Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran
episode 14


__ADS_3

Hari kedua Jia Li di sekte lembah ular emas. Hari ini setelah sarapan, Jia Li, Han berserta dengan Ying Ying menuju kelapangan pelatihan ilmu dasar, yaitu melatih kekuatan raga... caranya yah dengan latihan beladiri.


Di tempat pelatihan, terlihat begitu banyak murid yang sedang bertarung ralat maksudnya berlatih dengan boneka kayu besar yang memang sudah disediakan oleh sekte ular emas.


metode pelatihan nya ternyata sama dengan tempat pelatihan beladiri di zaman ku...berlatih dengan media boneka kayu sebagai objeknya. Batin Jia Li sambil memperlihatkan senyum miring nya yang terkesan angker alias menakutkan.


plakk~


sebuah tangan besar mendarat di pundak kecil milik Jia Li, gadis itu menoleh ke belakang dan melihat siapa yang memegang bahunya itu. Mata Jia Li melotot sempurna, dan segera dia membungkukkan badan nya memberi hormat.


"Selamat pagi Tetua." Seseorang yang disebut sebagai Tetua itu hanya tersenyum lalu berkata.


"iya selamat pagi, hari ini dari kedua mu disini...hm apa kau sudah siap untuk mulai berlatih Zhang Jia Li?" Jia Li mengangguk mantap dengan dirinya sendiri.


"Saya selalu siap Tetua." Tegas Jia Li penuh semangat.


"Karena tujuan saya kesini adalah untuk menjadi orang yang hebat, dan bukan untuk bermalas-malasan, saya Zhang Jia Li, akan menjadi murid terkuat di sekte ini." Tegas Jia Li penuh tekat dan semangat, Tetua saja sampai terkagum-kagum mendengarkan ucapan Jia Li yang terlihat sangat yakin pada dirinya.


saya akan menjadi yang terkuat di sekte ini... bahkan saya ingin menjadi yang terkuat di seluruh dunia ini, saya Jia Li akan membuktikan kehebatan ku selamat ini. Jia Li meremas jari-jari penuh tekat.


gadis ini... sangat bersemangat dan sangat percaya diri, sungguh hebat, inilah murid yang selama ini ku ingin kan...yang semangat dan penuh tekat, bukan yang lemah dan pengecut yang hanya menjadi beban saja. Batin Tetua sambil tersenyum kearahnya Jia Li.


gadis itu membalas senyuman sang Tetua, lalu Jia Li pun pamit undur diri untuk segera melakukan pemanasan dan melakukan latihan yang memang sudah wajib dilakukan oleh parah murid di pagi hari

__ADS_1


Latihan telah diselesaikan dengan sangat baik oleh Jia Li, gadis itu sekarang terkulai lemas di lantai kamar nya... tubuhnya di penuhi oleh keringat.


"Akhh capek sekali... gerah." Jia Li menggulig-gulingkan tubuhnya yang terasa capek akibat latihan tadi.


"apa yang kau lakukan Jia Li." suara seseorang menghentikan aktivitas Jia Li, gadis itu melihat kearah suara.


"Han?" laki-laki yang baru disebut kan namanya duduk didepan Jia Li.


"Apa yang tadi kau lakukan Jia Li?" tanya Han pada Jia Li, gadis itu hanya mengeleng-geleng.


"hanya pengen saja... untuk menghilangkan letih akibat latihan tadi." ujar Jia Li, Han hanya mengangguk mengiyakan.


"ouh yah... kamu dan Ying Ying sudah latihan?" Tanya Jia Li pada Han, Han mengangguk.


"ouh yah...gimana latihan mu selesai dengan baik? Jia Li?" Han balik bertanya pada Jia Li, Jia Li gadis itu mengiyakan sambil mengajukan ibu jarinya.


"Wow ternyata kau hebat juga yah Jia." ujar Han memuji.


"kau sendiri gimana latihan nya? mudah kah?" tanya Jia Li pada Han, Han sedikit menggeleng lesuh.


"Aku melakukan suatu kesalahan tadi di jam latihan pertama." lesuh Han menundukkan kepalanya.


Bukkk~

__ADS_1


Bukkk~


Bukkk~


Jia Li menepuk-nepuk pundak sang sahabat memberikan semangat.


"Kesalah adalah hal yang wajar yang dilakukan manusia, jadi bersemangat lah... Han." Han mengangguk walaupun sedikit lesuh.


"hm kalau boleh tahu apa kesalahan yang kau lakukan Han?" tanya Jia Li kepo.


Han menghela kan nafasnya, seperti nya kesalahan yang diperbuatnya sangatlah besar dan.... sangat penting.


"Aku salah memukul orang, bukan target latihan yang hajar...tapi salah satu Tetua di sekte ini." ujar Han yang masih menunduk merasa bersalah. Jia Li manggut-manggut...


"kau tidak marah? kan aku menyerang salah satu tertua disini...ku tak takut kalau kita akan di usir dari sini! Jia Li?" Jia menggelengkan kepalanya..


"aku tak takut...karena tetua tak akan mengeluarkan ku dari sekte ini... tapi kalian aku tak bisa jamin yah, maaf~" Han yang tadi merasakan ke legaan sekarang malah dibuat makin stress oleh ucapan Jia Li barusan.


AKHHH SUNGGUH SIALAN. Batin Han mengupat.


like komen vote favorit


maap jika typo.

__ADS_1


saling menghargai


__ADS_2