Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran
Episode 15


__ADS_3

Hari yang melelahkan berhasil dilewati oleh Jia Li bersama dengan Han dan Ying Ying.


Ketiganya sekarang sedang mengistirahatkan tubuh nya yang kelelahan.


Jia Li bangkit dari duduknya, Han laki-laki itu menahan tangan Jia Li.


"mau kemana?" tanya Han sambil terengah-engah.


"mau jalan-jalan sebentar, nyari angin." ujar Jia Li lalu melenggang pergi dari sana.


Han mendengus lalu teriak sebal.


"angin kok di cari, emang bakalan ketemu?!" Ying Ying yang mendengar hanya mampu menahan tawanya.


"puftt."


Han langsung melayangkan tatapan tajam kearah Ying Ying, gadis itu terdiam, bungkam seketika.


Ying ying anak baik. ujar gadis itu dalam hati, lalu memperlihatkan senyum lebarnya kearah Han, Han memutar bola matanya jengah.


Hutan dibelakang sekte, Jia Li sedang duduk diatas sebuah batu besar didekat danau, merasakan belaian lembut sang angin yang sedari tadi menyapu wajah cantiknya itu.


"aku heran... kira-kira siapa yang menyebabkan si pemilik tubuh asli meninggal, dan kenapa jiwa ku masuk kedalam tubuh nya?!" Jia Li menghembuskan nafasnya lelah. Ini adalah sebuah teka-teki yang harus diri nya pecahkan seorang diri tanpa ada yang menemani~


Matahari sudah hampir terbenam sepenuhnya, burung-burung dan hewan hutan lainnya sudah kembali kerumah mereka masing-masing, kecuali Jia Li, yah kan dia bukan hewan.

__ADS_1


"Hei gadis muda, apa yang kau lakukan seorang diri di hutan ini?" suara berat seseorang menginterupsi gendang telinga Jia Li, gadis itu menoleh dan mendapati seorang pria muda dengan pakaian mewah. Laki-laki itu gagah dan tampan, tapi sayangnya Jia Li tak mengenali laki-laki itu.


"Siapa kau?" tanya Jia Li sambil bangkit dari duduknya, mata tajam nya melihat laki-laki itu.


"Hei tidak usah waspada begitu, Aku tidak akan memakan mu." laki-laki itu terkekeh melihat tingkah waspada Jia Li.


"huftt." Jia Li menghembuskan nafasnya lalu kembali duduk di atas batu yang tadi.


"Siapa kau? Kenapa kau ada di hutan ini?" tanya Jia Li pada laki-laki itu, laki-laki duduk di sebuah batu yang berada disamping Jia Li.


"Kau sendiri? ngapain disini?" bukanya menjawab, laki-laki itu malah balik bertanya kepada Jia Li.


"hei kau belum menjawab pertanyaan ku tadi." tegur Jia Li dengan nada ketus nya, laki-laki itu kembali terkekeh gemas melihat tingkah Jia Li yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan.


"hm aku tadi siang hanya ingin berburu, eh tau-tau nya malah kesasar, dan tak menemukan jalan pulang sampai sekarang...hm kau sendiri ngapain disini." Jia Li hanya manggut-manggut saja mendengarkan ucapan laki-laki itu.


"Emang udah ketemu?" Jia Li menoleh kearah laki-laki itu dengan kening yang berkerut.


"maksud mu?" Jia Li balik bertanya.


Laki-laki itu kembali terkekeh lalu membuka mulutnya ingin bersuara.


"PANGERAN, AKHIRNYA KAMI MENEMUKAN ANDA." beberapa pengawal berlarian kearah Jia Li dan laki-laki yang disebut sebagai Pangeran itu.


Para pengawal itu membukukan badanya memberi hormat pada sang majikan.

__ADS_1


"Pangeran anda baik-baik saja kan?" tanya seorang pengawal dengan raut wajah yang khawatir.


"aku baik-baik saja." ucap sang pangeran.


"Aku Fan Jiang Liu, nama mu?" pangeran itu menjulurkan tangannya ingin berkenalan, namun tidak di hiraukan oleh Jia Li.


"Zhang Jia Li." Setelah mengucapkan nama nya, Jia Li langsung pergi dari sana, meninggalkan sang Pangeran Fan dengan para pengawal pribadi nya itu.


Sebuah senyum manis terbit dari bibir sang pangeran.


"Ayok kita pulang para pengawal." Pangeran Fan memimpin jalan dan diikuti oleh para pengawal nya.


dia sangat manis, tapi sayang dia sangat cuek...hm sepertinya aku menyukai nya, siapa tadi namanya...ah Zhang Jia Li, Zhang, apa dia anak jendral Zhang yah? tapi kok aku tidak pernah melihatnya di acara-acara kerajaan, hanya Ling Zhi yang selalu ada di pesta kerajaan. Di sepanjang perjalanan, sang pangeran Fan hanya sibuk membatin, mengigat wajah cantik pada imut milik Jia Li.


sementara di barisan para pengawal, pada pengawal terlihat kebingungan melihat tingkah aneh sang pangeran.


"Ada apa dengan pangeran? aku melihat beliau senyam-senyum sendiri sedari tadi." bisik seorang pengawal pada rekan nya.


Pangeran yang satu nya lagi menggelengkan kepalanya lalu berkata.


"lagi jatuh cinta mungkin." ujarnya tanpa di saring dahulu.


like komen vote favorit


maaf jika ada yang typo

__ADS_1


dimaklumi karena author adalah author amatir, jadi banyak kata-kata yang salah digunakan, atau banyak pemborosan kata didalam cerita, saling menghargai itu baik dari pada saling menjatuhkan.


__ADS_2