Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran
Episode 17


__ADS_3

Keesokan paginya, Pangeran Feng, pangeran Fan, dan Sang Raja sudah siap untuk menjalankan tugasnya masing-masing. Pangeran Fan dan sang Raja akan pergi ke daerah Utara untuk mengunjungi dan memberi bantuan pada warga-warga disana yang terkena dampak bencana alam, sedangkan pangeran Feng dengan kuda hitam nya sudah siap melaju ke perbatasan guna mempertahankan daerah perbatasan yang sedang di serang oleh sekutu.


"Kau hati-hati Feng, kakak dan ayahanda akan pergi ke daerah Utara." ujar pangeran Fan dibalas deheman pangeran Feng, setelah saling mengucapkan selamat tinggal, kereta kuda yang ditumpangi oleh pangeran Fan dan Raja pergi meninggalkan daerah kawasan kerajaan, begitu pula dengan pangeran Feng.


Sementara disisi lain, di sekte ular emas, Jia Li, Han dan beberapa murid terlatih sedang dikumpulkan di lapangan oleh tetua.


"Semuanya, kalian harus bersiap-siap, Kita akan mempertahankan kawasan kita dari para bajing4n itu, jangan biarkan mereka merebut daerah kekuasaan kita, hancurkan mereka semua, kalau bisa ratakan pasukan mereka." perintah sang tetua dengan nada tegas.


"BAIK TETUA." sahut para murid yang sudah berkumpul di lapangan, setelah selesai diberi arahan, para murid yang sudah terpilih pun langsung pergi ke arah Utara, mereka dilengkapi dengan alat-alat perang, seperti panah, pedang dan belati, dan ada juga murid yang bisa ilmu hushu.


Di arah Utara, semua murid dari sekte ular emas sudah bersiap menyerang musuh.


"Semuanya, mari kita berjuang mempertahankan daerah kekuasaan kita, babat semuanya, jangan ada yang tersisa." perintah Liam, sang pemimpi pasukan dari murid-murid sekte ular emas.


"AYOK SERANG." semua murid-murid terlatih langsung masuk menyerang para orang-orangyang ingin mengambil daerah kekuasaannya.


Sementara disisi lain, pangeran Feng dengan sangat telaten menggoyang pedang nya, memutuskan puluhan kepala para sekutu yang berkhianat.

__ADS_1


"Aku harus menghabisi semuanya, penghianat harus mati." ujar pangeran Feng sambil terengah-engah.


"Prajurit, hancurkan semua, jangan biarkan ada yang lolos." Teriak pangeran Feng. Para prajurit yang mendengar kan perintah pangeran langsung melaksanakan nya.


brukkkkkk~


kuda yang dinaiki oleh pangeran Feng terjatuh dan mati, itu karena ulah anak panah yang menancap di leher sang kuda.


"untung tidak mengenai ku." lega sang pangeran lalu bangkit.


"pangeran anda baik-baik saja?" tanya seorang prajurit yang tadi tidak sengaja melihat Pangeran Feng terjatuh dari atas kuda, pangeran Feng menggeleng-geleng lalu berucap.


Pangeran Feng langsung pergi meninggalkan area pertarungan, seluruh tubuh pangeran dipenuhi darah dan goresan ditangan.


Brukkkk~


"Shittt, sialan." kesal pangeran Feng.

__ADS_1


"apa itu tadi." pangeran Feng menoleh kebelakang dan melihat benda apa yang membuatnya terjatuh tadi.


"seorang gadis?!" Cicit sang pangeran saat melihat seorang gadis bertubuh pendek yang mengunakan pakaian tempur.


Tanpa berpikir panjang, pangeran Feng langsung mengendong gadis itu lalu pergi meninggalkan area perang itu.


Satu jam lamanya, akhirnya sang pangeran berhenti di sebuah hutan tepat nya berada di belakang istana, sang pangeran yang masih mengedong sang gadis yang terluka parah itu langsung masuk lewat pintu belakang istana, pintu belakang itu langsung menuju ruang tabib kerajaan.


Langkah gontai sang pangeran terhenti di ruangan tabib.


Brukkkkkk~


Karena kelelahan sang pangeran terjatuh bersama dengan gadis yang digendong nya.


"Pangeran!" kaget Tabit saat melihat pangeran nya yang sudah tak sadarkan diri. Dengan bantuan beberapa pelayan istana, sang Tabit tua langsung membawa sang pangeran kekamar rawat begitu juga dengan gadis yang dibawa sang pangeran.


like komen vote favorit.

__ADS_1


typo maklumi, author NVL AMATIR.


SEE YOU NEXT EPISODE


__ADS_2