray kecil.