
Sementara di kelompok empat di arah Utara, kelompok itu sedang melawan harimau perak.
Tugas mereka adalah mengambil jantung dan dan kulit harimau perak untuk di jadikan bahan pengobatan, harimau perak itu juga memiliki kekuatan roh yang bisa menebas kepala manusia hanya dengan rauggan nya. Jadi kelompok empat harus benar-benar waspada terhadap harimau perak ini.
Han mengeluarkan pedangnya dari sarung, dia mulai mengambil ancang-ancang untuk menyerang harimau perak.
Semua anggota kelompok nya terkhusus laki-laki mengelilingi harimau perak, sementara para gadis membidik kepala si harimau perak dengan panah, yang tentunya mereka di atas pohon.
"Gao, Wang, serang." Teriak Han pada tim nya. Ketiga anggota tim nya terkhusus yang laki-laki menyerang si harimau perak dari segala sisi.
Harimau perak tak mau kalah dia juga balas menyerang tim kelompok 4 dengan cakar-cakar panjang nya. Pertarungan begitu sengit, kedua belah pihak sama-sama kewalahan.
Sementara diatas pohon besar yang tak jauh dari tempat Han dan kedua teman laki-lakinya bertarung melawan harimau perak.
"Aylan, bidik kepala harimau perak, jangan sampai meleset." Ujar Rhein pada Aylan.
Aylan mengangguk lalu menarik panahnya dan membidik kepala si harimau perak.
Aylan harus benar-benar fokus, jika tidak dia bisa mengenai Wang.
"Fokus Aylan." Gumam Aylan, dengan perlahan Aylan melepaskan tarikan busurnya.
Anak panah Aylan melayang kearah sang harimau Perak dan
Jlepppp
__ADS_1
Anak panah itu tertancap tepat di kelapa sang harimau perak, harimau perak itu langsung terjatuh dengan darah yang mengalir deras di kepalanya. Aylan dan Rhein bersorak gembira lalu turun dari atas pohon besar itu, keduanya menghampiri Han, Gao dan Wang.
"Kerja bagus kalian berdua." ujar Gao sambil menujukan kedua jempolnya, Aylan dan Rhein tersenyum.
Han dan Wang mulai mengupas kulit harimau perak dan membelah tubuh harimau perak untuk mengambil jantung nya.
Setelah selesai dengan urusan harimau perak, kelompok 4 mulai melanjutkan perjalanan mereka mencari hewan roh selanjutnya yaitu Naga api yang ada di kawah gunung berapi.
Kembali ke kelompok Jia Li, kelompok 2. Kelompok Jia Li sekarang sedang menghadapi masalah terbesar mereka, yaitu mereka tanpa sengaja telah membangun Ular raksasa penjaga Tebing batu.
"Habislah kita." Gumam Minji, Jia Li mengeluarkan belati beracun yang segaja di bawanya.
"Minji, dan kau Tian, kalian berdua cepat ambil bunga roh itu, aku Ming dan Yuan akan melawan si ular sialan ini." Ucap Jia Li yang sudah mengambil ancang-ancang untuk menyerang.
"selesai dengan cepat, ayok Yuan, Ming kita selesaikan hidup si ular menyebalkan itu." Ucap Jia Li di anggukan oleh Yuan dan Ming.
Ketiganya mulai mengeluarkan senjata nya sendiri dan dengan sedikit dorongan dari angin untuk mengaktifkan jurus peringan tubuh.
Pertarungan kembali terjadi, kini kelompok 2 versus ular raksasa penjaga tebing batu. Suara pedang yang nyaring terdengar sangat jelas, suara angin juga terdengar begitu kencang, ini adalah kesempatan Jia Li untuk melepaskan belati beracun yang telah dia bawa.
"Ini saatnya untuk mengakhiri pertarungan ini." Ucap Jia Li lalu melepaskan belati tajam dengan racun ke mata ular raksasa itu.
Jleppppp
belati itu berhasil mengenai mata si ular raksasa, ular itu mendesis kesakitan, Jia Li tersenyum licik lalu mengambil anak panahnya dan membidiknya ke mata kanan sang ular raksasa.
__ADS_1
"Selamat tinggal ular menyebalkan, kau menghalangi jalan Ku, maka ini adalah hukuman ringan untuk mu...yaitu mati." Jia Li melepaskan busurnya dan anak panah itu melayang ke arah mata kanan sang ular
jlepppp
Tusukan kedua di rasakan oleh ular raksasa.
Tak butuh waktu lama efek racun dari belakang sekarang menjalar ke seluruh tubuh ular dan dalam waktu beberapa detik ular raksasa itu terjatuh dan mati. Lagi dan lagi jia Li tersenyum miring.
"akhirnya selesai juga."
"Wow kau hebat sekali Jia Li, gaya mu tadi waktu melepaskan belati sangat lah profesional, hebat." puji Ming.
"TEMAN-TEMAN KITA BERHASIL MENGAMBIL BUNGA ROH NYA." Teriak Minji sambil memperlihatkan bunga berwarna kristal kearah Jia Li, Yuan dan Ming.
"Wah hebat." Puji Ming.
"Tugas kita selanjutnya adalah mencari bunga Buah Apel kristal di teluk Huwei." Ucap Yuan, keempat anggota kelompok nya mengangguk bersemangat, kelompok 2 Kembali melanjutkan perjalanan mereka mencari Buah apel kristal di teluk paling berbahaya, yah berbahaya karena di teluk Huwei begitu dingin dan beku, hampir mirip dengan Antartika dan disana juga terdapat naga salju dan beruang kutub yang sangat agresif.
like komen vote favorit
jika ada typo harap dimaklumi aja
baru pemula
see you next episode
__ADS_1