Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran
Episode 24


__ADS_3

Di istana, Pangeran Feng sedang bersantai bersama sang kakak, pangeran Fan, kedua nya memang sering berkumpul bersama walaupun setelah berkumpul keduanya tidak berbicara dan sibuk dengan urusan masing-masing.


"Dik kapan kau akan turun dari jabatan mu sebagai Panglima perang?" tanya pangeran Fan. Pangeran Feng mengangkat kedua bahunya lalu berkata.


"entah, aku belum menemukan pengganti ku yang cocok dan bisa di percaya." jelas pangeran Feng, Pangeran Fan mengangguk membenarkan ucapan sang adik..


"Setahun lagi aku akan naik takhta, dan menjadi raja menggantikan ayahanda, dan kau harus mengganti kan ku dan menjadi pangeran yang akan melindungi para rakyat, dan semua peran ku akan kau mainkan." ujar pangeran Fan, pangeran Feng berdehem mengiyakan.


Sementara di sisi lain, para rombongan murid-murid yang akan di kirim ke kerajaan. Mereka sekarang sedang berada di dalam kereta kuda, Jia Li dan Han berada di kereta kuda yang berbeda.


"Hei, kau murid yang waktu itu yah?" Tanya gadis cantik dengan rambut yang terkepang dua. Jia Li mengangguk mengiyakan, gadis berkepang dua itu kembali bertanya.


"Berapa umurmu dan kau berasal dari keluarga mana? kalau aku Hena, aku anak bungsu dari kediaman perdana menteri Mu." Jia Li kembali tersenyum manis, dibalik senyum manis nya Jia Li membatin kan sesuatu.


Apa aku menanyakan nya? apa itu penting? apa ada untung nya untuk ku? apa urusan nya dengan ku? lagian aku tidak menanyakan nya. Batin Jia Li, sementara gadis yang bertanya tadi setia menunggu jawaban yang akan diberi kan oleh Jia Li.


"Nama ku Jia Li, aku berasal dari salah satu keluarga di desa."


"hiyuukkk, ternyata gadis desa, ku pikir anak dari manteri atau dari keluarga terpandang, ternyata cuma gadis miskin, sungguh menjijikkan." Jia Li mencoba untuk mengontrol emosi nya yang ingin membludak, ingin sekali dia merobek mulut ceplas-ceplos gadis itu.


"maaf, walaupun saya dari desa bukan berarti saya miskin, dan kalian para orang kaya juga bisa makan nasi karena kami orang kecil, kami yang menanam padi hingga bisa jadi nasi, jadi mohon mulutnya di jaga." ujar Jia Li mencoba untuk senyum.

__ADS_1


"Cih, miskin tetaplah miskin." kesal gadis yang tadi menghina Jia Li.


"yah aku memang miskin, ayah ku adalah seorang pertani, ayah ku memilih perkebunan dan persawahan hektar- hektar, aku juga memiliki rumah besar berlantai tiga dengan mobil-mobil mewah di dalam." ujar Jia Li mengingat masa lalu nya, masa lalu saat dia masih menjadi Li Mia, si pembunuh bayaran yang mati karena di bunuh.


pembunuh berakhir di bunuh hah hah hah, sungguh lucu. Batin Jia Li.


Rombongan kereta kuda telah tiba di gerbang masuk kerjaan Liu, semua yang ikut ke istana turun dari kereta kuda dengan anggun nya, tapi tidak dengan Jia Li


BRUKKKKK


Dinding kereta kuda sebelah kanan telah lepas dari tempat yang seharusnya, Jia Li adalah pelaku yang wajib di salahkan disini.


"aku kembali ke istana ini." nguma Jia Li sambil melihat sekeliling, gadis itu gak menghiraukan tatapan sinis dari para manusia yang ada di sana.


Semua murid terpilih dipisahkan, laki-laki bersama laki-laki, dan perempuan dengan perempuan, mereka di bawa ke kamar mereka, besok jadwal mereka untuk di tes kemampuan umum (pengetahuan) dan mengetes kekuatan fisik(beladiri) mereka.


Dikamar, Jia Li sedang memasukkan semua barang-barang nya kedalam lemari yang sudah disediakan.


"Hei apakah kau teman sekamar ku?" sapa seorang gadis yang barusaja tiba di sana, Jia Li menoleh kearah gadis itu lalu berujar.


"Mana saya tahu." Gadis itu nampak terkekeh mendengar kan ucapan Jia barusaja.

__ADS_1


plukkk


plukkkk


plukkkk


gadis itu sekarang berdiri disebelah Jia Li sambil menepuk-nepuk pundak Jia Li.


"kau ini lucu juga yah." seru gadis itu sambil melanjutkan menepuk pundak Jia Li pelan.


"Nama ku Hao Xiang Liyu, kau dapat memanggil ku Liyu, Lili, Iyu atau YuYun, hemm siapa nama mu gadis cantik?" tanya gadis itu menaik turunkan alisnya genit.


Menjijikkan sekali, aku ingin muntah rasanya melihat kelakuan gadis ini, sangat sok akrab, sok dekat padahal gak kenal. Batin Jia Li


"hai aku bertanya namamu itu siapa?" gadis tadi kembali mengulangi pertanyaan yang sama seperti yang tadi.


"Jia Li, puas?" Jawab Jia Li, gadis itu mengangguk


"Sangat puas, semoga kita bisa menjadi teman sekamar yang baik." ujar gadis itu


tidak akan pernah. Batin Jia Li lalu kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi, begitu juga dengan gadis aneh bernama Hao Xiang Liyu.

__ADS_1


like komen vote favorit maaf jika ada kesalahan pengetikan alias typo


maaf sekali lagi


__ADS_2