
Kehidupan berlanjut seperti biasa tanpa kembali melihat kejadian yang sudah berlalu. Begitulah saat ini yang tengah di rasakan oleh Rembulan, 2 hari setelah kejadian itu dia kian mengerti ternyata hidup tidak harus untuk bertahan saja.
Menjadi seorang penurut selama ini tidak langsung membuat sang Ayah melirik kepada nya.
"Ugh!!! Badan ku sangat pegal sekali" Keluh Rembulan menggerakkan badan nya, "Seperti nya aku butuh sesuatu yang kembali membuat aku bersemangat" Gumam nya kecil, memikirkan apa yang akan dia lakukan setelah membersihkan gudang itu.
Tak membutuhkan waktu lama Rembulan menyelesaikan hukumannya. Ya hukuman rembulan ternyata masih berlaku!
Anthony sama sekali tidak memberikan keringanan untuk anak bungsunya itu. "Aha.. bukankah hari ini akhir pekan? Sepertinya sore nanti aku harus keluar! Aku ingin sekali pergi ke taman yang baru dibuka itu" gumam Rembulan kecil.
"Baiklah, mari semangat jangan terpuruk lagi oleh keadaan" sugesti Rembulan bersemangat. Beberapa hari ini dia selalu berpikir bahwa tidak ada yang akan memberinya semangat selain dirinya sendiri.
"Aku juga hanya manusia biasa bukan? Seorang gadis kecil berwajah imut dan baik hati! Ahahaha 😂 " Rembulan terkekeh lucu dengan ucapan nya sendiri.
Kini waktu menunjukkan pukul 04.00 sore, Rembulan telah bersiap untuk pergi ke taman. Dia hanya perlu berjalan kaki selama 10 menit untuk sampai ke taman itu. Dengan pakaian sederhananya Rembulan terlihat sangat manis, mengenakan sepatu yang dibeli saat dia masih duduk di bangku SMA tepatnya 2 tahun yang lalu. Mungkin di mata orang sepatu yang dikenakan oleh Rembulan sudah tidak layak dipakai lagi, tapi bagi Rembulan itu adalah sepatu terbaiknya. "Sepatu ini ternyata masih bisa digunakan" gumam Rembulan kecil, memasang sepatu itu ke kakinya.
"Oke sudah siap! Aku akan membawa minuman dari rumah saja." Ucapnya semangat.
...****************...
"Wow!! Sangat indah, akhirnya aku bisa datang juga ke taman ini. Selama ini aku tidak mempunyai waktu, jangankan untuk berjalan-jalan mengurus diriku sendiri saja sempat." Ucapnya takjub.
__ADS_1
Ya! Selama ini dia hanya tau perkerjaan di rumah saja, bahkan Rembulan sudah sangat bersyukur bisa menyelesaikan bangku sekolah SMA 2 tahun lalu, dan sempat merasakan bangku kuliah 1 tahun lama nya.
Tidak ada yang namanya keluar rumah selain ke pasar, tidak ada juga yang namanya belanja barang barang baru.
Ingat bukan, kalau Rembulan gadis yang malang! Punya baju baru pun bekas dari sang Kakak, apalagi yang namanya di ajak jalan jalan.
Rembulan berjalan menyusuri pinggiran taman sesekali memotret bunga yang menurut nya cantik. Bermodalkan ponsel Android jadul yang baterai nya bisa di copot itu, Rembulan sudah sangat bahagia.
Jarang jarang dia punya kesempatan seperti ini, maka dari itu dia akan menghabiskan akhir pekan nya dengan semangat.
"Aww!!" Rembulan tersungkur kedepan. Dia tersandung batu yang ada disamping pot bunga di bawah kakinya.
"Astaga, astaga ponsel ku... huhu!" gumam Rembulan kecil.
Dia sangat sedih melihat ponsel kesayangannya retak tak berdaya 🤕.
"Hei gadis kecil kau tidak apa?" Tanya seorang pemuda datang menghampiri Rembulan. Pemuda itu ternyata dari tadi memperhatikan tingkah Rembulan yang berbicara sendiri, dan itu terkesan lucu di mata nya. Karena penasaran dia pun mengikuti dari belakang. Tak lama kemudian dia melihat Rembulan tersungkur ke tanah. Aih... apa gadis kecil itu tidak memperhatikan langkah nya!!.
"Eh.. iya a-aku tidak apa apa Tuan! Jawab Rembulan menundukkan kepalanya. Dia memungut baterai ponselnya dan tidak sengaja terpijak oleh Pemuda itu.
"Astaga, baterai nya-" Gumam Rembulan berkaca kaca, dia sangat sedih nasib ponselnya miris sekali. Rembulan mendongak melihat keatas "Tuan, bisa angkat kaki mu? Kau memijak baterai ponsel ku?" Ucap Rembulan dengan mata bulat nya hendak menangis.
__ADS_1
"Deg"
Jantung pemuda itu berdebar kencang saat mata mereka tidak sengaja bertemu. "Ma-maaf gadis kecil, aku tidak sengaja" Ucap nya merasa bersalah.
"Ini, coba kau pasang kembali, Jika tidak bisa aku akan menggantinya." Ucap pemuda itu lagi.
"Tidak perlu Tuan, ini masih bisa berfungsi." balas Rembulan singkat memasang kembali baterai itu ke ponselnya.
"Lain kali berhati hatilah, perhatikan langkah mu agar tidak terluka." Memperhatikan telapak tangan Rembulan yang tergores.
Dia merogoh saku nya dan mengambil Plaster obat itu, kemudian menyodorkan pada Rembulan, "Ini ambilah Gadis kecil, kau terluka!" ucap nya.
Rembulan mengangkat wajah nya menatap Pemuda itu "Terimakasih Tuan, tapi bisa jangan memanggilku gadis kecil?" ucap Rembulan sedikit kesal dengan mata bulat nya.
"Pfftt!!! Baiklah, baiklah.. Maafkan saya Nona, ini ambilah Plaster obat ini nanti luka mu infeksi." ucap nya pada Rembulan.
...****************...
Haiiiiii semua nya, ini author update sebisa mungkin ya 😭🫂
harap di maklumi kalau masih ada kesalahan dalam penulisan dan kata kata kurang tepat 🙏
__ADS_1