
Pangeran Feng sudah sadarkan diri sejak satu jam yang lalu, sekarang dia sedang berada di kamar tamu. Di sana terdapat seorang gadis yang masih setia memejamkan matanya, tangan dan dahi gadis itu diperban oleh tabib.
"Kenapa wajah gadis ini begitu tak asing di mata ku." lirih Pangeran Feng, lalu sedetik kemudian pangeran Feng menggelengkan kepalanya.
"mungkin hanya perasaan ku saja."
Sementara itu, di sekte ular emas, Han dan Ying Ying terlihat cemas, pasalnya mereka berdua tidak melihat Jia Li, Han terakhir melihat Jia Li saat sedang diarea perang dan setelah itu dia tak lagi melihat Jia Li.
Berbagai pikiran negatif muncul dibenak Han, dia begitu cemas dengan keadaan sang sahabat nya itu.
"Dimana kamu Jia." lirih Han penuh kekhawatiran. Mereka sudah melaporkan pada tetua, dan tetua menyuruh beberapa muridnya untuk mencari keberadaan Jia Li.
"Kita sudah menang Jia, pasukan kita berhasil mengalahkan orang-orang itu, kau tak ingin merayakan kemenangan kita hm, aku mohon kembalilah Jia Li, aku sangat mengkhawatirkan mu." Bisik Han entah pada siapa.
Kembali ke ke kerajaan, dikamar tamu.
"ukh, dimana aku shttt." Jia Li bangkit dari tempat tidur, lalu memegang keningnya yang dibalut dengan kain putih.
__ADS_1
"Auhh sakit banget sih." Jia Li melihat sekelilingnya, tempat itu begitu asing baginya.
"Dimana aku? apa di sekte?" monolog Jia Li, dia baru ingat kalau terakhir kali dia berada di area peperangan melawan musuh yang ingin mengambil tanah sekte mereka.
"cih, ini gara-gara tubuh ini, begitu lemah dan tak memiliki begitu banyak energi, kalau ditubuh ku yang dulu, pasti akan aku adalah yang paling banyak membunuh musuh." kesal Jia Li. Jia ingin turun dari tempat tidur itu, tetapi suara pintu yang terbuka membuat gerakan nya terhenti.
Ceklek~
Pintu terbuka lebar dan menampakkan sesosok laki-laki tinggi, gagah dan tampan dengan pakaian yang nampak mewah.
"Kau sudah bangun, apa ada yang tidak nyaman?" tanya pangeran Feng dengan nada dingin dan muka datar nya.
"Lei Feng Liu, dan kau sekarang berada di istana Ayahanda ku." ujar pangeran Feng.
Hah istana Ayahanda nya? berarti dia Pangeran nya, aku harus baik dengan nya, dia bisa saja membunuh ku dengan cara di pegal,
aku terpaksa harus berpura-pura demi tetap hidup di dunia ini, aku tak ingin kalau harus mati terbunuh dua kali, cih itu konyol kalau harus terjadi pada ku, secara status dulu, aku adalah pembunuh bayaran, bagaimana ceritanya seorang pembunuh dibunuh orang, cih sangat tidak lucu kalau itu semua terjadi. Batin Jia Li
__ADS_1
"ekhm, siapa nama mu, dan ngapain kamu ada di area peperangan?" tanya pangeran Feng mengintrogasi Jia Li.
Jia Li berdehem untuk menetralkan suaranya yang sedikit serak lalu berucap
"Nama ku Jia Li, aku adalah salah satu murid dari sekte ular emas, aku dan tim ku ingin membunuh para orang-orang yang ingin mengambil kawasan kami." jelas Jia Li.
Jia Li segaja tak menyebut marga nya, karena dia tak ingin disebut sebagai Gadis tak berguna kediaman Jendral.
ouh murid dari si Tua itu rupanya, patut baju yang digunakan gadis ini tak begitu asing di mata ku. Batin pangeran Feng.
"Kau butuh apa-apa langsung panggil pelayan saja, Saya keluar dulu." Pangeran Feng langsung meninggalkan kamar itu, Jia Li mendengus lalu berucap.
"cih, dia pikir aku membutuhkan bantuan nya, menyebalkan."
Like komen vote favorit
maaf jika Typo, maklumi karena author adalah penulis NVL amatir.
__ADS_1
See you next episode