Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran
Episode 16


__ADS_3

Sesampainya di kerajaan, pangeran Fan langsung pergi menuju kamarnya, sesampainya dikamar, sang pangeran langsung pergi mandi dibantu oleh para pelayan pria.


Sementara itu sisi lain, dikamar pangeran Feng, laki-laki tampan sedang duduk sambil mengambar sesuatu diatas Kanvas lukis nya.


Kanvas yang tadinya putih bersih sekarang sudah dipenuhi dengan gambar buatan sang pangeran, terdapat gambar seorang gadis kecil di kanvas itu, gadis cantik dengan bando bunga lili merah.


"Cih." Pangeran Feng langsung meletakkan lukisannya diatas meja kayu, lalu pergi dari kamarnya.


Pangeran Feng pergi ke jembatan yang berada di istana nya, malam semakin larut, udara juga semakin dingin, tapi tak dapat membuat pangeran Feng pergi dari jembatan itu.


"Pangeran, sebaiknya Anda kekamar untuk istirahat, ini sudah larut dan semakin dingin, jika Anda berdiri disini terus menerus, takutnya Anda akan sakit." jelas sang pelayan yang sedari tadi mengikuti nya. Pangeran Feng tak menghiraukan, laki-laki itu sibuk dengan pikirannya sendiri.


Ini sudah lima belas tahun sejak terakhir aku melihat nya, kira-kira bangaimana keadaan nya sekarang, apa dia sudah bahagia, aku harap kau bahagia adik kecil. Batin pangeran Feng.


Bukrrrk


"adik terakhir, apa yang kau lakukan disini sini malam-malam begini?" Pangeran Feng melihat sosok kakak pertama nya, yaitu pangeran Fan.

__ADS_1


"kakak pertama sendiri? lantas untuk apa kemari malam-malam?" Pangeran Feng malah balik bertanya dan mendapatkan respon gelak tawa dari sang kakak tertuanya itu.


"Kau ini, kebiasaan sekali...kalau ditanya bukan dijawab, eh malah balik nanya, dasar adik Feng." pangeran Feng memutar malas matanya, kalau sudah berbicara dengan kakak pertama nya itu, pasti sesuatu pasti akan dijadikan bahan lawakan, hampir semuanya.


Suara gelak tawa pangeran Fan perlahan-lahan meredah.


"hm adik Feng, hmm kau tahu tidak tadi kakak bertemu dengan seorang gadis cantik di hutan, dia cantik dan mengemaskan, tapi sayangnya dia terlalu cuek dan dingin, sama seperti mu, susah diajak berbicara, kalau dibalas pun dengan nada ketus, kan tidak seru." keluh sang pangeran pertama sambil tersenyum-senyum sendiri membayangkan wajah cantik gadis yang tadi ditemui nya di hutan, siapa lagi kalau bukan Jia Li.


"terus? apa hubungannya dengan ku?" tanya pangeran Feng dengan raut wajah datar bak tembok


satu pukulan melayang ke kepala pangeran Feng.


"kau ini, tentu saja itu urusan mu, karena kakak menyukai gadis itu, jadi kakak mau meminta persetujuan mu." kesal pangeran Fan, tanpa rasa bersalah karena telah memukul kepala sang adik.


Pangeran Feng masih stay cool, karena akan sia-sia jika dia membalas perbuatannya sang kakak tertua, karena Kakak tertua akan selalu jadi pemenang nya.


"kakak Fan, aku dengar-dengar daerah Utara sedang mengalami bencana alam yah? apa kali ini ayahanda akan turun kelapangan untuk melihat para korban?" tanya pangeran Feng, pangeran pertama yang mendengar ucapan sang adik langsung merubah ekspresi wajah menjadi serius.

__ADS_1


"Yang benar, daerah Utara mengalami bencana alam?" tanya pangeran Fan dibalas anggukan kepala dari sang adik.


"benar, untuk apa aku berbohong, toh tak ada untungnya untuk ku." sewot pangeran Feng.


"aku akan ikut dengan ayahanda untuk mengurusi daerah Utara." ujar pangeran Fan yang dibalas deheman sang adik.


"kau tak ingin ikut Feng?" tanya pangeran Fan pada sang adik. Pangeran Feng menggelengkan kepalanya lalu berkata.


"aku besok akan pergi ke daerah perbatasan untuk menjaga area perbatasan yang akan diserang oleh para sekutu yang berkhianat." jelas pangeran Feng.


Setelah berbicara cukup banyak, pangeran Fan dan pangeran Feng pergi ke kamarnya masing-masing.


like komen vote favorit, makasih


typo dimaklumi karena masih author amatir jadi banyak salah kata.


see you next episode bye-bye^^

__ADS_1


__ADS_2