Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran
episode 39


__ADS_3

Di hari lain nya, Jia Li hari ini jadwalnya ingin mengunjungi adiknya Bao Bao yang berasa di kediamannya, sekaligus menjenguk sang ayah dan para adik-adik nya yang lain.


Di kediaman jendral, Jia Li melangkahkan kaki nya memasuki kediaman lamanya sebelum tinggal di istana sebagai Jendral Li.


"Jia Li pula_" belum selesai Jia Li mengucap salam tiba-tiba muncul sebuah vas bunga melayang ke arah nya


Parngggg


Vas bunga tersebut hancur karena bertabrakan dengan dinding, Jia Li berdecak sebal sambil mengumpat di dalam hati nya.


Tiba-tiba keluar seorang gadis sambil tersenyum licik ke arah Jia Li.


"Ling Zhi." Seru Jia Li dengan tatapan tajam nya.


"Kenapa kau pulang kemari sialan, seharusnya kau tak pernah lagi menginjak kaki mu kemari menjijikan sekali." ucap Ling Zhi menghina Jia Li, dengan langkah cepat, Jia Li berjalan mendekat ke arah Ling Zhi lalu berbisik.


"Gadis sialan, aku ini bukan Jia Li yang kau hina dan tindas selama ini, tapi aku Li Mia, aku bisa saja membunuh mu sekarang juga, tapi niat itu aku urungkan, karena ku pikir kau akan bertaubat, tapi apa, kau malah berbuat semena-mena." Ling Zhi meremang seketika mendengarkan ucapan Jia Li baru saja.


"K-kau."


"Tunggu nanti malam akan ku bunuh kamu, Ling Zhi, sekaligus membalaskan dendam nya Jia li." ancam Jia Li.


"Lagian, ayah jendral juga sudah tau tentang ku, dan tentang kau dan ibu mu yang telah menyiksa Jia Li selama ini, dan dia mengizinkan ku untuk membunuhmu dengan tangan ku." Smirk tipis terlihat di bibir Jia Li.


Ling Zhi hanya ketakutan lalu lari terbirit-birit.


"iblis sialan, aku tak akan membiarkan mu lepas begitu saja." Jia Li melangkah kaki nya menuju ruang baca sang ayah. Malam telah tiba, Jia Li benar-benar pergi menuju kediaman jendral Zhang. Dan malam itu adalah malam terakhir untuk Ling Zhi, Jia Li membunuh gadis itu lalu membuang nya ke sungai belakang kediaman jendral.


Seperti yang diucapkan oleh nya tadi siang, sekarang Jia Li sudah siap dengan baju serba hitam bak seorang ninja, baju serba hitam dengan penutup wajah.

__ADS_1


Jia Li memainkan belati di tangan nya, dia tersenyum di balik penutup wajahnya itu, dia sangat ingin melakukan atraksi berdarah nya, sebenarnya Jia Li alias Li Mia tidak begitu membenci Ling Zhi, tapi karena ulah Ling Zhi tadi siang membuat kebencian di hati Jia Li tambah besar.


"Ling Zhi, tunggu pembalasan ku, siapa suruh bermain-main dengan ku, maka terimalah akibatnya, aku akan mewakili malaikat pencabut nyawa untuk mengambil nyawa tak berharga mu itu." Sebuah senyum licik terbit di wajah yang tertutup itu.


Setelah mengucapkan hal itu, Jia Li langsung meloncat keluar dari kamar nya lewat jendela. Malam sudah larut jadi aman untuk Jia Li keluar lagi pula kamarnya adalah kamar paling belakang jadi tak ada yang akan melihatnya.


Kediaman jendral Zhang, tepat nya di atap kamar nya Ling Zhi.


"Tak sia-sia aku mempelajari ilmu peringan badan dari guru, jadi aku bisa dengan mudahnya melompat dari satu bangunan ke bangunan yang lain." Jia Li sedang memantau keadaan dari atap, dia ingin memastikan apa dia aman untuk melakukan aksinya itu.


setelah melihat sekeliling, Jia Li akhirnya meloncat masuk ke dalam kamar Ling Zhi, lewat jendela tentunya.


