Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran
Episode 6


__ADS_3

Semua prajurit terhempas di tanah, semua nya di buat babak belur oleh Jia Li. Gadis itu tersenyum kearah sang ayah yang terlihat kaget tak percaya setelah menyaksikan pertarungan antara dua puluh prajurit terbaik kediaman jendral versus Jia Li.


Jia Li berjalan kearah sang ayah, sambil menujukan senyuman.


"Bagaimana ayah?" Tanya gadis itu.


Jendral Zhang masih terdiam mencerna semua kejadian tadi, apa benar tadi itu putrinya yang tak berguna melawan prajurit terbaik nya.


"Ayah kamu baik-baik saja kan?" Tanya Jia Li memastikan karena sedari tadi jendral Zhang bengong tak menggubris pertanyaan nya. Disentuh nya tangan bahu sang ayah.


"Yah!!" panggil Jia Li sekali lagi. Jendral Zhang terperanjat kanget.


"Ayah baik-baik saja kan?" Jia Li mengulang pertanyaan nya. Jendral Zhang tak menjawab pertanyaan Jia Li. "Kamu belajar beladiri dari mana, sama siapa?" Tanya jendral Zhang sambil memegang kedua bahu Jia Li.


"Jia mempelajari nya sendiri ayah." Ujar Jia Li tanpa berpikir dahulu.

__ADS_1


Percaya? Tentu saja jendral Zhang tak percaya akan kibulan sang putri.


"Jangan berbohong Jia Li, tak mungkin kamu bisa mempelajari ilmu beladiri sehebat itu sendiri tanpa adanya guru yang membimbing mu."  Sudah Jia Li duga kalau ayahnya tak akan percaya, tak mungkin kan kalau dia bilang kalau dirinya belajar dari zaman depan? Yang ada dirinya malah dianggap gila.


"Apa Han yang mengajari mu beladiri?" Tuding jendral Zhang lagi.


"Bukan dia, guruku itu orang paling hebat, dan sangat misterius Yah, jadi kamu tak akan mengenalinya." Jelas Jia Li. Setelah itu Jia Li berpamitan kepada sang ayah lalu pergi dari sana, tentunya dia sudah mendapatkan restu dari sang ayah untuk pergi ke lembah ular emas.


Pagi hari nya, Han telah tiba di kediaman jendral Zhang. Jia Li dan Ying Ying menghampiri lelaki itu, ketiganya sudah siap dengan bekal, baju dan pedang untuk berjaga-jaga di perjalanan.


Perjalanan menuju lembah ular emas sepanjang ini masih aman-aman saja, mereka baru saja melewati bukit Rubah hitam, dan akan melewati hutan tak bernama hutan tak berujung, sebuah hutan luas dengan banyak pepohonan.


Malam sebentar lagi akan datang, matahari sudah bersembunyi di ufuk barat, burung-burung dan binatang yang lain sudah kembali ke rumah mereka masing-masing, kecuali ketiga anak manusia yang sedang berada di tengah-tengah hutan belantara itu.


"Han, sebaiknya kita beristirahat di sini untuk malam ini, tak mungkin jika kita meneruskan perjalanan malam-malam." jelas Jia Li lalu mengambil tempat duduk diatas rerumputan hijau.

__ADS_1


"dan kita juga akan susah melihat di kegelapan malam, apa lagi kita ditengah hutan begini, tidak ada yang menjamin jika tidak ada binatang buas diarea sini." lanjut Jia Li, Ying Ying mengangguk membenarkan ucapan sang nona muda nya itu. Han juga setujuh.


"kita sebaiknya tidur diatas pohon saja, tak aman jika kita tidur dibawah sini, yah walaupun tidak ada yang menjamin kalau diatas pohon aman, tapi itu lebih baik dari pada ditelan binatang buas disini." ucap Jia Li.. Han mengangguk saja lalu berujar


"kalau begitu mari kita naik keatas pohon, mumpung masih kelihatan." ujar Han dianggukin oleh Jia Li.


ketiganya menghabiskan malam disebuah pohon besar tapi tidak terlalu tinggi itu.


Han dan dan Ying Ying sudah terlelap dengan posisi terduduk sambil bersandar di pohon besar itu, tenang mereka tak akan jatuh, karena mereka sudah membuat sebuah rumah pohon diatas sana ah bukan tempat cuma alasnya saja yang dibuat dari cabang pohon yang sudah tumbang yang mereka kumpulkan tadi, dan itu atas anjuran dari Jia Li tentunya.


Jia Li masih terjaga, padahal malam semakin larut.


hahh sepi sekali, aku harus waspada kalau ingin tetap hidup, aku yakin bawa di hutan seluas ini ada binatang buas, kan zaman kuno masih asri jadi para hewan-hewan buas masih ada, tak seperti di zaman modern, seluruh teman si Tarzan sudah di pindahkan ke zoo dan akan di kembang biak kan disana. batin Jia Li.


Han ini sepertinya mengetahui banyak hal tentang si pemilik tubuh asli, ehm aku sedikit curiga kalau dia menyukai si pemilik tubuh asli, hm aku juga ragu kalau dia memiliki kemampuan yang hebat dan pengetahuan yang luas, tetapi kenapa dia bersikap sangat culun saat bersama ku. Jia Li terus membatin dan akhirnya terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


like komen vote favorit


__ADS_2