
Di dalam rumah bordil, terlihat seorang wanita cantik yang sedang di seret-seret oleh beberapa orang pria, pria mabuk tepatnya. Jia Li memberi kode pada tiga orang anak buah yang di bawahnya tadi.
"Kalian tunggu di sini biar aku yang melawan mereka." Ketiga pasukan nya mengangguk mendengar ucapan Jia yang terdengar seperti perintah yang tak mau di bantah. Jia Li maju kearah para pria yang sedang menyeret wanita cantik berbaju merah jambu.
"HEI, apa yang kalian lakukan, lepaskan dia." Bentak Jia Li lantang, salah-satu pria dari tiga pria yang menyeret perempuan tadi langsung berjalan kearah Jia Li dengan gaya angkuhnya.
"Hei kau bocah, kau gak usah mengikut campuri urusan kami dengan wanita itu, lebih baik kau pulang kerumah mu dan tidur siang." ujar pria itu mengejek Jia Li, Jia mengeratkan gigi-giginya dengan kepalan tangan yang siap di layangkan kepada pria yang baru saja menghina fisiknya itu.
"Sialan, bangsat Lo." Dengan emosi Jia Li menghempaskan tinjuan nya ke wajah pria itu, membuat sang pria yang di pukul Jia Li terhuyung ke belakang.
BRUKKKK
"Akh sialan, tangkap bocah itu, jangan sampai lolos." Perintah pria itu pada kawan-kawannya yang memegang wanita berbaju merah jambu.
Kedua teman pria itu langsung menerjang ke arah Jia Li dengan kepalan tangan yang sudah siap membabak belurkan wajah Jia Li.
"Kalian bertiga habisi mereka dan masukan kedalam penjara." Perintah Jia Li, lalu menendang pria yang akan sedikit lagi akan memukul wajahnya.
__ADS_1
"Baik Panglima." Jawab tiga pria anggota prajurit Phoenix yang di bawah Jia Li tadi.
Brukkkkk
"Akhhh." Ringis pria yang di pukul Jia Li.
Ketiga pria yang tadi menyeret wanita berbaju merah jambu di bawah oleh tiga anggota pasukan Phoenix untuk di jebloskan ke dalam penjara tentunya.
"Kau tidak apa-apa kan nona?" Tanya Jia Li pada gadis yang di selamat nya tadi.
"Kakak Jia Li hiks hiks." Wanita itu langsung memeluk Jia Li dengan tubuh yang bergetar hebat karena ketakutan. Jia Li mengerutkan keningnya, lalu mengelus pundak wanita tadi, tepat nya masih gadis.
Gadis itu mengangguk mengiyakan.
"Aku ini adik mu kak, Bao Bao." ujar gadis itu sesegukan.
"Bao Bao?" Jia Li mencoba berpikir, mungkin saja ada sedikit ingatan yang tertinggal di kepalanya.
__ADS_1
Bao Bao, namanya tak asing, tapi aku tak mengingat nya sama sekali, apa benar dia adik ku? Batin Jia Li lalu beralih melihat gadis bernama Bao Bao tapi.
"Baiklah Bao Bao, aku akan mengantarmu pulang, hm tapi sebelum pulang aku ingin menanyakan sesuatu padamu." Bao Bao manganguk sambil menghapus air mata nya.
"Kakak mau nanya apa?"
"Kenapa kau ada di rumah bordil ini?" Tanya Jia Li menyelidik.
"Tadi kakak Ling Zhi membawa kemari." Jelas Bao Bao. Jia Li kembali mengerutkan keningnya.
"Ling Zhi? Terus di mana dia sekarang? kenapa kau sendirian di sini?" Tanya Jia Li lagi. Bao Bao kembali sesegukan.
"Dia menyuruh ku untuk menunggu nya di sini, aku juga tidak tau dia pergi kemana, dan aku sudah menunggu hampir satu jam." jelas Bao Bao.
Gadis rubah itu memang sangat licik, dia tak bisa di biarkan berkeliaran di kediaman jendral Zhang, dia lebih pantas musnah dari pada dibiarkan hidup, adiknya sendiri di perlakukan seperti ini, memang benar-benar licik. Batin Jia Li.
"Ayok Bao Bao, aku akan mengantarmu pulang ke kediaman." Jia Li dan Bao Bao pergi meninggalkan rumah bordil tersebut.
__ADS_1
like komen vote favorit
maaf jika typo