Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran

Reinkarnasi Si Pembunuh Bayaran
Episode 40


__ADS_3

Keesokan harinya, kediaman Jendral di hebohkan oleh penemuan mayat Ling Zhi yang tergantung di kamarnya dan juga ditemukan senjata tajam berupa belati di bawah mayat yang tergantung. Ibu Ling Zhi sangat terpukul atas kepergian sang anak tercinta.


"Hiks hiks hiks, kenapa kamu ninggalin ibu Ling Zhi." Nyonya Ling terus saja menangis di pelukan sang suami, jendral Zhang, padahal mayat Ling Zhi telah di kebumikan sejak satu jam yang lalu.


"Ikhlasin kepergian Ling Zhi." Jendral yang tak tahu mau melakukan apapun hanya bisa menenangkan sang istri nya itu.


Nyonya Ling mendongak melihat sang suami.


"Aku yakin kalau Ling Zhi bukan bunuh diri, tapi di bunuh seseorang hiks hiks." Ujar Nyonya Ling lalu kembali menangis histeris. Jendral Zhang sebenarnya juga sepemikiran dengan istrinya tapi dia tak mempunyai bukti jadi mau tidak mau dia harus melakukan penyelidikan terkait kematian sang putri tiri.


Sementara di kerajaan, Jia Li sangat puas dengan beredarnya berita kematian Ling Zhi saudara tiri nya.


"Siapa suruh main-main dengan ku, maka ini akibatnya." Jia Li tersenyum miring.


CEKLEK


"siapa yang bermain-main dengan mu Jia Li?" Suara seseorang membuat Jia Li terkaget lalu menoleh kebelakang, dia menghelahkan nafas nya legah.


"Han, kau membuat ku kaget saja." Kesal Jia Li, laki-laki tampan itu berjalan kearah Jia Li yang sedang duduk santai, Han ikutan duduk di kursi yang berhadapan dengan Jia Li.


"Apa maksud dari ucapan mu tadi Jia?" Tanya Han yang masih penasaran akan ucapan Jia tadi.


Jia Li hanya tergagap sambil memikirkan ide.


"Aah itu, preman tadi, iya preman, waktu aku sedang berpatroli eh malah di hadang, gak tahu aja siapa yang di hadangnya, aku Jia Li, panglima Li." Ujar Jia Li dengan bangga membuat Han terkekeh geli.


Keduanya berbincang-bincang banyak hal.


Malam harinya di halaman belakang kediaman jenderal Zhang, Jia Li belum puas dan ingin melakukan aksi nya lagi, kali ini nyonya Ling yang akan menjadi korban selanjutnya, kali ini dia ingin bermain halus.


Pakaian yang di pakai Jia Li persis pakaian saat membunuh Ling Zhi.


"Mari bermain-main lagi." Ucap Jia Li dengan nada liciknya, jiwa Li Mia sekarang sedang bereaksi, jiwa yang haus akan darah dan di penuhi oleh kelicikan.


Jia Li perlahan berjalan mengendap-endap menuju ruang baca sang ayah, lalu dia meletakkan beberapa surat diatas nya, surat itu berisi pengaduan dan curahan hati Jia Li, tepat nya Jia Li yang dulu, surat itu menceritakan tentang penganiayaan sang ibu dan saudara tiri Jia Li, dan bagaimana mereka memperlakukan Jia Li layaknya pelayan di kediaman jendra, di lengkapi cap sidik jari Jia Li dan juga bukti-bukti kejahatan sang nyonya Ling dan Ling Zhi.


Keesokan harinya, lagi-lagi jendral Zhang di buat kaget dengan di temukan nya surat-surat yang di tulis oleh sang anak kandungnya, Jia Li. 


Jendral Zhang yang tak mau percaya begitu saja pun mencari beberapa bukti yang tertulis di dalam surat tersebut, dan nyata adanya.


Di halaman kediaman Jendral Zhang.


"JAWAB PERTANYAAN KU LING AREUM, APA BENAR SELAMA INI KAU MENYIKSA JIA LI HAH." Bentak jendral Zhang pada istrinya. Nyonya Ling yang pertama kali di bentak suaminya itu hanya menunduk takut.


"Itu semua fitnah, pasti ada seseorang yang menjebak ku, percayalah pada ku." Ucap nyonya Ling memelas.


BRUKKKK


jendral Zhang melemparkan beberapa baju Jia Li yang sudah koyak dan di penuhi darah.


"Terus ini apa? Hah!" Nyonya Ling di buat gemetar saat melihat baju-baju Jia Li yang di penuhi bekas darah dan itu ulahnya.


"Ini fitnah, aku tak berani melakukan semu_" nyonya Ling menghentikan ucapannya saat jendral Zhang menyuruh beberapa pelayan di sana, mereka adalah pelayan-pelayan yang menjadi saksi kebusukan nyonya Ling dan putrinya.


