
satu pohon besar, terlihat Panglima yang sedang menunggu kembali 4 kelompok pejuang yang sedang berjuang mengambil beberapa bahan obat-obatan di beberapa tempat yang sangat berbahaya.
"Astaga, ini hampir sore hari, tetapi tidak ada satupun kelompok yang kembali." Seru panglima yang mulai was-was.
"Semakin lama di sini maka semakin dekat juga kita dengan para pemangsa, jika mereka tak kembali dalam beberapa jam kemudian maka mereka akan menjadi santapan binatang buas." Panglima menyekat keringat nya yang sudah bercucuran membasahi wajah tegas nya.
Senja sebentar lagi akan datang bertamu ke bumi begitu juga dengan bulan dan bintang.
Srakkkk~
Brakkkkk~
Srettt~
"Apa itu!?" Mata panglima tertuju pada semak-semak yang bergoyang-goyang.
Degh
Degh
Degh
__ADS_1
Detak jantung panglima terpacu dua kali lebih cepat dari pada normalnya.
"Tidak mungkin binatang buas kan?" Tanya panglima entah pada siapa.
"PANGLIMA KITA BERHASIL MEMBAWA JANTUNG HARIMAU PERAK BERSERTA KULIT NYA." Teriak seseorang membuat panglima terkaget-kaget.
Panglima yang tadi sempat kaget sekarang dia mengelus dada nya sambil berucap syukur, sedetik kemudian wajah nya kembali garang.
"GAO, KAU BISA TIDAK JANGAN MEMBUAT ORANG JANTUNGAN HAH." Teriak kesal sang panglima, sementara Gao hanya cengar-cengir tak bersalah.
"Ouh yah panglima, apa kelompok 2 sudah kembali?" Tanya Han pada panglima, panglima menggeleng-geleng, Han menghembuskan nafasnya lalu duduk bersandar di akar sebuah pohon besar.
"Baru kalian yang kembali, kelompok lainnya belum kembali." Ujar panglima lalu ikutan duduk di bawah pohon rindang, begitu juga dengan anggota kelompok empat lainnya.
"Bagus." Seru Aylan.
Begitu lama mereka menunggu
di sana. Matahari sudah hampir terbenam di ufuk barat, senja juga sudah menampakkan diri nya, para hewan-hewan juga sudah kembali ke rumahnya masing-masing.
"Hari sudah senja, tapi kemana kelompok lainnya, kenapa mereka tak kunjung kembali." Seru Han yang mulai cemas.
__ADS_1
"Semoga tidak terjadi sesuatu sama mereka." Gumam Han sangat pelan.
"Panglima, apa sebaiknya kita menyusul mereka, pasal ini hampir seharian loh, tapi mereka tak kembali." Rhein angkat bicara. Panglima menggelengkan kepalanya lalu berkata, "akan sangat berbahaya jika kita juga ikutan masuk ke dalam hutan, dan sebaiknya kita menunggu mereka kembali saja, itu lebih aman di bandingkan harus ikutan masuk ke dalam hutan." Rhein menghembuskan nafasnya saat mendengarkan ucapan sang panglima, dan akhirnya mau tidak mau mereka harus menunggu kelompok lain kembali.
Sementara itu di sisi kelompok 2, kelompok itu sedang kewalahan dalam menghadapi penjaga Teluk Huwei Naga es tepat nya.
"Yuan bagaimana ini? dia sangat kuat?" Tanya Ming pada Yuan, Yuan menggelengkan kepalanya dia juga bingung harus melakukan apa.
"Yuan apa Tian dan Minji sudah mendapatkan bunga kristal nya?" Yuan mengangguk menjawab pertanyaan nya Jia Li, Jia Li seketika lega.
"Ming kau Minji dan Tian cepat lah lari keluar dari area teluk ini, aku dan Yuan akan menggulur waktu untuk kalian." Perintah Jia Li pada Ming.
"Terus bagaimana dengan kalian berdua?" Tanya Ming yang ragu dengan perintah Jia barusan.
"Kami akan menyusul setelah kalian pergi membawa bunga kristal itu, jadi cepat lah pergi." Ujar Jia Li pada Ming, Ming mengangguk lalu pergi dari sana dengan kedua teman nya yang memegang bunga kristal.
Jia melihat kearah Yuan, Yuan mengangguk dan sudah siap untuk menyerang sang penjaga teluk huwei, mereka berdua pun mulai menyerang, Jia Li tak menggunakan panahnya melainkan belati yang segaja di bawahnya tadi pagi.
like komen vote favorit
maap jika ada typo
__ADS_1
masih pemula yah mantenan jadi harap di maklumi aja
see you next episode