
Di kediaman Jendral Zhang sedang terjadi adu mulut yang melibatkan ibu dan anak.
"Ling Zhi, kau meninggalkan Bao Bao di ibu kota, hah, dia itu masuk kecil, dan gak tahu jalan punya, Ling Zhi." Kesal nyonya Ling penuh amarah, sementara orang yang di marahi hanya mendengus kesal.
"dia udah gede Bu, jadi ibu tidak usah khawatir." Lantang Ling Zhi tanpa rasa bersalah sama sekali, sementara Nyonya Ling berdecak kesal pada putri kandung nya itu.
Sementara di luar kediaman jenderal Zhang, Jia Li dan Bao Bao sedang berbicara sebentar.
"Bao Bao, kau masuk lah kedalam." suruh Jia Li dibalas anggukan kepala oleh sang adik, Bao Bao.
"Kakak gak mau masuk?" Tanya Bao Bao dengan begitu polosnya, Jia Li menggelengkan kepalanya tanda tak mau.
"Kakak masih mempunyai pekerjaan, jadi kau masuk dan beristirahat lah, dan ingat pesan ku, jika si Ling Zhi melakukan hal-hal aneh pada mu, maka tarik saja rambutnya itu, jika dia marah, bilang saja perintah dari Panglima Li " Bao Bao mengangguk sambil tersenyum lebar. Jia Li langsung pamit pada Bao Bao dan langsung meninggalkan pintu gerbang kediaman jendral Zhang. Bao Bao sendiri langsung masuk ke dalam kediaman nya, dan saat langkah gadis itu memasuki ruang dasar kediaman, gadis itu dikejutkan oleh sang ibu.
"Bao Bao, akhirnya kamu pulang juga nak, ibu sangat mengkhawatirkan mu." Ujar nyonya Ling sambil memeluk putri bungsu nya itu. Nyonya Ling melepaskan pelukannya dan tak menghiraukan tatapan sinis dari sang putri sulungnya, Ling Zhi.
__ADS_1
"Siapa yang mengantar mu pulang nak, ibu ingin berterima kasih kepada nya." Ujar sungguh-sungguh nyonya Ling.
"hm kakak pertama, kakak Jia Li, dia yang mengantar ku pulang, hm apa ibu mau melakukan apa yang telah itu ucapkan tadi?" Tanya Bao Bao saat melihat reaksi dari sang ibu.
cih gadis sialan itu lagi, aku benar-benar membencinya, aku ingin sekali membunuh Jia Li dan Bao Bao itu, aku begitu membenci mereka berdua, sialan. Batin Ling Zhi kesal.
Apa? Jia Li yang mengantar Bao Bao pulang? aku tidak sudi berterima kasih pada bocah menyebalkan itu. Batin nyonya Ling dengan kening mengerut.
Bao Bao yang sadar dengan sikap ibu nya itu langsung berdehem.
"Cih, gadis sialan itu lagi, gadis sialan itu lagi, aku sangat membencinya, tetapi Bao Bao begitu menyayangi Jia Li brengsek itu, sial." Umpat nyonya Ling penuh kekesalan, begitu juga dengan Ling Zhi.
"Anak yang ibu sayangi, bahkan di berani melawan ibu, dan berbicara tak sopan, apa dia pantas menjadi anak kesayangan ibu?" Tanya Ling Zhi dengan nada sinis nya.
nyonya Ling menatap tajam putri tertuanya itu lalu berucap
__ADS_1
"terus apa kah kau sopan pada ibu mu ini hah? sopan tidak?" Kesal nyonya Ling lalu pergi dari sana menyisakan Ling Zhi sendirian.
"Yakkk ibu menyebalkan." Kesal Ling Zhi lalu pergi entah kemana.
Malam harinya di kerajaan Liu, Jia Li dan anggota prajurit Phoenix sedang makan malam bersama di ruangan khusus prajurit Phoenix.
"Panglima, apa anda mengenali gadis yang tadi kita selamat kan di rumah bordil itu?" Tanah Fei, salah satu prajurit Phoenix yang tadi ikut dengan Jia membantu Bao Bao.
"Jangan berbicara jika sedang makan, tidak sopan." Peringat Jia Li tegas membuat Fei langsung manggut-manggut dan melanjutkan makannya.
like komen vote favorit
maaf jika banyak typo
dan alur ceritanya gajelas
__ADS_1