
Matahari sudah berganti dengan rembulan yang indah berserta bintang-bintang yang setia mengikuti nya kemana pun bulan pergi.
Di atas rumah pohon yang tepat nya hanya ada lantai kayu nya saja. Terdapat anggota kelompok satu, tiga dan empat.
Han semakin khawatir, pasalnya kelompok dua belum juga kembali, dia cemas sampai-sampai mengigit kuku jari nya sendiri.
"kemana kau Jia Li, kenapa kau belum juga kembali, aku mengkhawatirkan mu." Gumam Han yang khawatir dengan keselamatan nya Jia Li.
Han semakin khawatir pada Jia Li.
"Han apa kau baik-baik saja?" Tanya Rhein pada Han, Han menoleh kearah Rhein.
"Aku baik-baik saja, hanya saja aku sedang mengkhawatirkan sahabat ku Jia Li." Rhein meng'ouh saja lalu berkata, "dia itu gadis hebat, jadi kau tidak perlu khawatir." Ujar Rhein menenangkan Han yang khawatir. Han tersenyum lalu berterima kasih kepada Rhein.
Tak lama kemudian, terdengar seseorang yang terjatuh
Dukkkk~
__ADS_1
Sontak semuanya melihat kebawah pohon, dan benar saja, ternyata ada dua orang yang terjatuh di bawah sama.
"Bukankah itu Tian dan Minji ya? Anggota kelompok dua? Tapi kemana yang lainnya, kenapa mereka tak ada." Tanya salah satu dari mereka. tak lama kemudian, tiba lah Yuan, Jia Li dan Ming. ketiga nya memiliki luka goresan di lengan dan muka meraka. Han langsung loncat dari atas pohon begitu juga dengan yang lainnya nya.
"Jia Li kau baik-baik saja kan? tidak ada yang terluka kan?" tanya Han khawatir sambil memutar-mutar kan tubuh Jia Li. Jia Li mendengus lalu menepis tangan Han sambil berucap.
"hei kau ini terlalu berlebihan Han, aku ini bisa jaga diri sendiri jadi tak perlu di khawatirkan sampai segitunya juga." ketus Jia Li pada Han, Han terpaku mendengar kan ucapan Jia Li lalu tertawa tepatnya hanya kekehan saja.
"yah aku tahu, aku berlebihan, tapi yah sudah lah, ayok pulang ka istana." Han langsung berjalan meninggalkan semuanya.
Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka tiba di istana, mereka semua pergi menuju kamar masing-masing begitu juga dengan Han dan Jia Li.
Di kamar milik Jia Li,. gadis itu duduk di atas kasur nya.
"Apa Han marah dengan ucapan ku tadi yah?" Gumam Jia Li merasa tidak enak.
"tapi tadi dia begitu berlebihan dan seakan-akan dia menganggap ku seakan-akan seperti gadis sampah kediaman jendral Zhang." lanjut Jia Li, gadis itu terus mengoceh semalam hingga akhirnya tertidur.
__ADS_1
sementara di atap kamar Han, laki-laki itu sedang melamun dengan tatapan lurus dan kosong. Han menghelaakan nafasnya lalu memandang keatas langit, melihat bulan sabit yang sangat indah dengan hamparan bintang berkelap-kelip di atas sana.
"Apa aku begitu berlebihan tadi? Tapi aku hanya mengkhawatirkan nya! Apa tak boleh kah?" lagi-lagi terdengar suara hembusan nafasnya Han, laki-laki tampan itu sedang frustasi sambil mengacak-acak rambut panjang nya itu.
"Yakk ngapain juga aku sampai semarah ini dengan Jia Li, perkataan nya tadi juga benar, aku terlalu berlebihan dan menyebalkan." Lanjut laki-laki itu dengan nada kesal.
Angin berhembus kencang sampai-sampai menerbangkan rambut Han yang gondrong.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan ku? tak mungkin kan aku menyukainya." gumam Han
like komen vote favorit
maaf jika ceritanya membosankan, jarang up, sama banyak typo
maklumi author masih pemula.
see you next episode
__ADS_1