Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran
Episode 32


__ADS_3

Hari ini adalah penentu hasil tes kemarin.


orang-orang terpilih akan di jadikan sebagai Panglima, manteri kerajaan dan pasukan elit di kerajaan Liu.


Semua kelompok sekarang dikumpulkan di lapangan istana, pelantikan para calon panglima, pasukan elit dan manteri akan di hadiri oleh Raja Cheng juga dan pangeran-pangeran kerajaan Liu.


"Semua nya, hari yang kita tunggu-tunggu akhirnya datang, hari ini kalian akan tahu posisi kalian di istana Liu." Ujar sang panglima.


Hening~


Semua orang nampak tegang dan tak bersuara.


hingga akhirnya deheman seseorang memecahkan keheningan.


"selamat semua, kalian hebat, dan sekarang nama-nama yang akan menjadi Materi di kerajaan Liu, Wu Han, Tian, Minji dan Memei." Ujar panglima membaca nama yang menjadi Menteri kerajaan. Suara tepuk tangan memenuhi lapangan, hingga suara sang panglima menghentikan tepuk tangan mereka.


"dan sekarang uang yang akan menjadi Panglima, Jia Li dan Yan Yuan, selamat, kalian adalah panglima yang akan berkuasa di dengan para pasukan lain." Ujar panglima.

__ADS_1


Semuanya telah selesai, semuanya sudah mendapatkan posisi mereka di kerajaan.


Han, Jia Li, Yuan, Tian, Minji dan Ming sekarang sedang beristirahat di aula.


"Kau hebat Han, kau sudah menjadi pendana Mentri di istana Liu, selamat." Jia Li menepuk-nepuk pundak Han, sifat Jia Li membuat Han tertegun, pasalnya keduanya kemarin sempat terlipat adu mulut walaupun tak menghancurkan persahabatan mereka, tapi kan tetap saja, Han terlihat begitu kaku dan tak tahu mau merespon seperti apa, hingga akhirnya Han mengangkat suara yang terdengar sangat canggung.


"K-kau juga hebat Jia Li." Ucap Han mencoba untuk bisa saja.


Tangan Jia yang tadi menepuk pundak Han seketika terhenti di udara.


Jia Li melihat wajah tampan Han sebelum mengatakan, "Aku memang hebat, mereka saja yang menganggap ku sebagai sampah Jendral Zhang." Ujar Jia Li dengan percaya diri. Tiba-tiba saja hati Han merasa menghangat melihat wajah Jia Li yang begitu cerah dengan senyuman.


Mereka benar-benar melupakan kalau di aula bukan hanya mereka berdua tetapi juga ada Yuan dan teman-temannya.


"mereka terlihat sangat akrab yah?!" Yuan mengangguk menangapi ucapan Minji


"Akrab apa nya, mereka terlihat seperti Kucing dan tikus." Minji memutar bola matanya malas mendengar ucapan Ming.

__ADS_1


"Kau juga sama, kau dan Tian juga sering berkelahi, tapi apa? kalian begitu peduli terhadap satu sama lain." Ujar Minji yang sebenarnya. Tian mendengus kesal lalu berkata.


"Aku diam saja loh dari tadi, tapi kenapa aku juga yang terkena sasaran kalian, apes banget dah hidup ku." Ketus Tian membuat gelak tawa sang teman-teman nya terpecah.


Ming dan Minji adalah orang dengan suara tertawaan yang begitu keras, sangat keras hingga bisa menghentikan perkelahian antara Jia Li dan Han tentunya.


"Ada apa dengan mereka? tidak gila kan?" Tanya Jia Li pada Han, Han menggelengkan kepalanya.


"Gak tahu, hm apa mereka menertawakan kita yah?" Tanya Han pada Jia Li, kali ini Jia Li yang menggelengkan kepalanya tanda dia tak tahu apa-apa.


like komen vote favorit


maaf jika ceritanya gajelas


banyak typo


harap dimaklumi aja karena masih pemula dan maaf juga karena up nya slow

__ADS_1


see you next episode


__ADS_2