
Jia Li sekarang berada disebuah ruangan, ruangan itu sangat bagus, desain nya begitu indah dan tentunya sangat classik.
"Wow bagus sekali ruangan ini!" Seru Jia Li terpesona. Pria yang berdiri disebelah tiba-tiba memberi hormat ala-ala pendekar, membungkukkan sedikit badanya lalu berkata.
"Hormat saya tertua." Ujar laki-laki itu yang masih membungkukkan badannya. Jia Li mengerutkan keningnya, didalam hati gadis itu terus bertanya-tanya, dengan siapa pria itu berbicara? Padahal di ruangan itu hanya ada dirinya dan orang itu saja, tak ada yang lain, lantas untuk siapa hormat itu disampaikan. Sungguh mengherankan.
Duarrdd~
Bayangan putih tiba-tiba muncul didepan Jia Li.
"Apa-apaan itu?!" Kaget Jia Li. Bayangan putih itu berubah menjadi sosok seorang laki-laki paruh baya dengan jubah pajang memungugi Jia Li. Suara tawa terdengar sangat arogan, Jia Li nampak begitu waspada terhadap laki-laki tua itu.
"Siapa kamu?" Tanya tegas Jia Li, laki-laki tua itu menoleh ke arah Jia Li, sebuah senyuman terukir dari bibir orang itu, entah apa maksudnya.
"Aku tertua sekaligus pemimpin lembah ular emas ini." Ujar orang itu dengan nada sombong nya. Jia Li merotasi kan matanya, malas.
Dasar laki-laki tua, sombong sekali ck, udah bauh tanah, tapi masih sok-sok'an. Batin Jia Li kesal. Jia Li terus mencaci maki pria tua itu didalam hati, menurutnya orang tua itu sangat tidak jelas.
apa dia benar-benar tertua di lembah ini? tapi kok kelihatannya dia kayak orang gila yang baru keluar dari RSJ (rumah sakit jiwa) yah!?
batin Jia Li.
Sementara disisi lain, kini Han berada disebuah kamar dengan desain klasik yang sangat indah.
__ADS_1
Han dari tadi hanya melamun sambil memandangi pemandangan langit senja diluar jendela. Warna jingga sangat cantik, matahari sebentar lagi akan bersembunyi di belakang pegunungan.
Huftth~
Han menghelahkan nafasnya panjang, rasanya begitu banyak beban yang dipikulnya dipunggung.
Jia Li, semoga setelah pulang dari sini kau bisa menjadi gadis tangguh dan pemberani.
Batin Han.
Han laki-laki yang terkenal sangat dingin dikediaman nya, dia adalah anak tunggal di kediaman Wu... tempat nama panjang nya adalah Wu Han.
Sifat Han laki-laki berwajah cute face itu sangat bertolak belakang jika bersama Jia Li.
Disaat Han sedang asyik merenung, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
"Tuan Han." Han langsung bangkit dari duduknya lalu berjalan kearah pintu lalu membukanya.
Clek~
Han melihat Ying Ying berdiri didepan pintu kamar nya.
"Ada Ying Ying?" Tanya Han sambil menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
"Hm itu anu Tuan Han_"
"Jangan memanggilku Tuan karena aku bukanlah Majikan mu, panggil aku Han saja." Ketus Han. Terlihat jelas wajah gugup dari seorang Ting Ying.
"Hem begini H-Han, nona belum kembali sedari tadi, aku mengkhawatirkan nya!" Ujar Ying Ying melepaskan keresahan hati nya.
"Hah? Kau yang benar saja? Jia belum kembali?" Tanya Han yang tak kalah khawatir nya.
Grep~
Han menarik tangan Ying Ying.
"Ayok kita menemui tetua sekte." Ujar Han yang masih menarik Ying Ting, Ying Ying hanya pasrah di tarik oleh Han.
Sementara di sisi lain, ditempat Jia Li berada, gadis itu sedang duduk bersilang kaki di lantai.
"kau harus fokus jika ingin mengumpulkan energi roh Jia Li." ujar tetua. Jia Li yang masih melakukan semedinya hanya mengangguk sesaat lalu kembali fokus.
gadis ini.. energi yang dipancarkan tubuhnya sangat kuat, kalau berhasil dilatih pasti dia akan menjadi wanita terkuat di seluruh dunia ini. batin tetua sambil manggut-manggut lalu tersenyum.
like komen vote favorit hadiah.
maaf jika ada typo, maklumi aja^^
__ADS_1