Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran
Episode 34


__ADS_3

Panglima Li, adalah sebutan baru untuk Jia Li sekarang, gadis itu sekarang sangat gagah dengan pakaian panglimanya, dan jangan lupa kan pedang samurai di tangan Jia Li sekarang, gadis itu sekarang sedang memperagakan cara menggunakan pedang yang benar.


"ingat kalau sedang di dalam situasi perang, kalian harus waspada dan hati-hati." ujar Jia Li lalu mengeluarkan pedang samurai dari sarungnya.


"Ayun dan arahkan pedang kearah lawan, semuanya ikuti yang saya lakukan." Ujar Jia Li sambil memperagakan, semua yang ada di sana mengikuti gerakan yang di lakukan Jia Li tadi.


Pelatihan berakhir bersama dengan matahari yang terbenam di ufuk barat.


Jia Li sekarang sedang duduk beristirahat sambil menyekat keringat di keningnya.


"ini untuk mu panglima Jia Li." Sebuah tangan terulur memberikan botol air minum kepada Jia Li. Jia Li mendongak melihat siapa yang memberikan minuman untuk nya.


"Yuan!" beo Jia Li saat melihat pria gagah yang sempat menjadi teman satu tim nya waktu pelatihan kemarin. Yuan laki-laki itu langsung duduk disebelah Jia Li.

__ADS_1


"Bagaimana?" Tanya Yuan pada Jia Li, gadis itu mengerutkan keningnya.


"Apanya?" Tanya Jia Li kembali


"Hari pertama menjadi panglima dari prajurit Phoenix? mereka pasti sangat merepotkan bukan?" Tanya Yuan dibalas gelengan kepala dari Jia Li.


"Tidak kok, mereka baik dan mudah untuk di latih, mereka itu berbakat dalam bertarung, hm hanya saja mereka tidak di anggap di sini makanya membuat mereka malas untuk berlatih." Yuan hanya mengangguk mendengar ucapan Jia Li barusan.


"Bagus kalau begitu." Seru Yuan.


"Hm mereka sangat keras kepala, sangat sulit mengendalikan mereka, dan nama Prajurit Singa sangat cocok dengan keganasan mereka, mereka hebat kalau dalam hal bertarung, tapi yah begitulah, sangat sulit di atur." Ujar Yuan mengeluarkan unek-unek dalam dirinya. Jia Li mengangguk lalu menepuk pundak Yuan beberapa kali, guna menyalurkan semangat kepada pria yang sudah di anggapnya sebagai temannya itu.


"Aku yakin kalau kau bisa mengendalikan keganasan prajurit Singa, jadi semangat lah Yan Yuan." Yuan seketika tersenyum sambil melihat wajah polos Jia Li.

__ADS_1


"Terimakasih Jia Li, kau memang pantas menjadi seorang panglima, kau itu bisa membuat seseorang bersemangat." Ucap Yuan sambil tersenyum.


"yah dong, aku gitu loh." seru Jia Li sambil memperlihatkan senyumannya, Yuan hanya ikutan tersenyum walau dia tak begitu mengerti dengan ucapan Jia barusan.


"Tapi sayang, pipi dan wajah mu tidak mendukung profesi mu sekarang Jia Li, kau terlalu imut untuk menjadi seorang Panglima hahaha." Yuan tertawa begitu keras sambil mengacak-acak rambut pirang Jia Li. Gadis itu hanya mendengus sambil berujar dalam hati.


Cih menyebalkan sekali, profesi ku yang sekarang sangat keren, tapi sayang wajahku begitu bocil, pipi gembul, bibir tipis, tubuh pendek cih sangat berbeda dengan tubuh ku yang dulu, wajah tirus, bibir seksoy dan tinggi badan yang ideal, dan jangan lupakan perut six pack ku, hiks hiks hiks, aku merindukan mu, tubuh lama ku. Jia Li menangis dalam hati. Kesal sih dengan perlakuan Yuan barusan, tapi apalah dayanya, karena memang benar apa yang di ucap kan Yuan.


like komen vote makasih


maaf Kalau banyak typo.


baru pemula

__ADS_1


jadi saling menghargai yah.


see you next episode


__ADS_2