
Keesokan paginya, Jia Li, Han, dan Ying ying kembali melanjutkan perjalanan, Meraka sudah sarapan roti kacang yang kemarin di bawa. perjalanan sejauh ini masih aman-aman saja, tidak ada apapun di hutan tersebut.
"Han apa masih jauh lembah ular emas?" tanya Jia Li, Han menoleh lalu menjawabnya
"kita harus melewati Padang rumput, dan hutan bambu, setelah itu sampai deh." jelas Han. Jia Li mengangguk paham lalu bergumam. "haish sangat jauh." Jia Li mengusap wajahnya.
"nona apa anda kelelahan?" tanya Ying Ying yang berjalan dibelakang Jia Li, Jia Li menoleh lalu menggeleng kan kepalanya.
"aku tidak capek, apa kamu capek Ying ying?" Jia Li balik bertanya, Ying Ying juga menggeleng memberikan jawaban pada sang nona. " Ying Ying tidak lelah sama sekali nona." Jia Li manggut-manggut lalu
tersenyum.
"ku kira kamu lelah." seru Jia Li.
"Ying Ying jalan disebelah ku saja, akan sangat sulit untuk ku jika berbicara padamu." perintah Jia Li, Ying Ying mengeleng-geleng lalu berujar. " Ying Ying gak bisa nona, tidak sopan jika pelayan seperti ku berjalan beriringan dengan majikan nya." jelas Ying Ying, Jia Li mendengus. "tata kerama itu berlaku jika di kediaman, kalau disini kita berteman, jadi jangan sungkan." Jia Li tersenyum pada Ying Ying, wajah Ying ying terlihat terharu dengan ucapan sang nona
"terima kasih karena nona sudah menganggap ku sebagai teman, Ying Ying sangat terharu." Jia Li merangkul pundak sang pelayan, Ying Ying sempat kaget tadi mendengar ucapan yang keluar dari mulut Jia Li membuat nya lebih rileks.
__ADS_1
Langkah mereka berhenti di perbatasan antara hutan dengan Padang rumput. mereka memutuskan untuk istirahat sebentar dan akan melanjutkan perjalanan mereka lagi.
"wow Padang rumput nya terlalu luas." seru Ying Ying kagum melihat hamparan rerumputan hijau didepan nya. Jia Li pun sama, sama-sama menujukan ekspresi kagum nya. Jia Li menoleh kearah Han yang berada disebelah nya.
"Han aku sedikit takut disini, kita harus waspada, karena banyak harimau dan macam di area rerumputan seperti ini." Han mengangguk menyetujui ucapan Jia Li.
Padang rumput ini hampir mirip dengan padang rumput yang ada di Afrika, cuma bedanya di Afrika rumput nya warna kuning. batin Jia Li, matanya melihat kesana-kemari, menelisik keadaan di dalam padang rumput, matanya menangkap sesuatu
ada yang bergerak di dalam Padang rumput? semoga buka hewan buas ataupun penjahat.
"mau kemana?" tanya Han pada nya, Jia Li melihat kearah Han lalu menjawab
"ada yang bergerak didalam Padang rumput, aku mau memastikan kalau itu bukan binatang buas." jelas Jia Li pada Han. Han mengangguk lalu bangkit dari duduknya.
"aku akan menemanimu mengeceknya." seru Han. Jia Li menggeleng.
"kau sebaiknya disini bersama dengan Ying ying." tahan Jia Li, Han menggeleng tak setujuh dengan ucapan Jia Li.
__ADS_1
"aku akan menemanimu." seru Han tak mau dibantah, Jia Li kesal lalu berujar
"kau disini saja, aku akan pergi mengecek nya sendiri." tegas Jia Li
"aku tak mau kau keras kepala, dan satu hal, aku bukanlah Jia Li yang lemah seperti dulu, jika perkataan kau tak mendengarkan ucapan ku...maka bersiap-siaplah, tanganku sendiri yang akan membuat mu babak belur hingga tak berguna." setelah mengucapkan kata-kata itu Jia Li langsung pergi meninggalkan Han yang kehabisan kata-kata, ini baru pertama kalinya Han dimarahi ah tepatnya di ancam oleh Jia Li, dulu gadis itu tak seperti itu, dia sangat lah penurut dan mau diatur tapi sekarang, dia bahkan menolak mentah-mentah ucapan Han yang ingin menemani nya. yah jelas berbeda karena jiwa yang ada didalam tubuh Jia Li bukanlah jiwa gadis itu melainkan jiwa Li Mia seorang gadis pembunuh bayaran yang mati lalu ber- reinkarnasi dan masuk kedalam tubuh nona pertama kediaman jendral Zhang yang lemah dan tak berguna itu
Jia Li sangat berbeda! batin Han terheran-heran.
Jia Li berjalan mengendap-endap sambil memasang kuda-kuda, dirinya harus selalu waspada akan sesuatu, entah itu manusia, hewan dan alam, semua nya harus di waspadai, karena melindungi lebih baik dari pada di lindungi begitu menurut Jia Li. dia ingin menjadi seorang penyelamat dan seorang pelindung untuk orang-orang yang baik padanya.
di bukanya sedikit rerumputan panjang dan
"ah hanya seekor kelinci, ku pikir macan dan kawan-kawan." seru Jia Li lega disambil mengelus dadanya, Jia Li memutuskan berjalan kembali ketempat Han dan Ying Ying beristirahat.
like komen vote favorit
saling menghargai, ini hanya karya fiksi dan merupakan karya asli dari author.
__ADS_1