HUPPHH~


Jia Li berhasil mendarat dengan sempurna di atas lantai kamarnya Ling Zhi. Di lihatnya seorang gadis yang sedang terbaring di atas kasur dan di tutupi selimut.


Tap...tap...tap


"Siapa suruh mencari masalah dengan ku, maka terimalah akibat dari kebodohan mu, Ling Zhi."


Tuk...tuk...tuk


Jia Li menghentikan saraf gerak Ling Zhi, gadis itu sekarang terbujur kaku diatas kasur nya.


Jia Li mulai bermain-main, dia mendudukkan tubuh Ling Zhi diatas kursi, dan tak lupa mengikat tangan dan kaki Ling Zhi, Ling Zhi yang sudah terbangun pun lantas hanya melayangkan pelototan pada Jia Li.


Jia Li mengarahkan ujung belatinya ke hidung Ling Zhi yang dapat dibilang sedikit mancung.


"Makanya jangan mencari masalah dengan ku, kan aku sudah memberikan mu peringatan, jadi mungkin ini adalah akhir dari hidupmu." Jia Li menekan belatinya membuat hidung Ling Zhi mengeluarkan cairan merah kental yang anyir. Ling Zhi yang urat geraknya sudah di lumpuhkan sementara hanya mampu menangis tanpa bisa memberontak sama sekali

__ADS_1


'sialan, aku akan membunuhmu Jia Li, aku bersumpah akan membunuhmu dengan tangan ku sendiri, aku membencimu, Zhang Jia Li.' batin Ling Zhi menyumpah serapah Jia Li.


Jleppp


Stretttt


Dari hidung beralih ke leher Ling Zhi, Jia Li menekan-nekan ujung belatinya yang tajam ke leher Ling Zhi, dia mulai melukis di leher mulus Ling Zhi. Menarik ke kanan dan kiri, membentuk sayatan yang sangat estetik.


'aku membenci sialan, tak berguna, awas saja kamu, akan membuat kau kesakitan dari pada yang aku rasakan sekarang, aku akan membalasnya dua kali lipat dari sakit yang kurasakan, aku berjanji akan membunuhmu." Batin Ling Zhi penuh dendam. Jia Li yang sudah bosan bermain pun mengeluarkan sebuah botol kaca kecil yang berisi perasan air jeruk nipis, lalu di bukanya botol itu dan menyiram nya ke sayatan yang sudah di gambarnya di leher Ling Zhi.


"Kau membosankan, jadi kita akhiri saja permainan ini." Jia Li menendang kursi yang di duduki oleh Ling Zhi membuat sang empunya terjungkal kebelakang dengan tangan dan kaki terikat.


Jia Li berjalan ke arah Ling Zhi terjatuh, lalu diarahkan nya belati tadi ke jantung  Ling Zhi.


"Ini karena telah menyiksa Jia Li."


JLEPP~


"Ini untuk mu yang telah meninggalkan Bao Bao di rumah bordil."


JLEPPP~


"dan ini karena telah membuat ku kesal, membuat Li Mia kesal."


JLEPPP~


Tiga tusukan di berikan Jia Li pada jantung Ling Zhi, membuat sang korban langsung mati di tempat, alias mampus seketika.


setelah berhasil membunuh Ling Zhi, Jia Li menggantung mayat Ling Zhi, dia memprovokasi semua kejahatan nya, membuat Ling Zhi seakan-akan membunuh dirinya sendiri/bunuh diri. Dia telah selesai menghilangkan semua jejak-jejak kejahatan nya, setelah melakukan aksinya itu, Jia Li langsung keluar melalui jendela tak lupa menutup kembali jendela tersebut.

__ADS_1


like komen vote favorit.


ini bab revisi yah, author akan mengusahakan memperbaiki alur nya kembali 🙁


__ADS_2