Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran
Episode 27


__ADS_3

Acara penyambutan kembali nya Nona bungsu berlangsung dengan sangat tenang dan damai walaupun nona Bao Bao selalu mendapatkan tatapan tak suka dari sang kakak Ling Zhi.


Hari berikutnya di kediaman kerajaan, Jia Li dan Han sedang memakai pakaian khusus pelatihan di kerajaan Liu, baju hitam dengan sabuk pinggang merah dan lengkap dengan pedang dan panah, yang laki-laki memakai pedang sedangkan yang perempuan menggunakan panah.


Hari ini mereka akan di tes layak atau tidak nya mereka menjadi panglima dan prajurit istana Liu.


Semua anggota calon prajurit/panglima sekarang berada di lembah hijau di kaki gunung yang sangat berbahaya akan makhluk-makhluk didalamnya, di lembah itu banyak hewan melata dan juga predator yang haus darah yang siap menerkam dan merobek daging mangsa nya kapan saja.


Mereka telah dibagi menjadi beberapa kelompok, dan sayang nya, Jia Li dan Han kali ini berada di kelompok yang berbeda. Jia Li berada di kelompok 2 dan Han di kelompok 4.


Area mereka juga di pisah, kelompok 2 sebelah timur kelompok 4 sebelah Utara.


Tugas para kelompok juga berbeda-beda, ada yang bertugas mencari tumbuhan obat-obatan ada juga yang bertugas mencari hewan yang bisa di jadikan bahan pengobatan. Kelompok Jia Li bertugas mencari tumbuhan obat sedangkan kelompok Han bertugas mencari hewan untuk dijadikan bahan pengobatan.


Semua kelompok masuk kedalam jalur yang sudah di beritahukan oleh panglima.


Semuanya berjalan dengan aman-aman saja, terutama kelompok Jia Li yang beranggotakan lima orang, tiga laki-laki dan dua orang perempuan.


"Menurut yang ada di kertas ini, bunga roh berada di tepi tebing batu di jurang yang berada didepan sana, kita harus melewati area ular berbisa untuk menuju tebing, jadi kalian semua nya harus bersiap, karena kita sekarang memasuki area sarang ular berbisa, harus waspada jika ingin tetap hidup." Ujar sang pemimpin kelompok, Yan Yuan.

__ADS_1


"Iya." jawab serempak keempat anggota tim lain nya termasuk Jia Li.


"Yakkk aku membenci hewan melata, jijik sekali." Ucap jijik Minji. Jia Li melirik Minji lalu berucap.


"Disini terdapat ribuan ular, jadi kau harus menghilangkan rasa jijik kau jika ingin bertahan hidup." Minji menoleh ke arah Jia lalu bertanya


"Bagaimana kau tahu jika disini ada ribuan ular?" Tanya Minji dengan kening berkerut. Jia menujukan kedepan dan semak-semak, seketika bulu kuduk Minji meremang didepan mereka terdapat puluhan ular yang saling berlilit begitu juga di semak-semak yang ditunjukkan oleh Jia Li.


Keheningan sekarang memenuhi kelompok 2, hingga mereka tiba di lembah ular, lembah itu benar-benar di penuhi oleh hewan melata itu.


SRETTTT~


"kita hanya diam dan menonton saja nih?" Tanya Minji pada Jia Li.


"Terserah kau, jika ingin melawan mereka maka lawan saja, panahku tak bisa melawan ular-ular itu." Jawab santai Jia Li sambil menyunggingkan senyum miring nya. Minji hanya bisa diam sambil mengigit bawah nya, dia sebenarnya ingin membantu Yuan, Tian dan Ming tapi apalah daya nya, dirinya sendiri juga takut lebih tepatnya Fobia hewan melata.


Satu jam berlalu, akhirnya ular-ular yang menutupi jalan mereka berhasil di musnahkan, mereka melanjutkan kembali perjalanan menuju tebing batu yang berada tak jauh lagi dari tempat mereka sekarang.


"Menurut petunjuk nya, ada beruang madu disana, dan dia sangat ganas, dan bukan itu saja, disana juga ada serigala putih yang siap menerkam, jadi kali ini kita bagi tugas." ujar Yuan pada anggota kelompok nya, yang lain hanya setuju-setuju saja sambil manggut-manggut menunggu ucapan yang akan di keluarkan Yuan sebentar lagi.

__ADS_1


"Minji dan Jia Li, kalian panah para serigala yang berada diatas batu tebing, dan aku akan membunuh beruang nya, Kau Tian dan Ming, kalian berdua ambil bunga roh yang berada di tebing." Ucap Yuan memberi arahan, mereka berdua mengangguk mendengarkan arahan dari Yuan, Yuan mengeluarkan sesuatu dari tas nguni yang dibawanya.


"Ini pakai tali ini untuk turun ke tebing, dan ingat jangan terburu-buru, kami bisa mengulur waktu selama kalian du tebing." Lanjut Yuan.


"Baik, kami akan berkerja sesuai dengan arahan mu, Yuan." ujar Tian.


"Rancangan yang bagus." Puji Ming. Yuan tersenyum


"Jangan lupa disana bukan hanya ada serigala dan beruang." Ucap Minho dianggukan oleh Jia Li. Kedua melihat peta yang tadi di pegang Yuan, disana terdapat gambar, serigala, beruang madu, dan kepala ular besar.


"apa maksudmu Minji?" Tanya Yuan pada Minji. Minji menujukan gambar kepala ular yang ada di peta, dan itu membuat Yuan terkejut tak bisa berkata-kata. Semua tidak semudah yang dia bayangkan, tempat ini memang tempat yang paling berbahaya.


like komen vote favorit


maaf jika typo


gaje? dimaklumi aja baru


pertama kali nulis novel bergenre Fantasi

__ADS_1


__ADS_2