
Next
Setelah kejadian di ruang makan tadi siang suasana hati rembulan semakin kacau, kesedihan kian merundung perasaan Rembulan.
Rembulan berpikir untuk tidak mengikuti semua apa yang dikatakan oleh Berlian. selama ini dia selalu menuruti kemauan Berlian, sang Kakak yang sifat asli nya sangat manja selalu menyuruh Rembulan mengerjakan segala sesuatu.
"Mulai dari sekarang aku akan mencoba lebih tegas lagi kepada Berlian, aku ingin dia berubah. Tidak lagi memaksakan kehendaknya kepadaku" Ucap Rembulan sendu.
"Selama ini aku selalu mengikuti kemauan Kakak, di saat aku sakit pun dia selalu memaksa, huh!! Tapi kali ini aku tidak akan mau lagi mengikuti semua yang dia katakan." Tekad Rembulan yakin.
Jam makan siang pun telah usai, Rembulan yang akhirnya makan seperti biasa di dapur telah merapikan meja. Mencuci piring kotor sisa makanan Ayahnya dan Berlian setelah itu menyimpannya di rak piring. Di saat dia menuju ke ruang laundry Berlian menghampirinya, "Kau cucikan baju kotor ku Rembulan, ingat jangan sampai ada yang rusak" sinis Berlian kepada Rembulan.
"Tidak mau, cuci sendiri pakaian kakak" Jawab Rembulan cepat.
"Kau sudah berani melawan ku ya? Kau mau aku adukan lagi pada Ayah agar kau dihukum seperti yang sudah-sudah?" Sentak Berlian dengan suara tinggi.
"Tidak masalah, aku tidak akan melawan jika kembali di hukum oleh Ayah. Palingan kembali di kunci dalam gudang belakang rumah kan?" Debat Rembulan sengit pada Berlian.
Berlian mendengus kesal sembari menghentakkan kakinya ke lantai, meninggalkan Rembulan yang berani melawan kata katanya sekarang. Berlian berjalan menuju ruang laundry dan menyuruh salah satu pelayan untuk menyucikan baju kotor itu.
__ADS_1
Selama ini rembulan mengalah karena berlian selalu mengancamnya akan mengadukan kepada sang ayah. Kini rembulan tidak takut lagi! Karena hampir sekali seminggu rembulan menerima hukuman. Salah satunya dikunci dalam gudang yang berada di belakang kediaman Antony.
Dan pula selama ini pelayan yang lain tidak diizinkan oleh Anthony untuk membantu Rembulan. Semua harus dikerjakan sendiri olehnya, tapi kini dia tidak akan mau bodoh lagi. Cukup beberapa tahun ini dia merasakan yang namanya tertindas.
"Aku hanya akan mengerjakan apa yang pantas di kerjakan saja" Gumam Rembulan lirih.
"Jantungku hampir saja berhenti saking gugupnya melawan Kakak, astaga aku sungguh berani!!!! " Pekik Rembulan memegang kedua pipinya yang pucat setelah berdebat dengan Berlian.
Ya, sedari tadi Rembulan menyembunyikan ketakutannya di balik wajah datar itu. agar sang kakak tidak lagi menindasnya.
"Ibu maafkan aku karena melawan kakak Bu, Aku sudah tidak tahan lagi dengan sikap nya" Rembulan mengingat sang Ibu.
"Aku berjanji tidak akan melewati batas Bu" batin Rembulan.
"Anak kurang ajar itu sudah berani menjawab ucapanku, awas saja aku akan mengadukan nya pada Ayah" Gerutu Berlian menaiki tangga ke lantai atas.
Mobil yang membawa sang Ayah kembali ke rumah tiba di depan, dengan cepat Berlian menyambut Ayah kesayangan nya.
Memeluk Antony dengan mata berkaca kaca " Ada apa sayang, kenapa putri Ayah menangis?" Tanya Antony pada Berlian.
__ADS_1
"Ayah, apa aku bukan kakak yang baik buat Rembulan? tanya Berlian meneteskan air mata nya di hadapan sang Ayah.
"Kau adalah putri kesayangan Ayah, Putri terbaik ayah. dan juga kau adalah kakak yang baik menurut ayah" ucap Anthony mengusap air mata anaknya.
"Tapi kenapa tadi siang Rembulan mengatakan bahwa aku adalah kakak yang kejam? Ucap berlian kembali berkaca-kaca.
"Ada masalah apa sayang, kenapa dia mengatakan hal seperti itu?" Tanya Antoni memicingkan matanya tajam.
"A-aku hanya menasehati Rembulan untuk membantu para bibi pelayan yang ada di belakang. Bukan tanpa alasan aku menasehatinya Ayah, karena Bibi pelayan yang bekerja di bagian laundry sedang tidak sehat jadi aku menyuruh Rembulan untuk menggantikannya sebentar." Jawab Berlian sesegukan.
"Bukannya mendengarkan perkataanku Rembulan malah memarahiku Ayah, dia mengucapkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan padaku." Berlian menjelaskan dengan lancar.
"Akhirnya akulah yang membantu Bibi pelayan itu Ayah, padahal aku sedang tidak enak badan juga" Berlian menyudahi dramanya.
"Ayah akan menegur Rembulan, agar dia lebih sopan lagi terhadapmu. Karena bagaimanapun Kau adalah kakaknya. Anak itu semakin hari semakin kurang ajar saja" Geram Anthony marah.
Sedangkan di ujung tangga Rembulan terpaku menyaksikan drama yang dilakukan oleh sang kakak. Dia tidak menyangka Berlian akan mengarang cerita di hadapan Ayahnya. Semakin lama Rembulan tidak mengenal Kakaknya itu.
Setelah ini bisa di pastikan Rembulan mendapatkan hukuman seperti hari hari sebelumnya.
__ADS_1
...----------------...
''Author menunggu kebaikan hati para pembaca untuk mendukung karya ini 💜🫂''