Rembulan Yang Di Rindukan

Rembulan Yang Di Rindukan
Hukuman Lagi? (Rembulan)


__ADS_3

Beberapa saat setelah Berlian menyudahi drama nya di hadapan sang Ayah, tanpa menunggu lama lagi Antony mengedarkan pandangan nya mencari Rembulan. Setelah matanya nya melihat Rembulan berdiri mematung memandangi Dia dan Berlian, Antony pun berjalan menghampiri Rembulan menahan amarah agar tidak melayangkan tangan ke pipi sang anak.


Antony menarik tangan Rembulan kuat "Kenapa kau selalu saja membuat masalah Rembulan? Apa kurang nya aku mendidik mu menjadikan mu anak yang tidak tau sopan santun?" Berang Antony pada Rembulan.


"Segitu buruk nya aku di mata Ayah? Tanpa bertanya lebih dulu Ayah menumpahkan semua kesalahan pada ku!" Jawab Rembulan nanar melihat sang Ayah. "Ohh aku hampir lupa… bukankah aku anak pembawa sial, jadi tidak menutup kemungkinan aku akan jadi anak pembuat masalah!!!" ucap Rembulan menahan tangis nya.


"Aku baru mengerti sekarang apa itu didikan Ayah kepada kakak" Rembulan menatap Berlian tajam. " Kak Berlian di didik menjadi anak bermuka dua bukan?" Ketus Rembulan melihat Kakak nya.


Berlian yang mendengar itu melototkan matanya tanda tidak terima ucapan Rembulan tentang dirinya.


"Apa yang kau bicarakan Rembulan?" Tanya Berlian lemah di hadapan sang Ayah.


"Bukankah yang barusan Kakak ceritakan kepada Ayah adalah drama yang bagus? Jawab Rembulan sinis melihat Berlian.


"Jadi kau menuduh aku berbohong? Berlian berkaca kaca.

__ADS_1


"Ahh.. kenapa kakak pintar sekali dalam memutar fakta" Rembulan terkekeh sinis "Apa.." Rembulan terdiam saat Antony menyela ucapan nya-


"SUDAH CUKUP!!" Teriak Antony pada kedua putrinya. "Kenapa kalian berdua selalu saja berdebat" Antony melonggarkan dasi di lehernya.


"Rembulan mulai besok kau harus membersihkan gudang belakang, jangan sampai ada yang tertinggal! Sudah bagus Ayah tidak menghukum mu seperti kemarin-kemarin" Antony menjelaskan.


"Berlian sebagai permintaan maaf Rembulan pada mu, dia akan Ayah suruh membantu tukang kebun di samping mansion kita" Berlian tersenyum manis mendengar keputusan sang Ayah.


"Terimakasih Ayah selalu bisa membuat aku senang" Balas Berlian.


Rembulan yang menjadi korban dari kebohongan sang Kakak hanya tersenyum getir. Sungguh malang sekali nasib nya!!


"Ayah tidak mengharap kau memberi perlawanan Rembulan, Ayah ingin dari kejadian ini kau bisa jadi lebih baik." Ucap Antony menuju kamarnya di Lantai dua.


Rembulan berkaca kaca melihat punggung sang Ayah menjauh. Tempat yang seharusnya jadi sandaran anak perempuannya, Antony malah berperilaku sebaliknya.

__ADS_1


"Kau lihat bukan? Ayah akan tetap percaya padaku di bandingkan dengan mu" ucap Berlian menyeringai.


"Kenapa kau lakukan itu?" Tanya Rembulan memaku ke lantai, "Apa masalah mu pada ku? Rembulan menekankan suaranya.


"Karena kau pembawa sial" Ucap Berlian tanpa perasaan, dia berlalu meninggalkan Rembulan yang terisak lirih.


"Ya, aku pembawa sial" ucap Rembulan sesak seakan ada yang luka di ulu hati nya, tertunduk kembali menumpahkan air mata.


Jauh di sudut atas lantai kediaman itu, sang Ayah memperhatikan Rembulan dalam diam. Tidak ada yang tau apa yang di pikirkan Antony saat melihat air mata putrinya itu. Dia pun berlalu masuk ke kamar nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hay!!! ini author 👋 mau cerita sedikit nih, kalo author adalah pemula dalam menulis! Bagi yang lihat karya Author ini mohon saran nya ya manteman 😚.


Ini real hasil pemikiran Author sendiri, yang awal nya cuma iseng nulis tapi kebawa serius dong 😭🤏

__ADS_1


Author jadi panik sendiri!!!!


Jadi, mohon dukungan nya Bestie dan para Suhu nya Pernovelan 🫂 tanpa kalian Author gak bisa ngapa ngapain 🙃 Thank you!!!


__ADS_2