"Isi surat itu benar tuan, nyonya dan mendiang nona Ling Zhi melakukan penyiksaan pada nona muda." Adu salah satu pelayan di anggukan oleh teman di sebelah nya.


"Kami melihatnya sendiri tuan, nyonya dan nona Ling menyiksa nona muda, nyonya dan nona Ling pernah menyuruh kami menghukum nona muda dengan mencambuk lima puluh kali nona muda." Nyonya Ling begitu ketakutan dengan pernyataan para pelayan yang memang pernah di suruhnya untuk memukul Jia Li dulu.


Emosi jendral zhang semakin memuncak, tanpa ba-bi-bu dia langsung menyuruh para prajurit untuk memukul seratus kali nyonya Ling dan memasukkan nya kedalam jeruji besi.

__ADS_1


"Besok siapkan semua nya, besok kita akan mengeksekusi Ling areum." Ucap tegas jendral Zhang pada prajurit nya. Jendral Zhang yang memang sudah di berikan kepercayaan oleh raja bisa melakukan semua nya dengan bebas, termaksud mengeksekusi seseorang yang memang salah.


Keesokan harinya, nyonya Ling benar-benar di eksekusi mati, Jia Li juga menyaksikan nya dengan mata kepala nya sendiri, melihat leher wanita yang di benci nya putus dengan sangat estetik.


'kalian memang pantas mendapatkan nya' Batin Jia Li sangat puas.


GREPPP


Seseorang memeluk Jia Li secara tiba-tiba, membuat Jia Li terkaget.


"Ayah." Lirih Jia Li, entah kenapa tiba-tiba hati nya menjadi sedih.


"Maafkan ayah Jia, mungkin selama ini ayah lalai dan membawa dua ular itu masuk kedalam kediaman kita, maaf." Ucap jendral Zhang, Jia Li tersenyum lalu melepaskan pelukannya.


"Ini bukan salah ayah, mereka yang salah." Ucap Jia Li sambil tersenyum lebar.


Jendral Zhang mengelus kepala sang putri sambil tersenyum.


Sudah setahun sejak Li Mia terbangun di dalam tubuh seorang gadis di zaman dinasti kuno, dan sudah satu tahun pula diri nya membantu para warga di zaman kuno tersebut, dari warga kecil yang terkena musibah, membantu melatih para prajurit terbuang dan banyak lainnya. Seorang gadis pembunuh bayaran kini telah menjadi seorang seorang jendral yang sangat di agungkan di seluruh kota. Dari seorang gadis yang di anggap tak berguna, bisu dan sampah kediaman Jendral Zhang sekarang telah menjadi yang mulia jendral Li. Janji Li Mia pada si pemilik tubuh asli telah di wujudkan walaupun tidak semuanya.


Di ruangan khusus milik Jia Li, gadis cantik itu sekarang nampak begitu berkarisma dengan pakaian jendral nya.


"Aku sekarang sudah sukses dan famous di kota, tapi selama satu bulan di sini aku belum pernah pulang untuk menjenguk ayah." Seru Jia Li sambil berpikir sejenak.


Brukkkkkk


Jia Li bangkit dari duduknya, dan langsung berjalan keluar dari ruangan tersebut.


"Aku akan pulang ke,kediaman Zhang sekarang, sekalian membuat si wanita ular Ling Zhi itu kepanasan, aku begitu membenci gadis itu, entah karena nama nya sama dengan Ling Zhi yang membunuh ku, entahlah." Gumam Jia Li berjalan santai melewati koridor.


Tak butuh waktu lama akhirnya Jia Li sampai di kediaman Zhang yang mewah kalau di bandingkan dengan rumah-rumah warga lainnya.


"Apa itu?" Kaget Jia Li sambil mundur.


Masuklah ke dalam cahaya itu jika kau mau kembali ke zaman ku


Sebuah bisikan terdengar begitu jelas di telinga Jia Li, gadis itu mengangguk lalu dengan tekat yang kuat dia pun melangkah kaki nya masuk kedalam cahaya itu.


Shusss


Seorang gadis terbangun dari tempat tidurnya.


"akhh." Gadis cantik dengan wajah tirus dan rambut terurai itu memegang keningnya yang terasa berdenyut.


"ah, apa aku telah kembali ke zaman moderen?" tanya gadis itu pada dirinya sendiri, lalu diedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang berwarna putih dan berbau obat-obatan itu.


"Hallo, akh ternyata anda sudah terbangun dari Koma anda Nona Li Mia." Seorang Wanita cantik berpakaian putih lengkap dengan alat medis tersenyum kearah Mia.


"Hah! Kom?" Tanya Li Mia kanget dengan mulut yang terbuka lebar.


Dokter tersebut mengangguk lalu berkata


"Anda sudah tidur selama satu bulan." jelas dokter itu.


"Dan luka tusukan anda juga sudah pulih." lanjut dokter perempuan itu.


Li Mia hanya manggut-manggut, dirinya sedikit bingung dengan kejadian yang dialami nya.


