Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran
episode 22


__ADS_3

Hari ini, sekte melakukan salah satu kegiatan yang memang rutin diadakan setahun sekali. Kegiatan itu disebut sebagai Méiyǒu rén shì ruǎnruò de artinya adalah tidak ada yang lemah, maksudnya adalah sekte akan mengadakan kegiatan adu kekuatan tubuh, satu lawan satu, dan yang akan menang akan menjadi senior untuk para peserta yang kalah dan bisa diperlakukan semau para senior dan juniornya harus rela melakukan semua yang diperintahkan oleh senior. Jadi mereka harus benar-benar berusaha.


Di ring satu lawan satu, semua murid sudah pada mengambil posisi mereka masing-masing. Jia Li, gadis itu mendapatkan urutan pertama. Dirinya harus melawan seorang gadis dengan tampang arogan dan terlihat jahat/licik.


Jia Li dan gadis yang akan menjadi lawan nya membungkuk memberi hormat satu sama lain.


"Untuk kedua peserta, mohon kerjasama nya, jika ingin mengaku kalah, maka angkat tangan kanan kalian tinggi-tinggi, dan pihak satunya lagi juga diharuskan untuk berhenti memukul si pihak yang sudah mengaku kalah, dan jika pihak yang menang tidak berhenti memukuli pihak yang kalah, maka si pihak yang menang akan di hukum dengan cara di diskualifikasi, dan tidak dianggap sebagai pemenang, apa jelas, ada yang ingin ditanyakan?" Tanya sang pembina. Jia Li dan gadis dihadapannya mengangguk serempak, sang pembina pun berdehem


"Baiklah kalau begitu, sekarang ambil posisi masing-masing, pertarungan akan di mulai dalam hitungan mundur tiga...dua...satu... MULAI." Suara dentuman keras menandakan pertandingan baru di mulai, Jia Li menyunggingkan senyum miring nya, sementara gadis didepannya sudah mulai menerjang kearahnya, siapa untuk mematahkan setiap tulang milik Jia Li.


"Hiyakkk, rasakan ini." Gadis bernama Hana itu melayang kan pukulan kearah Jia Li, dengan sangat proporsional nya Jia Li menepis tangan gadis itu, lalu menendang bangian perut Hana, dan membuat gadis itu terjatuh kebelakang.


"sialan." umpat gadis bernama Hana itu, lalu bangkit dari lantai, emosi Hana mulai naik, kali ini seperti Hana akan mematahkan dan memisahkan kepala Jia Li dari tubuh nya.


"Hiyakkkkk, akan ku buat kau kesakitan, dasar sialan, brengsek." Umpat Hana sambil melepaskan jarum perak berisi racun ular kobra diujung nyam


shettt~

__ADS_1


lemparan jarum itu berhasil di hindari oleh Jia Li.


"Ouh kau membawa senjata kah? jarum perang, wow hebat sekali you are great. I want to kill, and I chopped your body." Jia Li kembali menujukan wajah mengerikan nya dengan senyum miring bak iblis yang haus darah.


Jia Li menoreh sekilas kearah sang pembina pertarungan.


"apa boleh mengunaka senjata Paka?" tanya Jia Li pada sang pembina, sang pembina mengangguk mengiyakan.


"boleh selama tidak berlebihan dan tidak merenggut nyawa seseorang, maka dianggap boleh." jelas sang pembina. Senyum iblis Jia Li kembali merekah.


"baiklah kalau begitu, ayok bertarung dengan sungguh-sungguh." Ajak Jia Li pada Hana


"Mari memburu mangsa." Jia Li tersenyum lalu melihat kearah Hana.


***DUARKKKK~


DUMMMM~

__ADS_1


STRAKKKKK~


AKHHHH***~


Suara jeritan dan suara tulang yang dipatahkan terdapat begitu mengerikan. Tak butuh waktu lama, Jia Li berhasil mengalahkan Hana yang termaksud dalam golongan murid-murid pandai di sekte, pandai dalam pekerjaan dan pandai dengan pelajaran yang diajarkan oleh guru.


Srekkkm~


Akhhhh~


"he-hentikan akhhhhh, kumohon hentikan, aku mengaku kalau." Hana mengangkat tangan kanannya mengaku kalau dirinya kalah.


"PEMENANG DI TAHAP INI ADALAH JIA LI." Ujar sang pembina, dan nomor selajutnya adalah Han melawan Reinden salah satu murid pintar di sekte ular emas


Acara tersebut berhasil dilewati dengan sangat sabar.


like komen vote favorit

__ADS_1


maaf jika typo, masih author bot


see you next episode, bye


__ADS_2