
Suara derap langkah kaki kuda terdengar sangat jelas, kereta kuda itu membelah jalanan ibu kota, didalam kereta kuda itu terdapat dua orang manusia, Jia Li dan pangeran Feng.
"Aku turun di lorong itu saja." Ujar Jia pada Feng. Feng hanya berdehem mengiyakan ucapan Jia Li.
Kereta kuda itu berhenti di depan sebuah lorong, Jia Li langsung turun.
"Terimakasih pangeran." Jia Li memaksa untuk tersenyum, tapi sayangnya tidak dihiraukan oleh sang pangeran.
"Jalan prajurit." Perintah pangeran Feng pada si pengemudi kereta kuda.
Kereta kuda itu melaju meninggalkan Jia Li sendirian disana. Gadis itu hanya mendengus kesal mendapatkan perlakuan tak baik dari pangeran Feng.
"Dasar pangeran sombong, nyebelin, dasar dengkul kuda." Kesal Jia lalu pergi dari lorong itu, gadis itu berjalan kearah masuk ke lembah hutan bambu.
Tak butuh waktu lama Jia Li akhirnya tiba di sekte ular emas, disana terdapat Han dan Ying Ying yang terlihat cemas.
"Hei." sapa Jia Li, orang yang disapa terkejut.
__ADS_1
"Jia Li, Nona." Seru keduanya serentak lalu langsung berlari kearah Jia.
Greppp~
Ying Ying memeluk sang Nona nya, melepaskan kerinduan nya selama beberapa hari ini.
"Nona, anda kemana saja selama ini? Saya sangat mengkhawatirkan Anda." Ying Ying melepaskan pelukannya dan melihat Jia Li dengan seksama. Jia Li menghembuskan nafasnya, lalu mulai menceritakan nya.
" Jadi waktu sedang perang, tiba-tiba tubuh ku lemas dan pingsan, tau-tau pas bangun aku udah ada di sebuah kamar, aku ditolong oleh Pangeran Feng, iya deh kayaknya, Feng namanya." Jelas Jia Li, Han dan Ying Ying bingung mendengarkan penuturan Jia barusan, tapi keduanya mencoba mengerti apa yang dibilang oke Jia dan akhirnya keduanya hanya mengangguk-angguk saja.
"Pangeran Feng? Pangeran bungsu yang sombong itu?" Tanya Han pada Jia Li, Jia Li menaikan kedua bahunya lalu berucap.
Sementara di kerajaan, pangeran Fan baru saja keluar dlari ruangan ibu suri, wajah sang pangeran nampak begitu kusut. Pangeran Feng yang baru saja sampai kekediaman, dirinya melihat sang kakak tertua, dan dihampiri lah sang kakak tertuanya itu.
"Kau kenapa Fan?" Tanya pangeran Feng yang menyadari tampang kusut tak bersemangat sang kakak. Pangeran Fan menggelengkan kepalanya lalu berkata.
"Ibu suri telah menjodohkan ku dengan Putri Meng Tian." lirih pangeran Fan.
__ADS_1
"Putri Meng Tian? Putri kerajaan timur itu?" Tanya pangeran Feng dibalas anggukan kepala oleh sang kakak tertua.
Note: Putri Meng Tian adalah putri dari kerjaan timur, keyrjaan yang selalu membantu dan berkerja sama dengan kerajaan Liu, kedua kerjaan itu sudah seperti bersaudara, Kaisar Cheng dan Kaisar kerajaan Timur yaitu Kaisar Yang Li sudah sangat akrab begitu juga dengan Putri kaisar Yang Li, putri Meng Tian dengan para putri ke Kaisaran Liu.
"Terus kau mau menerima perjodohan itu?" Tanya pangeran Feng lagi.
"Tentu saja aku menentang nya, aku tidak ingin menikah dengan seorang yang tidak aku cintai, lagi pula, aku sudah menemukan seorang gadis yang ku cintai~." Kata-kata terakhir Pangeran Fan terdengar begitu lirih.
"Kalau kau tidak menerima nya, terus ngapai dipikirkan."ucap pangeran Feng. Pangeran Fan yang mendengar itu langsung menoleh kearah sang adik.
"Heh, kau pikir ibu suri akan menerima penolakan ku? Aku sudah menolak nya, tapi ibu suri tetap akan menikahkan aku dengan putri Meng Tian." Ujar pangeran Fan dengan sekali tarikan nafas.
"Hm, ibu suri memang keras kepala, sama seperti mu, Kak." Pangeran Fan terlihat sedang menahan tawanya.
"Ya lah itu."
"Udah-udah, aku balik kamarku ku dulu, sampai jumpa lagi." Lanjut pangeran Feng.
__ADS_1
Like komen vote favorit, jika typo mohon dimaklumi, jika gaje maaf, efek nulis malam-malam, jadi bawaannya kantuk, see you next episode.