Apa selama aku tidur roh ku keluar dan melakukan perjalanan waktu ke zaman kuno? atau itu hanya mimpi? Batim Li Mia bingung sendiri.

__ADS_1


Li Mia, gadis itu sekarang sudah di perbolehkan untuk pulang dari rumah sakit, karena dirinya memang sudah benar-benar pulih.


Di apartemen milik Mia, gadis itu sedang merebahkan tubuhnya di atas kasur besar yang sangat di rindukan nya.


"Apa semua itu mimpi? Atau roh ku benar-benar melakukan perjalanan waktu?" Gadis itu mengusap wajah cantik itu dengan kasar, dia benar-benar bingung dengan apa yang telah dialami nya.


Dokter kemari bilang kalau aku koma selama sebulan, sedangkan di zaman kuno, aku sudah setahun di sana, **** bingung sekali aku. Mia mengendus kesal lalu memejamkan mata.


Malam harinya, Mia gadis itu harus keluar rumah untuk mencari makanan, pasal nya di apartemen nya tidak ada satu makanan pun, bahkan kulkas di dalam nya kosong.


Di sebuah restoran sederhana, Mia sedang menyantap makanan nya yang tadi di pesan.


"untung apartemen ku dekat dengan rumah-rumah makan di sini, kalau tidak aku pasti akan mati sekali lagi karena tidak makan." Mia terus mengocek sendiri, hingga akhirnya mulutnya tertutup ketika melihat seorang laki-laki yang amat di kenal nya. dan laki-laki itu juga mengandeng seorang wanita cantik di sebelah nya.


"bu-bukankah i-itu H-han!?" Ucap Mia terbata-bata.


iya itu Han, laki-laki yang menjadi teman ku saat di dalam tubuh Jia Li, dan itu...bukankah itu Ying Ying, pelayan Jia Li, wah apa-apaan ini? apa mereka berpacaran? Batin Mia tak habis pikir dengan apa yang di lihatnya


"Ekhm." deheman seseorang membuyarkan lamunannya Mia, gadis itu dengan tergagap melihat kearah orang yang berdehem tadi. Mata Mia membulat sempurna saat melihat pria yang tadi di pikirkan nya.


"H-han!"


"Boleh kah kami duduk di sini nona, soal nya meja yang lain penuh?" Tanya gadis di sebelah pria yang mirip dengan Han itu. Mia mengangguk mempersilahkan, lalu keduanya langsung duduk bersampingan.


"Perkenalkan saya Han, dan ini Istri saya." Wah lagi-lagi mulit Mia menganga lebar


"Saya Ying Yenna." ujar gadis itu memperkenalkan diri nya, keduanya sama-sama tersenyum kepada Mia yang sedari tadi terlihat kaget.


"Ah salam kenal juga, nama ku Mia hehehe." Ucap Mia di akhiri dengan cengengesan nya.


Mereka pun melanjutkan makan mereka.


Yakkk, apa-apaan ini, nama laki-laki tadi juga Han, dan nama gadis tadi di mulai dengan marga Ying, oh my God, semua ini membuat kepalaku berkunang-kunang saja.


Batin Mia sambil menaikkan mie nya.


Beberapa saat kemudian, Mia telah selesai dengan makan nya dan ingin pulang tapi, dia di hentikan oleh Han dan Ying.


"Mau pulang bersama Mia?" Tawar Ying ramah. Mia menggeleng-geleng lalu berucap


"tidak usah repot-repot, aku bisa pulang sendiri." Tolak Mia halus.


"Kamu tidak merepotkan kok, kami hanya ingin berterima kasih saja kepada mu, karena telah mengizinkan kami bergabung dengan meja mu tadi." ujar Han di setujui oleh Ying di sebelahnya, dan tidak enak hati, akhirnya Mia pun mengangguk mengiyakan tawaran dari suami istri itu.


Di perjalanan pulang, Mia yang duduk di kursi mobil tengah pun hanya dia melihat kearah luar kaca mobil, pikiran nya pergi kemana-mana.


Apa ini nyata, Han dan Ying menjadi pasangan suara istri, bukan kah Han sangat mencintai Jia Li, tapi kenapa? batin Mia


tanpa disadari oleh Mia, mobil itu telah tiba di depan gedung apartemen nya.


"Mia, kita sudah sampai." ucap Ying


"Aaa sudah sampai yah, kalau begitu aku pamit dulu, dan terima kasih atas tumpangan nya." Mia langsung keluar dari mobil tersebut, mobil itu pun melanju meninggalkan Mia disana.


Mia yang tak ingin pikir panjang pun langsung pergi memasuki lobby apartemen.


tanggung, jadi aku gelapin sampai bab 40.


ini cerita udah tamat, author kw ini mau bikin cerita baru, fantasi tentunya, kira-kira setujuh? nanya doang, udah pasti sepi ini.

__ADS_1


ini cerita udah di tambah lebih banyak, yang tadinya gak ada bab revenge Jia Li sekarang udah full yah.


__ADS_2