Rembulan Yang Di Rindukan

Rembulan Yang Di Rindukan
Harus Membiasakan Diri


__ADS_3

Selamat membaca 💜🙏 dan selamat menjalankan ibadah puasa 🙏


...----------------...


Setelah melewati hari yang panjang kini malam mulai menyelimuti kembali. Lewis dan Rembulan sudah selesai membersihkan diri dan beristirahat sejenak di dalam kamar.


Begitupun dengan kedua orang tua nya, Tuan Wilson dan Nyonya Wilson telah kembali sekitar satu jam yang lalu.


Kini para pembantu menyiapkan menu makan malam di meja makan. Kemudian salah satu dari mereka memanggil sang Tuan rumah untuk turun ke meja makan.


Lewis yang membuka pintu kamar pun melihat pelayan itu menunduk


"Tuan, makan malam sudah disiapkan. Tuan dan Nyonya Besar menunggu di bawah." ucap pelayan itu sopan.


"Hem, kami akan segera turun." balas Lewis singkat. "


Kemudian dia menutup pintu kembali dan mengajak Rembulan turun kebawah. Bukan karena perhatian dia mengajak sang Istri, hanya saja demi menyempurnakan drama dia akan bersikap baik untuk saat ini.


Entah apa isi kepala Lewis, yang jelas dia terlihat menikmati semua yang dia lakukan saat ini.


Lain hal nya dengan Rembulan, merasa risih setiap kali Lewis mencoba bersikap lembut pada nya. Dan jujur saja dia tidak nyaman dengan semua kebohongan yang dia lakukan bersama Lewis.


Apalagi dia melihat ketulusan dari kedua mertuanya itu. Semakin besar saja rasa bersalah di dalam hati nya.


"Ayo turun ke bawah, Ayah dan Ibu menunggu kita untuk makan malam bersama." jelas Lewis saat mendapat tatapan bertanya di mata Rembulan.


"Iya Tuan" balas Rembulan singkat. Lalu pergi menyusul Lewis yang sudah keluar dari kamar mereka.


Di meja makan semua nya terlihat harmonis layak nya keluarga bahagia. Begitupun dengan kedua mertua nya yang memperhatikan Rembulan serta Lewis.


"Nak, seperti nya kedua adikmu akan menyusul ayah dan ibu ke sini kira-kira mereka akan sampai sekitar dua hari lagi." ucap sang Ayah David pada Lewis dan Rembulan.


"Ngapain Yah? Mereka berdua sangat berisik jika sudah berkumpul .." jawab Lewis mendelik kaget karena sang adik akan tiba juga di kediaman nya.


Bukan tidak suka pada sang adik, hanya saja Lewis yang pendiam lebih suka kesunyian. Tapi kedua adiknya itu malah lebih menyukai keributan dan suka membuat onar. Padahal kalau di pikir pikir lagi usia mereka tidak terlalu jauh.


Apalagi keduanya pun sudah bekerja di perusahaan sang Ayah yang ada di Swiss.


"Ck, kau ini .. sebagai kakak seharus nya senang jika kedua adik mu mengunjungi mu bukan?" balas sang Ibu pada Lewis.


"Bukan tidak senang Bu, hanya saja mereka berdua itu suka sekali membuat keributan." Lewis mencoba menjelaskan pada kedua orang tua nya agar tidak salah paham.


"Sebagai yang tertua harus banyak sabar untuk mereka. Lagian Dion dan Ella tidak seburuk itu, Nak ..!" balas Ayah David agar anak sulung nya ini tidak kesal lagi.


Ya, memang mereka akui kedua anak yang lain nya agak berbeda dengan Lewis. Pembawaan Dion dan Ella yang lebih ekspresif dibandingkan Lewis yang sangat kaku dan dingin.


Jika ketiga nya berkumpul, maka Lewis lah yang menjadi korban dari ke usilan adik adik nya.


Walaupun umur mereka tidak berbeda jauh, tapi sifat lebih seperti anak anak yang ingin selalu bermain dan bercanda. Itulah mengapa Lewis kurang suka dengan sifat kedua adik nya itu.


"Baiklah" akhirnya dia pasrah juga. Lagian mana berani dia menolak kedua adiknya berkunjung kesini.


"Rembulan, kau nanti bisa berkenalan dengan kedua adik ipar mu. Mereka sangat ramah dan baik, sedari kalian menikah keduanya tidak berhenti bertanya tentang mu." Ucap Ibu pada Rembulan.


"Iya Bu, nanti aku bisa mengenal mereka lebih dekat lagi saat sudah tiba disini." seulas senyum dia berikan pada Ibu mertua nya itu.


Pikirnya dia harus mencoba membiasakan diri di kediaman sang suami. Baik itu sikap mereka dan cara berinteraksi lain sebagainya. Apalagi Lewis yang kini sikapnya semakin aneh menurut Rembulan.


"Aaa, kau sangat manis sayang, jika sedang tersenyum." balas Ibu pada Rembulan.


