Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran
Episode 25


__ADS_3

Sore hari yang indah Jia Li habiskan untuk bersantai sambil melihat-lihat keadaan di sekitarnya, gadis itu berada di sebuah kolam teratai putih.


Apa tujuan ku disini? apa aku harus jalan dan hanya mengikuti alur, atau membuat alur ku sendiri? balas dendam? atau lupakan dendam si pemilik tubuh asli?


"Aku bingung." seru Jia Li


"Bingung?" Tanya seseorang, Jia Li yang kaget langsung menoleh kebelakang dan mata langsung tertuju pada mata si pria itu, kedua nya saling pandang.


"Apa yang membuat mu bingung?" laki-laki gagah itu kembali mengulang pertanyaan nya.


"Tidak, jangan pedulikan aku." Jia Li langsung memutuskan kontak mata dengan pangeran Fan, yah laki-laki itu adalah pangeran Fan.


Pangeran Fan sekarang berada di samping Jia Li. Jia Li sedikit risih dengan keberadaan sang Pangeran.


Sungguh menganggu ku saja, baru saja mau santai sendirian eh malah datang nih pangeran, menyebalkan sekali. Batin Jia Li sambil merotasikan bola mata nya.


"Kamu di sini ngapain?" Tanya pangeran Fan tanpa melihat Jia Li di sebelah nya.


"Hanya bersantai saja." jawab Jia Li dengan nada sedikit malas. Pangeran Fan mengangguk lalu menoleh kearah Jia Li.

__ADS_1


"Boleh saya temani kamu bersantai di sini?" Jia Li tersenyum paksa sangat-sangat terpaksa lalu mengangguk.


"Boleh kok, bahkan saya sangat senang di temani oleh pangeran." Jia Li kembali tersenyum begitu pula dengan Pangeran Fan.


Boleh kagak sih bunuh nih pangeran, ngeselin banget, pengen banget gue tendang lalu gue cemplungin ke kolam teratai, tapi sayang dia pangeran, takut nanti kepala gue pindah dari tubuh, jadi di sabar-sabarin aja dah, udah nasib. Batin Jia Li.


Sore yang indah di lewati keduanya dengan dengan sangat tenang, tepat nya hanya pangeran Fan. Jia Li berdehem, pangeran Fan langsung menoleh kearah Jia Li lalu bertanya


"Kamu sakit?" Tanya pangeran Fan dengan wajah khawatir lalu menyentuh kening Jia Li. Jia Li yang mendapatkan perlakuan itu langsung memundurkan langkahnya.


"Saya tidak sakit pangeran, saya mau ijin mengundurkan diri, saya mau kembali ke kamar saya." Ujar Jia Li memberi penjelasan.


"Yasudah kalau begitu, kamu kembali kekamar mu dan istirahat yang cukup, jangan tidur larut, karena itu gak baik untuk kesehatan gadis kecil seperti Mu." Pangeran Fan terkekeh.


Jia Li membungkukkan badan nya lalu pamit pergi dari sana, Jia Li sekarang benar-benar lenyap dari pandangan sang pangeran pertama—pangeran Fan.


"Dia sangat manis dan lugu, wajah dan mata dan matanya memancarkan kepolosan dan binar matanya indah sekali." Seru pangeran Fan lalu ikutan pergi dari sana.


Di ruangan sang ibu suri, terlihat pangeran Feng di sana. Pangeran Feng membungkuk memberi hormat pada sang ibu suri.

__ADS_1


"Hormat yang mulia ibu suri, semoga panjang umur." ucap pangeran Feng lalu mengangkat kepala nya yang tadi di tundukkan.


"Selamat datang Pangeran Bungsu." Ibu suri menepuk-nepuk kursi kosong di sebelah nya.


"Ayok duduk dulu Feng." perintah ibu suri, Feng langsung menuruti nya lalu duduk di sebelah sang ibu suri.


"Ada apa memanggil saya kemari ibu suri? Apa Anda membutuhkan bantuan? Atau Anda membutuhkan sesuatu ibu suri?" Tanya sopan pangeran Feng


Ibu suri terkekeh lalu berucap


"Apa aku tak boleh mengundang putra ku ke sini?" Pangeran Feng terdiam, di dalam hati, dia ingin membunuh itu manusia yang berpangkat dengan **Ibu suri.


Pangeran Feng memang tidak begitu menyukai ibu suri, entah dari segi bicara atau dalam segi apapun, dia tak menyukai gadis berbaju ketat dan sok akrab.


kau hanya Ibu tiri ku, bukan ibu kandung ku, aku tak sudi menganggap mu sebagai ibu suri. dasar wanita ular. Batin Feng


like komen vote favorit


maap jika Banyak typo, maklumi yah Oren samua

__ADS_1


see you next episode pai-pai**


__ADS_2