
Aura yang dipancarkan Jia Li sangat kuat, antara energi positif dan energi negatif, aura merah kehitaman berpadu dengan warna putih kebiruan.
Sementara di pusat lembah ular emas ada seorang pria tua berjenggot putih sedang melihat gerak-gerik Jia dari atas baskom berisi air.
"Gadis kecil itu bukan gadis biasa, energi yang dikeluarkan dari tubuhnya begitu kuat, jika dia bisa menjadi murid disini dan belajar Kultivikasi maka jiwanya alam roh nya akan semakin kuat hahaha." Pria tua itu tertawa keras, lalu telunjuknya mengeluarkan cahaya.
hentikan pertarungannya, bawa gadis itu ke klean lembah ular emas kita. pria tua itu mengunakan ilmu pengikat alam batin untuk berbicara pada seseorang. Seseorang diseberang mengangguk lalu berkata 'iya'
Sementara di posisi Jia Li, gadis itu sudah siap untuk menyerang musuh, namun sosok seorang laki-laki berpakaian hitam ala-ala ninja menghentikan nya.
"nona muda, karena ketua kami menyukaimu, dan berniat menjadikan mu menjadi murid di klean kami, maka kamu dibebaskan." ujar pria berbaju hitam itu. Kening Jia Li mengerut, Ying Ying dan Han saling pandang.
"ketua mu? siapa dia?" tanya Jia Li dengan wajah dingin nya.
"Tuan Fujiro." Han nampak kaget mendengar penuturan laki-laki berpakaian serba hitam itu.
__ADS_1
"Fujiro? Ketua Klean Lembah Ular Emas? tertua yang paling sakti?" Tanya Han tak percaya, Laki-laki berpakaian serba hitam itu mengangguk lalu berkata.
"kalau kalian setujuh maka saja akan membawa kalian ke perguruan kami." ujar laki-laki itu, Han dan Jia Li sontak mengangguk.
"Baiklah."
Sebuah lingkaran hitam muncul dibawah keempatnya, dengan kekuatan teleportasi keempat nya tiba perguruan lembah ular emas yang dikenal sangat misterius namun sangat terkenal dikalangan para pendekar seluruh pelosok ibu kota.
"Mari ikut saya bertemu dengan tertua nona." sopan laki-laki berpakaian hitam itu, Jia mengangguk lalu mengikuti pria itu.
Di kediaman Jendral Zhang, Sedang terjadi keributan disana.
"Yakk dimana gadis tak berguna itu dan mana pelayan nya itu hah?!" Ling Zhi nampak kesusahan menenangkan sang ibunda yang sedang kesal karena perginya Jia Li dari kediaman.
Seluruh pelayan hanya menunduk ketakutan melihat kemurkaan sang majikan.
__ADS_1
"sekali lagi saya tanya, dimana Jia Li hah? jawab!" teriak perempuan paru baya itu marah.
"k-kami tidak tahu Nyonya." jawab gugup seorang pelayan.
"PEGAL KEPALA DIA." teriak marah ibu dari Ling Zhi itu. Pelayan yang tadi menjawab langsung memohon ketakutan, para prajurit menyeretnya menuju tempat pemegalan.
Ling Zhi dan sang ibu sekarang berada dikamar sang ibu, kamar bernuansa klasik dengan hiasan-hiasan kuno namun bagus.
"Ibu aku dengar-dengar Pangeran Pertama akan pulang ke kerajaan besok ya? dan rumor nya pangeran sedang mencari calon istri? apakah itu benar ibu?" tanya Ling Zhi antusias, ibu Ling Zhi mengangguk lalu berucap.
"iya, emangnya kenapa? kau menyukai Pangeran pertama?" tanya ibu Ling Zhi menebak, Ling Zhi mengangguk dengan malu-malu, malu-malu yang buat-buat tertentu nya. Ibu Ling Zhi hanya tersenyum melihat tingkah laku sang anak yang terlihat lucu dan labil di mata nya.
"wow, sungguh? putri ku menyukai pangeran pertama?" Ling Zhi sangat malu mendengar godaan sang Ibunda.
"Ahh ibu jangan menggoda ku seperti itu ish." ucap manja Ling Zhi, ibu Ling Zhi hanya terkekeh lalu mengusap rambut sang putri kesayangan nya itu.
__ADS_1
like komen vote favorit makasih