
Siang harinya, Jia Li masih berada di istana, dirinya ingin pulang ke sekte tapi tidak tau jalan nya, ingin bertanya pun tak bisa, karena semua orang disana sibuk dengan urusan dan pekerjaan nya masing-masing, Pangeran Feng pun tak tau dimana dia berada sekarang.
"Aish, dimana sih tuh cowok, dicariin dari tadi kagak ketemu-ketemu, kek nyari presiden aja." Kesal Jia Li
Plakkk~
Jia Li memukul mulutnya yang main asal ceplos sebelum berucap
"Bodoh banget sih Lo, dia kan Pangeran, pangeran kalau naik tahta jadi Raja yang artinya dia juga sama seperti presiden, goblok banget sih Lo Li Mia, eh Jia Li."
Sementara itu di tempat pangeran Feng sekarang berada, di ruang pertemuan, disana sudah berkumpul para perdana menteri kerajaan lengkap dengan pangeran Fan dan Raja Cheng. Suasana diruang itu sangat sunyi bak tak ada penghuni.
"Kau baik-baik saja Feng?" tanya pangeran Fan kepada sang adik.
"Aku baik-baik saja, kau tidak usah mengkhawatirkan ku." ujar pangeran Feng membuat pangeran Fan kesal.
"Bagaimana aku tidak mengkhawatirkan kan mu, kau itu adik ku Feng, cih." Kesal pangeran Fan.
__ADS_1
Suara deheman sang Raja membuat Fan dan Feng terdiam, kali ini benar-benar sunyi bak kuburan.
"Saya mau memberi tahu, kalau Minggu depan kerajaan Chu akan berkunjung untuk membahas tentang kerja sama antara kerajaan Liu, jadi saya harap, kalian semua bisa berhadir kesini Minggu depan." jelas Raja Cheng dibalas anggukan oleh para perdana menteri dan anggota rapat lainnya.
"Selain itu, saya juga mau memberikan tahukan, terkhusus nya pada jendral Zhang." ujar sang raja lagi, Jendral Zhang siap mendengarkan kata-kata yang akan diucapkan sang Raja selanjutnya.
"Saya meminta agar anda dan prajurit terlatih untuk menjaga Area Perbatasan." Jendral Zhang mengangguk.
"Siap Kaisar Cheng." Rapat pun selesai semua anggota rapat pun mengundurkan diri, begitu juga dengan Pangeran Feng dan Fan, kedua kakak beradik itu pergi menuju kamarnya tamu.
Di kamar tamu, dimana Jia Li di rawat tadi, Pangeran Feng dan pangeran Fan melihat sosok Jia Li yang sedang duduk tenang diatas kasur. Nampaknya Jia Li tidak sadar kalau Pangeran Feng datang mengunjungi nya.
"Kamu?!" Jia Li mengerutkan keningnya mendengar Seruan sang pangeran Tertua...pangeran Fan.
"kamu yang waktu itu di hutan kan?" tanya pangeran Fan pada Jia Li.
"Kau mengenalnya Fan?" tanya pangeran Feng pada sang kakak tertua, pangeran Fan mengangguk.
__ADS_1
"Dia gadis yang tempo hari aku ceritakan padamu." ucap pangeran Fan penuh semangat.
"Gadis yang menemani mu waktu tersesat di hutan?" tanya pangeran Feng sambil mengerutkan keningnya. Pangeran Fan mengangguk meng'iyakan ucapan sang adik bungsu. Sementara Jia hanya duduk memerhatikan interaksi antara kakak beradik itu.
"aneh." gumam Jia Li tanpa didengar kedua pangeran itu.
"Nona apa kau baik-baik saja, apa ada yang terluka, atau ada yang tidak nyaman?." Jia Li menggelengkan kepalanya sambil tersenyum datar menjawab semua pertanyaan pangeran Fan barusan yang terdengar sedang khawatir.
ada apa dengan pria ini, kenapa sifatnya seperti seorang suami yang mengkhawatirkan istrinya, aneh sekali. Batin Jia Li.
ada apa dengan Fan, apa dia menyukai gadis desa ini? dasar aneh. Batin pangeran Feng menatap julit sang kakak tertua nya itu.
like komen vote favorit
maaf jika banyak Typo
author Masih. pemula, author NVL amatir jadi maklumi aja,
__ADS_1
see you next episode