Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran
Episode 9


__ADS_3

Bola mata Jia Li berubah warna, yang tadinya berwarna coklat sekarang menjadi warna merah menyalah.


seseorang dibalik lembah bambu itu melihat keanehan diri Jia Li. Sebuah senyuman miring terukir diwajah tegah orang itu.


"Gadis itu seperti bukan gadis biasa." ujar laki-laki itu sambil menyugihkan senyum licik nya.


"Sangat menarik." lanjut pria itu penuh ketertarikan terhadap Jia Li.


Sementara itu di Zaman moderen, seorang gadis duduk di kursi singgasana nya penuh dengan keangkuhan, kedua tangannya dilipat didada dengan kaki juga.


Gadis itu nampak sangat bahagia, senyuman luntur sedari tadi.


"HAH HAH HAH senang sekali diriku." ujar gadis itu sambil terus tertawa jahat. tawa itu berubah menjadi seringai.


"Melenyapkan wanita sialan itu, ck." wajahnya berubah menjadi datar bak tembok saat membayangkan wajah angkuh dan sombong milik rekan tim nya yang telah bunuh nya saat menjalankan misi, ah ralat tepatnya musuh nya.


"Li Mia...Kamu itu bodoh, kau terlalu mempercayai ku, dan kau terbunuh ditangan ku, kasihan sekali." gadis itu tertawa bak kerasukan iblis.

__ADS_1


"Ling Zhi~." panggil seseorang, gadis itu berbalik melihat siapa yang memanggilnya tadi.


"ada apa?" tanya gadis bernama Ling Zhi itu kepada pria paru baya yang memanggilnya tadi.


"itu ada yang mencari mu, sepertinya rekan tim mu di geng pembunuh bayaran." jelas lelaki paru baya itu, Ling Zhi bangkit dari duduknya lalu berjalan meninggalkan ruangan nya itu.


Langkah Ling Zhi terhenti di ruang tamu yang sangat amat luas dan mewah, gadis itu menghampiri pria yang sedang duduk di sofa.


"Kenapa kau datang kemari?" tanya Ling Zhi lalu duduk sofa dengan gaya anggun nya.


laki-laki yang merasa terpanggil pun mendongak melihat kearah Ling Zhi yang duduk di sofa didepan itu. laki-laki itu menyeringai


"Tujuanmu kemari untuk apa ku tanya? jangan banyak omong kosong." tanya Ling Zhi sekali lagi, lelaki itu terkekeh lalu berujar


"kau ini sangat terburu-buru." lagi lagi Ling Zhi memutar bola matanya.


"aku tidak punya waktu meladeni omong kosong mu itu Ben, kau sungguh membuang-buang waktu ku yang berharga." Ling Zhi ingin bangkit dari duduknya, tapi dengan cepat ditahan oleh laki-laki bernama Ben itu.

__ADS_1


"hei hei tunggu sebentar." Ben menarik Ling Zhi duduk kembali, laki-laki itu mendengus lalu berujar.


"kau ini sungguh terburu-buru, dasar Ling Zhi." kesal laki-laki itu.


"Ben ayoklah, jangan banyak basa-basi, cepatan apa tujuanmu kerumah ku? jika hanya untuk berbasa-basi, maka sekarang bukalah waktu yang tepat." nada bicara Ling Zhi sedikit naik.


"sayang ku." Ben menarik Ling Zhi untuk duduk di pangkuan nya.


"kudengar kamu berhasil membunuh si ketua sogong itu ya?" tanya Ben dengan raut muka yang berbeda dari tadi. Ling Zhi hanya mengangguk sambil melihat ke arah lain. Didalam hati Ling Zhi terus memaki laki-laki yang sedang memangku nya itu.


sungguh menyebalkan, pria ini, ingin sekali aku mencincang dagingnya dan memberikannya kepada anjing penjaga. batin Ling Zhi


Ling Zhi bangkit dan duduk di sebelah Ben, sungguh tak nyaman duduk diatas pangkuan pria itu.


"Kau hanya ingin memastikan itu Ben?" tanya Ling Zhi, Ben menggeleng-geleng lalu tersenyum lebar.


"Aku kesini karena merindukan mu, Lizizi." ucap Ben

__ADS_1


"panggilan itu sungguh menjijikkan Ben, jangan panggil aku dengan panggilan Lizizi itu, ck sungguh menjijikkan." ujar Ling Zhi


Ben hanya dapat mengaruk tekuk leher nya yang tak gatal


__ADS_2