
Jia Li, Han dan Ying Ying berjalan menerobos Padang rumput itu, mata Jia Li terus menelisik memastikan kalau Padang rumput itu aman. tiba-tiba suara raungan keras terdengar. Jia Li menghentikan langkahnya begitu juga dengan Han dan Ying Ying.
"suara apa itu nona?" tanya Ying Ying yang terlihat ketakutan, Jia Li mendengus lalu berucap. "seperti itu suara Singa." Ying Ying dibuat gemetar mendengarkan jawaban dari sang nona.
"tenang saja, kita mengendap-endap dulu." seru Han, Jia Li mengangguk, mereka mulai berjalan tanpa suara.
Suara raungan membuat ketiganya menghentikan langkahnya, Han dan Jia Li saling pandang, Ying Ying takut dan terpaku ditempat nya.
"Han, aku alihkan perhatian si singa, kamu dan Ying Ying pergi duluan, setelah itu aku akan menyusul kalian." ujar Jia Li, Han menggeleng menentang tawaran Jia Li.
"aku sangat tak setuju, itu terlalu bahaya Jia Li." ujar Han
"cuma ini satu satunya cara agar kita selamat dan sampai ke tujuan." ucap Jia Li.
"Tidak Jia, sebaiknya aku yang mengalihkan perhatian si singa, kamu sama Ying Ying yang pergi.
"No, saya tidak setujuh, ilmu mu masih sangat rendah Han." kali ini Jia yang menolak tawaran Han, keduanya terlibat adu argumen yang berkepanjangan, hingga akhirnya
RAuhhhh~
Jia, Han dan Ying Ying terkaget saat si singa sudah berada didepan ketiganya. Jia Li berdecak kesal, lalu menatap tajam Han.
"Ck ini semua gara-gara kamu Han, kalau saja kamu menyetujui nya dan tak keras kepala maka kita akan selamat." amarah Jia Li meledak, lalu maju menyerang si Singa dengan sangat brutal. Jia Li melemparkan serangan yang sangat kejam dan membabi buta, sekaligus meredakan emosi nya yang tadi meledak akibat ulah Han tentunya, menurut Jia li, Han sangat keras kepala dan tak mau mengalah. didalam hatinya Jia Li terus mengumpatin Han.
__ADS_1
BRUKKK~
Singa itu berhasil dilumpuhkan oleh Jia Li, diusapnya keringat yang sebentar lagi akan menetes di pipinya. Han dan Ying Ying yang melihat kejadian itu dibuat takjub olehnya.
Seorang gadis polos dan lugu mengalahkan seekor singa si raja hutan. Ying ying menghampiri sang nona dengan wajah paniknya.
"nona tidak kenapa-kenapa kan?" tanya Ying Ying pada Jia Li, Jia Li mengeleng-geleng, wajahnya masih jutek.
"ayok kita lanjutkan perjalanan nya." Jia Li berjalan duluan meninggalkan Han dan Ying Ying yang sedang menatapnya.
Ketiganya sekarang dirasa di jalan masuk hutan bambu. hutan dengan penuh tanaman bambu yang menjulang tinggi.
firasat ku sedikit tidak baik, seperti ada predator yang sedang mengawasi di sini, aku harus waspada, air yang tenang belum tentu aman. mata tajam Jia Li terus menelisik ke seluruh inci hutan itu, dia merasakan ada yang sedang mengikuti mereka dari setiap arah.
Hush~
"ada yang mengintai kita." bisik Jia Li sangat pelan.
sebuah bayangan hitam melompat dari satu bambu ke bambu yang lain nya
Han dan Ying Ying kompak melihat kesana-kemari.
"apa? ada yang mengikuti kita?" Han menajamkan penglihatannya menelisik ke setiap inci hutan bambu itu lalu Han mengangguk.
__ADS_1
"kau benar Jia Li, mereka seperti yang menjaga area hutan bambu ini, kita harus berhati-hati karena mereka merupakan murid yang di latih oleh perguruan lembah ular emas." Jia mengangguk menyetujui ucapan Han tadi
"KELUAR KALIAN, JIKA BERANI JANGAN BERMAIN PETAK UMPET." teriak Jia Li sangat lantang.
hening~
tak ada yang apa pun di sana
"CK JANGAN JADI PENGECUT, DASAR PENAKUT SIALAN, KAU HANYA BERANI BERMAIN DENGAN CARA BERSEMBUNYI, JIKA BERANI KELUAR DAN HADAPI AKU JIA Li—Lebih tempat nya Li Mia, gadis pembunuh bayaran, kalian pikir aku takut pada kalian DASAR ORANG-ORANG PENGECUT."
Shuttt~
Sebuah belati terbang kearah Jia Li, untung saja mata Jia Li tajam dan dengan sangat gesit dia menangkap belati berwarna kuning keemasan itu.
"Ck bener-bener sekumpulan orang-orang pengecut." Jia Li terus mengeluarkan kata-kata pedasnya, hingga akhirnya sebuah suara tanpa wujud terdengar dan suara itu sangatlah keras dan bergema di seluruh pelosok hutan itu.
"Gadis kecil, kamu sangat pemberani, aku salut dengan keberanian mu HA HA HA HA."
Suara itu membuat telinga Han dan Ying Ying berdenyut kesakitan, tetapi tidak dengan Jia Li, dia bahkan tak merasa sakit dengan telinganya.
"JIKA KAU BERANI, KELUAR DAN HADAPI AKU, itu pun jika kau berani." Jia Li berdecak meremehkan. seketika kembali terdengar suara gelak tawa dari seseorang.
"HAHAHA, MULUT MU SANGAT TAJAM NONA."
__ADS_1
"MULUT KU MEMANG TAJAM, SETAJAM belati yang digunakan untuk merobek dan mengoyak kan kulit manusia." sebuah senyum miring terukir di wajah Jia Li, tiba-tiba banyangan Mia muncul dibelakang tubuh Jia Li, aura merah berpadu dengan hitam keluar dari tubuh Jia Li yang berisi jiwa dari Li Mia itu.
like komen vote favorit