
**Jangan lupa kasih dukungan selalu 💜**
...----------------...
Setelah menempuh perjalanan pulang selama 15 menit, akhirnya Rembulan tiba di kediaman nya. Rembulan bergegas masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian. Baju basah yang dia kenakan sepanjang jalan pulang membuatnya kedinginan.
Dia berjanji akan memberi pelajaran kepada pemilik mobil itu jika bertemu suatu hari nanti.
"Sungguh orang kaya jaman sekarang tidak punya etika, apa salahnya orang itu turun untuk meminta maaf. Jelas dia yang salah kenapa melewati jalan rusak yang tergenang air! Huh, aku sangat kesal" Gerutu Rembulan sangat kesal.
Sedangkan di dalam mobil beberapa jam yang lalu "Tuan apa kita harus putar arah memberi tumpangan kepada Nona?" Tanya Caka sekali lagi. Masalahnya dia merasa Tuan Muda nya terlalu gengsi jelas-jelas merekalah yang salah disini.
"Apa kau tidak mendengar apa kata gadis itu Caka? Dia mengatakan akan memotong kaki mu jika turun dari mobil saat itu!" Dengus Lewis.
CK!! Alasan saja Tuan Muda muda nya ini, batin Caka!
...****************...
Menghabiskan waktu selama 2 jam di dapur, akhirnya Rembulan menyelesaikan acara memasaknya. Banyak jenis makanan yang dia masak terutama makanan kesukaan sang Ayah dan Kakak nya.
Dia menyajikan hidangan diatas meja dengan senyum menghiasi di wajah nya, dia merasa malam ini akan jadi makan malam spesial untuk mereka bertiga. Walaupun dia nantinya makan di dapur tapi dia tidak masalah sama sekali.
__ADS_1
Waktu menunjukkan jam makan siang, Antony kembali kerumah untuk makan bersama putri sulungnya Berlian. Dia tidak ada rencana untuk makan bertiga bersama Rembulan, menurutnya itu tidak penting! Justru itu akan menjadi kesialan bagi mereka bergabung dengan Rembulan diatas meja makan.
"Ayah! Ayah sudah pulang?" Tanya Berlian senang. Bagaimana tidak, sang Ayah menuruti kemauannya untuk makan siang di rumah. Tujuannya hanya satu, yaitu memamerkan kedekatan Dia dan Ayah nya kepada Rembulan.
"Sudah sayang, Ayah baru saja tiba" Antony memeluk putri sulungnya dengan sayang. Disudut ruangan yang lain Rembulan melihat kasih sayang antara mereka berdua, beda dengan nya kalau mau memeluk sang Ayah harus meminta ijin dulu.
"Aku ingin sekali seperti Berlian, bisa memeluk Ayah dengan bebas" Gumam Rembulan kecil sekali. Dia keluar dari sudut ruangan itu menuju meja makan, menghampiri Keduanya yang masih berpelukan layaknya keluarga harmonis.
"Ayah.." Panggil Rembulan gugup.
Antony dan Berlian menoleh ke arah suara dan melihat Rembulan sedang menatap mereka sendu, "Ada apa?" Jawab Antony dingin.
"Apakah siang ini aku boleh makan bersama kalian di meja makan?" Tanya Rembulan takut-takut mendapat penolakan.
"Baiklah" jawab sang ayah singkat. Padahal selama ini dia yang menolak keras Rembulan untuk menjauh dari dia dan Berlian.
Berlian terlihat keberatan padahal niat awalnya hanya untuk memamerkan nya pada Rembulan, kenapa akhirnya Rembulan diajak makan satu meja. "Ayah yakin memperbolehkan pembawa sial ini makan bersama kita? Tanya Berlian kesal.
"Aku jadi tidak selera makan dibuatnya!" Dengus Berlian
"Hanya sekali ini saja sayang, karena sebentar lagi dia akan pergi kerumah suaminya" jawab Antony pada Berlian.
__ADS_1
"Aku hanya merasa berbeda saja dengan nya Ayah" jawab Berlian ketus.
Rembulan sedari tadi hanya menyimak perdebatan antara ayah dan anak itu. Rembulan tidak terima dikatakan berbeda oleh sang kakak, mereka berdua lahir dari rahim yang sama dan seayah juga. Tapi kenapa sang kakak mengatakan hal demikian?
"Kita ini sama kak Berlian!! Jawab Rembulan cepat. Kita sama sama anak Ayah dan Ibu. Kenapa kau selalu mengatakan kalau aku ini berbeda denganmu?" Sendu Rembulan menatap Berlian.
"Selama ini aku selalu mengalah, aku selalu menuruti semua keinginanmu!! apa ini balasan yang aku dapat?" ucap Rembulan berkaca-kaca.
"Kita ini sama berlian!!" Lirih nya, "Tapi kenapa hanya aku yang diperlakukan tidak adil di sini?" Lanjut Rembulan menatap wajah sang ayah.
Antony terdiam mendengar ucapan Putri bungsunya dan perasaan aneh itu kembali muncul dia rasakan. melihat mata Rembulan yang berkaca-kaca Antony pun menyudahi perdebatan itu.
"Sudah hentikan!! Tidak ada yang dibedakan di sini" Antony menatap wajah Rembulan datar. "Jika kau mau bergabung dengan kami maka sudahi perdebatan itu, kalau tidak maka kau bisa makan seperti biasanya yaitu di dapur" Antony berucap tanpa perasaan.
Rembulan yang merasa disalahkan di sini hanya memandang keduanya dengan tatapan kecewa. apa ayahnya sama sekali tidak bisa membela dia sedikit saja? "A-aku akan makan di dapur saja" Jawab Rembulan tesendat guna menahan laju air matanya yang akan segera keluar.
"Ya. Aku tidak akan pernah bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Berlian" Gumam Rembulan sembari berjalan menuju dapur.
tangan kecilnya mengusap kedua pipi yang kembali basah oleh air mata.
...----------------...
__ADS_1
--Author senang bisa lanjut nulis sampai bab ini! Huhu-- 🥲