Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran
Episode 20


__ADS_3

Kini ke-tiga nya beda di aula bersantai. Ketiga nya dengan sibuk mengopi, sebenarnya Jia Li terpaksa ikut dengan kedua pemuda itu.


"Nona, kalau boleh tahu, nona ini sebenarnya dari keluarga mana sih... marga nya maksudnya." pertanyaan itu diakhiri oleh cenggiran sang Pangeran tertua."


"Saya hanya gadis desa yang tinggal di pinggiran kota, Pengeram." Ujar Jia Li berbohong. Pangeran Fan menganguk, tapi tidak dengan pangeran Feng yang stay cool dengan muka datar nya.


"Dan untuk apa kamu ke area peperangan?" Kali ini pangeran Feng yang bertanya. Jia terkekeh lalu berucap


"Untuk mempertahankan daerah kami tentu


nya." Jawab Jia dengan nada sombong.


Obrolan ke-tiga by terhenti ketika suara seorang dayang-dayang memanggil pangeran Fan.


"Permisi pangeran, nona, hm pangeran Fan, anda disuruh ibu Suri ke kamarnya, katanya ada yang ingin dibicarakan dengan Anda." Jelas sang dayang-dayang.


"Ibu suri? memanggil ku ke ruangan nya, apa ada hal yang penting yang ini disampaikan." Cicit pangeran Fan sambil bangkit dari duduknya.


"Aku dipanggil ibu suri, jadi aku ijin undur diri terlebih dahulu, sampai jumpa lagi." Pangeran Fan sudah benar-benar pergi dari aula bersantai..


Sunyi...hening~

__ADS_1


Tidak ada percakapan antara keduanya, kedua nya sama-sama diam tak bersuara.


Sementara itu di kediaman jenderal, terdengar keributan.


PRANGGGGG~


*BRUKKK


BRUKKKKKK


Brukkkkkk


Terdengar suara pukulan dan jeritan diiringi suara Isak tangis* seseorang.


"Tidak akan, ini adalah hukuman yang setimpal untuk seorang pencuri seperti mu, kau memang pantas untuk dipukul, dasar pencuri brengsek." Maki Ling Zhi sambil terus menganiaya sang pelayan, pelayan itu menangis histeris menahan rasa sakit ditubuh nya. Nyonya dan Nona nya memang sangat kejam tidak seperti Nona pertama yaitu Jia Li yang selalu ramah terharap semua orang.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN." Suara bentakan menghentikan kayu yang sebentar lagi akan mengenai sang pelayan.


Ibu dan anak itu sempat kaget lalu menoleh kearah sumber suara tadi.


"Adik laki-laki." lirih Ling Zhi.

__ADS_1


"APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA PELAYAN ITU HAH." bentakan itu kembali keluar dari mulut sang Tuan muda ketiga kediaman jenderal Zhang.


"Bukan urusan mu bocah, mendingan kamu pergi dari sini, sebelum saya laporkan kamu ke ayah mu itu." Ancam Ibu nya Ling Zhi.


"Tidak akan." Sang Tuan muda ketiga sangatlah keras kepala sama seperti sang ibu Zhang Ruwei.


Ibu nya Ling Zhi terlihat sangat marah dan murka, anak ini selalu saja ikut campur dalam urusannya, ingin sekali dia membunuh anak dari suaminya itu.


"ck" Karena kesal ibu Ling Zhi langsung pergi meninggalkan Ling Zhi dan Tuan Muda Ketiga disana.


"Ibu, tunggu." Ling Zhi langsung berlari mengejar ibunya, kini hanya tinggal adik ketiga dari Jia Li, Zhang Ming Li.


Ming Li membantu sang pelayan untuk bangkit dari duduknya, semua anggota tubuh pelayan itu memar dan berdarah akibat dipukul dengan kayu oleh Ibu Ling Ling Zhi.


"Terimakasih Tuan muda ke-tiga, saya benar-benar berterima kasih, terimakasih banyak karena ada selalu membantu kami para pelayan rendahan dari pukulan dan siksaan Nyonya Ling." Ujar sang pelayan.


"Tidak usah berterima kasih, karena semua yang ada dikediaman Zhang ini adalah keluarga, jadi sudah kewajiban saya sebagai Tuan muda yang akan mewarisi kediaman ini, jadi kalian semua adalah tanggung jawab saya." ucap bijak Ming Li, setelah itu Ming Li memanggil beberapa pelayan lain untuk membawa pelayan yang tadi di siksa oleng ibu tiri dari Jia Li dan Ming Li.


"Wanita itu... kalau dibiarkan akan semakin menjadi-jadi, dia pikir dia nyonya besar disini, berani-beraninya menganiayanya pelayan yang digaji oleh Ayah." Kesal Ming Li sambil meremas jari-jemari nya. Dia sangat membenci Ibu tirinya dan saudara tirinya itu, mereka sombong dan belagu.


like komen vote favorit

__ADS_1


maaf jika typo, efek nulis subuh-subuh


see you next episode


__ADS_2