Sedangkan Lewis yang mendengar kata manis itu sontak terbatuk, dan dia pun mencoba meraih gelas yang di depan nya. Dengan cepat Rembulan menyodorkan minuman itu pada Lewis. Tanpa dia sangka kini Rembulan menepuk nepuk punggung nya pelan, terlihat manis sekali adegan ini di mata Ayah dan Ibu yang memperhatikan mereka saat ini.

__ADS_1


Ekhem..


"Lewis, kau tidak apa apa Nak?" Tanya Ibu pada nya, "Kenapa kau tiba tiba terbatuk begitu? Apa kau memakan ikan itu beserta duri duri nya?" Ibu kembali bertanya dan memperhatikan sang anak.


Dia pun sedikit khawatir, tapi melihat Rembulan yang langsung tanggap saat Lewis tersedak tadi, dia senang melihat interaksi kedua nya. Sangat manis pikirnya.


"A-Aku tidak apa apa Bu." jawab Lewis sambil meminum air yang di sodorkan Rembulan pada nya.


"Hem, baguslah. Sudah sudah ayo kita lanjut makan nya" sambung sang Ibu.


.


.


Selesai dengan makan malam yang hangat, kini mereka berbincang ringan dan sesekali Ibu terlihat tertawa. Rembulan yang merasakan kehangatan keluarga untuk pertama kali nya setelah sekian lama merasa sangat bahagia. Senyum pun tidak pernah luntur di bibir mungil nya itu.


Tak terasa waktu pun semakin larut dan sudah saat nya untuk mengistirahatkan tubuh yang lelah. Terlihat semua sudah masuk ke kamar masing masing, tak beda juga dengan Rembulan dan Lewis yang kini menuju kamar mereka.


Ceklek


Saat pintu kamar terbuka mereka masuk ke dalam bersama, namun tiba tiba saja Lewis berhenti di depan Rembulan. Tanpa sengaja pun Rembulan menubruk punggung kokoh Lewis di depan nya.


"Eh.." kaget Rembulan mendongakkan kepala nya ke atas.


"Ck, kenapa jalan tidak melihat kedepan? Jadinya kau menabrak ku .." Lewis bersuara dan menoleh ke belakang.


"Maaf, lagian Tuan tiba tiba saja berhenti. Sekali lagi maafkan aku" dia membungkuk meminta maaf pada Lewis.


"Aku tidak perlu permintaan maaf mu, sebelum tidur nanti kau harus memijit bahu ku. Seharian ini aku sangat lelah dan badan ku sakit semua .. kau paham? Lewis menjelaskan panjang lebar tugas Rembulan sebelum mereka tidur.


Tidak ada tugas yang aneh aneh yaa!!


"Emm, aku paham!" jawab nya singkat


Rembulan masih memandangi Lewis yang hendak berbaring di ranjang saat ini. Kemudian tiba saja mata Rembulan hendak keluar dari tempatnya saat melihat Lewis membuka baju tanpa tau malu.


Dia pun berbalik membelakangi ranjang dan mengelus dada nya yang berdegup cepat sekali. Bisa di pastikan saat ini wajah nya memerah karena malu sendiri melihat tubuh pria yang menjadi suami nya itu saat ini.


"Astaga, apa apaan itu. Kenapa dia membuka baju? Tidak takut masuk anginkah?" gumam nya kecil sekali.


Tak lama pun terdengar suara dari ranjang sana, sudah bisa di pastikan Lewis akan menyuruhnya segera melakukan tugas sebelum tidur.


"Cepatlah, sampai kapan kau berdiri disana? Apa kau sengaja diam saja agar bisa menjamah tubuh ku lebih lama?" tuduh Lewis tidak tau malu sekali.


Apakah dia tidak sadar sekarang dia lah yang sengaja memberi akses untuk Rembulan menjamah tubuh itu? 😌


"Kenapa jadi aku yang sengaja? Astaga, jika terus begini aku akan cepat tua menahan amarah ku" merutuki dalam hati hanya itulah yang dia bisa, mana berani dia memarahi Tuan Muda itu.


"Ba-Baik, tapi kenapa membuka baju? Apakah tidak takut masuk angin .." jawab Rembulan pelan sekali, takut Lewis tidak terima apa yang dia bilang.


Lewis yang melihat Rembulan menundukkan kepala nya pun seketika menyeringai kecil. Seperti nya akan sangat seru jika menjahili istri nya itu sedikit.


"Hem, tidak apa! Bukan nya tugas mu untuk memijat ku? Aku harus membuka baju, kalau bisa semuanya aku buka saat ini. Agar kau tidak terganggu saat menyentuh nya .." seringai kecil masih ada di bibir nya. Jika tidak ingin menjahili sudah pasti Lewis akan tertawa saat ini.


Wajah pias dan merah itu sangat sangat lucu sekarang. Terlihat sekali mata kecil bulat itu membola. Bukan nya takut malah Lewis terkekeh kecil melihat nya.


