
Ruangan milik sang tetua sekte sekarang sangat kelam dan sunyi, waktu seakan terhenti diruangan tersebut, hawa ruangannya juga sangat dingin dan terkesan angker.
Jia Li, gadis itu masih dalam proses pertapaan nya, sedangkan tertua sedang berada diatas kursi santai nya, menunggu Jia Li menyelesaikan pertapaan (semedi) nya.
"huftt harus banyak kesabaran dalam menunggu orang bersemedi!" tetua nampak menghembuskan nafas panjang. Terdengar begitu lelah, padahal dia hanya duduk dan menunggu saja, tidak melakukan apa-apa, lantas apa yang membuatnya capek? apa mungkin karena dia sudah tua? makanya kecapean walaupun hanya duduk-duduk saja¯(°_o)/¯
Sementara dialam bawah sadar Jia Li. Disebuah labirin yang sangat amat luas, Jia Li nampak sedang terlibat adu jotos dengan seekor monster. Monster itu nampak sangat mengerikan dengan tanduk dan telinga lebar nya. Jia Li nampak begitu kesusahan menyeimbangkan kekuatan si moster.
Duaarrr~
Ledakan yang sangat dahsyat berhasil di hindari oleh Jia Li dengan cara mengulingkan tubuh nya di tanah.
Duarrrrrrr~
Suara ledakan yang kedua mulai terdengar, dan kali ini lebih keras dari sebelumnya.
"Sialan." Umpat Jia Li kesal.
Jia Li sudah siap untuk menyerang, namun suara seseorang menghentikan nya.
__ADS_1
"Kau lupa Jia Li...ini bukan lah alam nyata, ini hanya dunia tiruan, jadi fokuslah kamu menyelesaikan semedi mu, jangan hiraukan mereka." Suara itu menggema diteliga Jia Li, sangat keras.
"Dan ingatlah, tetap fokus dan fokus, jika kamu gagal melakukan semedi ini maka alam roh mu akan hancur dan tak bisa di perbaiki, jadi lakukan yang terbaik untuk diri mu sendiri." Lanjut suara itu lalu menghilang tanpa jejak, Jia Li tau suara itu.
"Tetua." Lirih Jia Li lalu mengengam jari jemarinya.
Satu jam telah berlalu, akhirnya Jia Li telah menyelesaikan semedi nya, alam roh nya sekarang sudah terbentuk dan sudah memiliki level, yah walaupun baru level Satu alam rendah, yang penting kan menghargai diri sendiri.
"kau berhasil anak muda, sekarang level mu sudah terbentuk, jadi saya harap kamu bisa mengembangkan level itu sampai ketingkat Master." ujar tetua menyemangati, Jia Li mengangguk lalu tersenyum tipis kearah Tetua. Jia Li bangkit dari duduknya lalu membungkukkan badan nya memberi hormat.
"Terimakasih Tetua, saya mohon bimbingannya anda untuk mengajari saya." Tetua tersenyum bangga lalu mengangguk.
Pintu ruangan itu terbuka dengan keras dan menampakkan dua orang manusia dengan wajah khawatir.
"Nona anda baik-baik saja kan?" tanya Ying Ying khawatir.
"apa-apaan ini Ying Ying, Han, apa yang kalian lakukan barusan sangatlah tidak sopan." Tegur Jia Li penuh kemurkaan. Ying Ying melihat kearah Han lalu menundukkan kepalanya.
"Maafkan hamba Nona." ujar Ying Ying menyesal. Jia Li mendengus kesal lalu berucap. "Minta maaf dengan Tetua." Ying Ying mengangguk.
__ADS_1
"Maafkan kebodohan kami Tetua." ujar Ying Ying dan Han serentak, dan tak lupa pula membungkuk kan badannya. Tetua hanya mengangguk.
"Saya undur diri Tetua." Tetua mengangguk mendengarkan ucapan Jia Li.
Jia Li dan kedua biang kerok itu sekarang berada di aula.
Jia Li nampak masih kesal dengan kedua manusia di depannya itu.
"cih, kalian berdua benar-benar membuatku malu saja."
"maafkan saya Nona, saya minta maaf, jika anda ingin menghukum saya, maka akan saya terima." ujar Ying Ying menyesal.
"Hufftt tidak usah, lain kali jangan mengulangi nya lagi, kalau tidak....aku akan membunuh kalian berdua." Jia Li menerbitkan senyum miring nya.
Nona sangat menakutkan. Batin Ying Ying sambil manggut-manggut.
like komen vote favorit
semoga suka, sorry jika typo^^
__ADS_1