Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran
Episode 38


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Jia Li bangkit dari duduknya.


"Kalian tidur dan jangan berkeliaran, karena besok kita akan berangkat ke perbatasan untuk mengecek sekaligus membantu warga di perbatasan." Ujar Jia Li mengingat dan pergi dari sana.


"panglima Li, tunggu." Tangan Jia Li di cegah oleh seseorang, Jia Li menoleh menghadap seseorang tersebut.


"ada apalagi Fei?" Tanya Jia Li dengan nada sedikit malas. Sementara yang ditanya hanya cengar-cengir tidak jelas.


"Anda belum menjawab pertanyaan saya yang tadi." ujar Fei yang masih penasaran dengan siapa sebenarnya gadis yang dia dan Jia Li bantu tadi siang di rumah bordil.


"Huhh kau sangat penasaran yah Fei, baiklah karena kau sangat penasaran aku akan menjawab nya." Jia Li menjeda kan ucapan nya.


"Dia adik ku, Bao Bao, sudah kan kalau begitu saya mau ke kamar dulu, saya capek." Jia Li langsung melewati Fei yang berdiri di depan nya.


"ouh, ternyata adik panglima." Setelah mendapatkan jawaban dari Jia Li, Fei langsung pergi menuju kamarnya.


Di kamar, Jia Li merebahkan tubuhnya hari ini begitu lelah bagi nya, dan mungkin jadwal nya akan semakin padat beberapa hari kedepan, menjadi panglima tidak semudah yang di bayangkan nya.


Jia Li menghelaakan nafasnya, hari nya di zaman kuno ini begitu sudah, apa lagi dia tak mempunyai satu orang pun yang bisa di percaya nya di sini, kecuali dirinya sendiri.


Gadis itu memejamkan matanya dan mulai masuk kedalam mimpinya.


Keesokan harinya, subuh tepat nya.

__ADS_1


Jia Li dan pasukan Phoenix sedang memasukkan beberapa bahan pangan dan obat-obatan yang akan mereka bawa ke desa di perbatasan.


"Semua nya sudah siap, jadi ayok kita berangkat ke perbatasan." Ucap Jia Li yang sudah berada di atas seekor kuda hitam.


Para pasukan lain nya mengangguk lalu mereka mulai menunggangi kuda mereka masing-masing, ada juga yang masuk ke dalam kereta kuda.


Para kuda-kuda yang di tunggangi mereka mulai berjalan dengan cepat sedang.


Sementara di sisi lain, di kediaman jendral Zhang, kediaman jendral Zhang kedatangan surat dari kerajaan Liu.


Di ruang baca milik jendral Zhang, pria baya itu sedang membaca isi surat yang di kirim oleh sang Raja.


"Apa!" Seru jenderal Zhang kanget saat membaca isi surat yang menyatakan sang raja membutuhkan salah satu putrinya untuk di nikahkan dengan sang pangeran.


jendral Zhang memijat pelipisnya frustasi, surat dari sang raja adalah perintah dan tak bisa di tolak sama sekali, dan jika menolak keinginan Raja maka sama saja dengan memberontak. Jadi mau tak mau Jendral Zhang harus melepaskan salah satu putri nya, dan harus putri kandungnya, dan di kediaman Zhang hanya memiliki delapan anak kandung, lima orang gadis dan tiga anak laki-laki.


Jendral Zhang sekarang mengumpulkan semua anak-anak, terutama yang perempuan. Di sana sudah ada Bao Bao, Yura, Chu, Lea dan seorang anak tiri yaitu Ling Zhi.


"Ada apa ayah mengumpulkan kami di sini?" Tanya Bao Bao yang berstatus sebagai anak bungsu di kediaman jendral.


jendral Zhang menghembuskan nafasnya lalu berucap.


"Ayah mendapatkan surat dari raja, dan isi nya raja meminta salah satu dari kalian untuk menjadi istri dari salah satu pangeran." mata Ling Zhi langsung melotot mendengarkan hal tersebut.

__ADS_1


"Pangeran? pangeran yang mana ayah?" Tanya Ling Zhi antusias. Jendral menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan anak tiri nya itu.


"Ling Zhi bersedia ayah menjadi istri pangeran." Ucap Ling Zhi lagi.


"kamu tidak bisa Ling Zhi, karena raja meminta anak kandung ayah, sementara kamu adalah anak tiri ayah." ujar jendral Zhang yang membuat hati Ling Zhi mencolos.


"Di sini hanya Lea, Yura dan Chun yang sudah layak menikah, Bao Bao masih terlalu kecil, dan kakak pertama kalian, Jia Li sedang menjalankan tugas nya sebagai panglima di istana, jadi hanya salah satu dari kalian yang akan terpilih menjadi permaisuri pangeran." ujar jenderal Zhang membuat anak gadis nya terdiam.


"Ayah harap ada salah satu dari kalian yang bisa menjadi istri pangeran, harap di pertimbangkan dan berdiskusi siapa yang mau." Setelah mengucapkan nya, Jendral Zhang pamit dan langsung pergi meninggalkan ke lima anak perempuan itu.


"Aku tidak mau jadi istri pangeran." Ucap lantang Lea.


"aku juga tidak mau, kau saja Chu, kamu kan dari kecil suka dengan pangeran di sana, jadi kau saja." ucap Yura di balas anggukan oleh Chu, gadis polos dan lugu yang memegang sangat menyukai kehidupan di kerajaan.


setelah selesai berdiskusi mereka langsung meninggalkan Ling Zhi yang memang sudah di kacangi sedari tadi.


"Cih sialan, kenapa bukan aku yang di pilih menjadi permaisuri pangeran, menyebalkan." Kesal Ling Zhi sambil menghentak-hentakkan kakinya di lantai.


like komen vote favorit


see you next episode


maaf jika gaje plus banyak typo nya author nya masih pemula dan harap di maklumi :)

__ADS_1


__ADS_2