Dia sangat lucu sekali! Hahaha!! Wajah nya itu terlihat ketakutan..!


"A-Apa yang kau katakan Tuan? Lebih baik kau kembali memakai baju mu! Kalau tidak, ya jangan buka yang lain lagi .." ucap Rembulan kecil sekali.


Kenapa rasa nya dia sangat malu? Padahal yang buka baju kan Lewis, bukan dia. Menyebalkan!!

__ADS_1


"Sudahlah, sekarang naik kesini. Pundak ku sangat sakit." Lewis menepuk nepuk pundak nya agar Rembulan segera memijatnya.


"Hem"


Kini Rembulan pun sudah naik ke ranjang, dia masih takut dan sangat malu untuk menyentuh punggung kokoh itu. Hati nya masih saja berperang melawan kegugupan nya.


"Cepatlah!!" Lewis kembali bersuara.


"Y-Ya.."


Mulailah Rembulan menyentuh punggung itu dengan tangan gemetar, dalam hati selalu memanjatkan doa agar Lewis tidak merasakan getaran tangan nya.


Tapi, sepertinya doa yang dia panjatkan tidak langsung terjawab. Karena saat ini Lewis malah membalikkan badan melihat ke arah nya.


Dia yang kaget seketika memejamkan mata rapat, tidak mau melihat perut kotak kotak itu yang seakan menggoda nya untuk disentuh.


"Hei, apa begini cara mu memijit ku? Tangan mu bergetar, dan sekarang kau menutup mata mu, ck!" Lewis merasa tidak terima karena kurang pas untuk pijitan itu.


"Ma-Maaf, aku hanya gugup" ucap nya kecil masih dengan mata terpejam.


"Buka mata mu, apa sopan bicara pada orang dengan menutup mata?" perintah Lewis sedikit datar.


Perlahan Rembulan membuka mata nya kecil kecil sekali, Lewis yang melihat dari bawah terkekeh lucu. Tanpa di duga kini dia menarik tangan Rembulan sehingga jatuh ke atas nya.


Duuggh


"Yakk!! Apa yang kau lakukan Tu-Tuan .." pekik Rembulan tertahan.


Posisinya saat ini sangat intim sekali astaga!!! Dia kini sudah berada di atas tubuh Lewis. Sangat terasa di penciuman nya aroma tubuh hangat dan maskulin Lewis saat ini. Sudah bisa di pastikan juga detak jantung keduanya yang berpacu dengan cepat.


Deg


Deg


Deg


"Kau sangat lamban gadis kecil, sekarang pun kau sengaja ya untuk menggoda ku? Lewis malah membahas yang lain.


"Mana ada!! Kau yang menarik ku lebih dulu .." gugup sekali Rembulan saat ini.


"Mari kita lihat apa yang bisa kau lakukan gadis kecil.." monolog nya dalam hati.


Tangan Lewis yang berada di pinggang ramping itu pun mengelus pinggang Rembulan dan meremas nya pelan. Mengusap sampai ke punggung nya. Tentu saja yang di lakukan Lewis itu membuat tubuh nya bergetar. Merinding dia merasakan elusan itu.


"Kenapa tangan nya tidak bisa di-diam.." ketar ketir saja hati Rembulan di buat nya.


"Kau sangat menyukai sentuhan ku? Tubuh mu bergetar, padahal aku belum memulainya." seringai itu kembali muncul di bibir seksi Lewis. Wajah tampan nya saat ini sangat tengil di mata Rembulan.


"Tu-Tuan, tolong lepaskan aku .." saking takut nya Rembulan kini sudah berkaca kaca. Wajah nya merah dan nafas nya memburu dengan cepat.


Lewis yang melihat itu terhenyak kaget. Apa dia sudah keterlaluan menakuti Rembulan?


"Ck!! Kau cengeng sekali ternyata!! Sudah jangan menangis lagi, sekarang lebih baik kita tidur" ucap Lewis kemudian.


Dia menarik Rembulan kedalam pelukan nya, jelas dia merubah posisi mereka sekarang. Mereka berdua tidur menyamping saling berpelukan. Lebih tepat nya Lewis lah yang memeluk Rembulan.


Dia tidak melepaskan pelukan itu sedari tadi, malah mengatakan hal tidak masuk akal pada Rembulan.


"Tidurlah, karena aku sedang berbaik hati maka malam ini aku akan membiarkan mu memelukku." ucap nya percaya diri sekali.


"Dasar gilaaa!! Siapa juga yang mau memeluknya .. hiks! Pelukan nya sangat erat sekali, aku susah bernafas jika begini." Rembulan merutuki Lewis sebanyak banyak nya dalam hati.

__ADS_1


...----------------...


Hallo, terimakasih sudah mau mampir ke karya Author ya 💜😍 jangan pernah bosan untuk memberi dukungan selalu!!


__ADS_2